kumparan
22 Februari 2019 21:35

Satelit Nusantara Resmi Meluncur, Begini Pembagian Kapasitasnya

Satelit Nusantara Satu. Foto: Pasifik Satelit Nusantara (PSN)
Indonesia kembali menapaki sejarah baru di dunia antariksa. Satelit Indonesia pertama dengan teknologi high throughput satellite (HTS), Nusantara Satu, milik PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) telah resmi mengangkasa.
ADVERTISEMENT
Satelit Nusantara Satu itu meluncur di Cape Canaveral, Air Force Station, Florida, Amerika Serikat pada Jumat (22/2) pukul 08.45 WIB, dengan bantuan roket Falcon 9 buatan SpaceX.
Nusantara Satu akan menempati slot orbit 146 derajat Bujur Timur (BT), tepat di atas Papua, Indonesia. Butuh waktu sekitar dua minggu bagi satelit Nusantara Satu untuk sampai di orbit yang telah ditentukan. Diharapkan satelit dapat dipakai pada pertengahan April 2019.
Satelit ini nantinya akan dioperasikan dan dikelola oleh anak usaha PSN, yaitu PSN Enam Indonesia dikendalikan di Satellite Control Center yang berlokasi di Jatiluhur, Purwakarta. PSN juga bekerja sama dengan Indosat untuk mengoperasikannya.
Perusahaan satelit PSN. Foto: Astrid Rahadiani Putri/kumparan
Saat ini, kapasitas satelit Nusantara Satu sudah terpakai sebanyak 60 persen yang dikontrak khusus oleh BAKTI (Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) selama lima tahun.
ADVERTISEMENT
Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono menjelaskan, sisa dari kapasitas yang tersedia pada satelit Nusantara Satu akan digunakan untuk pengembangan layanan internet broadband yang sudah digelar oleh PSN.
"Untuk (satelit) HTS itu kan ada 60-40. 60 sudah ke BAKTI, 40-nya itu yang kita program Ubiqu dan Sinyalku. Kalau seiring berjalan waktu mungkin ada produk lain yang keluarkan. Layanan core-nya itu internet broadband," kata Heru di kantor PSN, Jakarta, Jumat (22/2).
Direktur Jaringan PSN Heru Dwikartono pada Konferensi pers PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN) terkait peluncuran Satelit Nusantara Satu, di kantor PSN, Jakarta Selatan, Jumat (22/2). Foto: Efira Tamara Thenu/kumparan
Heru berkata, wilayah jangkau satelit Nusantara Satu cukup luas dan bisa dimanfaatkan untuk memberikan pelayanan akses internet cepat di kawasan terpencil, terluar, dan tertinggal (3T) di Indonesia. Diperkirakan lebih dari 25 ribu desa bisa mendapatkan akses internet broadband dengan menggunakan satelit Nusantara Satu.
ADVERTISEMENT
"Jadi seperti yang disampaikan, saat ini ada kurang lebih 25.000 desa yang masih belum mendapatkan akses internet broadband. Koneksi sudah tapi broadband belum. Dengan satelit kami diharapkan kita bisa berikan layanan broadband internet buat desa-desa tersebut," tuturnya.
Dengan adanya internet berkecepatan tinggi tersebut dapat menyambungkan puskesmas, sekolah, kantor desa, dan kantor kelurahan di wilayah 3T di Indonesia yang sulit terjangkau jaringan seluler 4G.
Satelit Nusantara Satu sendiri memiliki kapasitas 26 transponder C-band dan 12 transponder Extended C-band yang menjangkau seluruh wilayah Asia Tenggara, serta 8 spot beam Ku-band dengan total kapasitas bandwidth mencapai 15 Gbps, dengan area cakupan (coverage) hingga ke seluruh wilayah Indonesia.
Satelit yang mulai dibangun sejak tahun 2017 ini memakan biaya sebesar 230 juta dolar AS yang digunakan untuk pembangunan hingga peluncuran. Pendanaan tersebut diraih PSN dari lembaga kredit ekspor Kanada, Export Development Canada (EDC), sebanyak 65 persen dan dana modal milik PSN sebanyak 35 persen.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan