Semua yang Perlu Diketahui soal Platform Game Google Stadia

Google mulai terbuka dengan platform game berbasis cloud miliknya yang bernama Stadia. Setelah diperkenalkan pada Maret lalu di Game Developers Conference (GDC) 2019, belum ada informasi yang jelas mengenai Google Stadia ini, mulai dari informasi peluncuran, daftar game, hingga biaya langganan.
Dalam ajang E3 2019, Google mendapat tempat untuk mengumbar informasi apa saja yang bisa dibagikan soal Stadia. President Google Stadia, Phil Harrison, berbicara banyak selama 15 menit untuk mengungkap cloud gaming yang bisa digunakan di desktop, laptop, tablet, dan smartphone ini.
Untuk membuat kamu lebih jelas dalam mengenal Stadia, ada beberapa hal yang perlu diketahui. kumparan membuatnya secara ringkas di bawah ini.
1. Apa itu Stadia?
Stadia dalah sebuah platform game berbasis cloud yang dimiliki oleh Google. Bisa dibilang Stadia merupakan sebuah platform game masa depan. Pemain bisa memainkannya tanpa konsol atau perangkat dengan spesifikasi tinggi untuk memainkan game-game terbaik karena yang terpenting adalah akses internet yang cepat dan stabil.
2. Bagaimana cara bermain game di Stadia?
Cara bermain game di platform Stadia sangat mudah. Game-game yang disediakan oleh Stadia bisa dimainkan di komputer dekstop, laptop, tablet, dan smartphone. Untuk smartphone, sementara ini hanya akan mendukung Google Pixel. Tidak diketahui, apakah ada kemungkinan Google akan memperluas dukungannya ke smartphone Android lain atau iOS.
Satu hal yang diperlukan adalah koneksi internet yang cepat. Untuk memulai permainan, Google akan meminta kamu untuk menjalankan tes koneksi yang memeriksa bandwidth, latensi antara perangkat dan server. Google membutuhkan kecepatan streaming 15 Mbps, latensi di bawah 40ms, dan kehilangan data di bawah 5 persen.
Memainkan game di Stadia semudah membuka tab baru di Chrome, pengguna hanya tinggal membuka beranda Stadia.com. Pengguna dapat bermain dengan keyboard dan mouse atau menghubungkan dengan joystick game yang mendukung. Pemain juga dapat terhubung secara langsung lintas platform.
3. Kapan diluncurkan dan berapa biaya langganan?
Google Stadia akan diluncurkan pada November 2019 mendatang, di 14 wilayah berbeda termasuk AS, Inggris, dan Kanada. Indonesia belum termasuk. Harga langganan awal yang ditawarkan untuk Founder’s Edition dibanderol 130 dolar AS atau sekitar Rp 1,8 juta untuk biaya langganan premium selama tiga bulan. Selanjutnya akan dikenakan biaya per bulan sebesar 10 dolar AS atau Rp 142 ribu. Biaya ini sudah mendapatkan satu game gratis.
4. Ada game apa saja?
Setidaknya saat diumumkan di E3 2019, ada 31 game dari 21 penerbit berbeda. Google menjelaskan pengguna harus membeli, bukan menyewa game cloud dengan harga eceran. Hal ini sama dengan yang ditemukan di platform lain seperti PlayStation Network, Xbox Live, dan Steam.
Berikut daftar game yang diumumkan Google untuk Stadia.
- Bandai Namco: Dragon Ball Xenoverse 2
- Bethesda: DOOM Eternal, DOOM 2016, Rage 2, The Elder Scrolls Online, Wolfenstein: Youngblood
- Bungie: Destiny 2
- Coatsink: Get Packed (Stadia exclusive)
- Codemasters: GRID
- Deep Silver: Metro Exodus
- Drool: Thumper
- Giants Software: Farming Simulator 19
- Larian Studios: Baldur’s Gate 3
- nWay Games: Power Rangers: Battle for the Grid
- Sega: Football Manager
- SNK: Samurai Shodown
- Square Enix: Final Fantasy XV, Tomb Raider Definitive Edition, Rise of the Tomb Raider, Shadow of the Tomb Raider
- 2K Games: NBA 2K, Borderlands 3
- Tequila Works: Gylt (Stadia exclusive)
- Warner Bros.: Mortal Kombat 11
- THQ: Darksiders Genesis
- Ubisoft: Assassin’s Creed Odyssey, Just Dance, Tom Clancy’s Ghost Recon Breakpoint, Tom Clancy’s The Division 2, Trials Rising, The Crew 2
5. Bagaimana dengan kualitas grafisnya?
Stadia didesain sama halnya dengan konsol atau perangkat game lainnya. Platform ini dapat mendukung hingga kualitas 4K 60 fps melalui koneksi internet dengan bandwidth sekitar 30 Mbps, dan berencana untuk mendukung kualits gambar game hingga resolusi 8K dan 120 fps di masa depan. Untuk minimum rekomendasi kualitas 720p dibutuhkan 10 Mbps.
Perlu diingat tidak semua perangkat bisa menampilkan kualitas 4K, meskipun memiliki koneksi yang mumpuni. Kualitas juga ditentukan oleh spesifikasi perangkat, baik komputer, laptop, tablet, maupun smartphone.
Google bermitra dengan AMD untuk membangun GPU khusus di pusat datanya. Kerja sama ini akan membantu Google untuk memberikan kualitas game yang setara dengan PS4 dan Xbox One X.
