Kumparan Logo

Seni dan Teknologi Tinggi di Balik Warna Twilight Huawei P20 Pro

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Bagian belakang Huawei P20 Pro. (Foto: kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Bagian belakang Huawei P20 Pro. (Foto: kumparan)

Smartphone premium Huawei P20 Pro resmi tiba di Indonesia pada akhir Juni 2018, setelah pertama kali diperkenalkan di Prancis pada Maret lalu. Khusus di Indonesia, Huawei membawa P20 Pro dengan balutan warna biru bergradasi yang mereka sebut dengan Twilight.

Varian warna Twilight, yang kebetulan banyak dipilih pengguna P20 Pro, sengaja dirancang Huawei karena warna-warna gradasi seperti ini diprediksi akan menjadi tren smartphone di tahun 2018.

Warna ini terinpsirasi dari aurora, fenomena alam menyerupai pancaran cahaya yang menyala akibat interaksi antara medan magnetik di Bumi dengan partikel bermuatan yang dipancarkan Matahari. Aurora biasanya menampakkan perubahan warna-warni.

"Kami ingin menangkap keagungan dan misteri fenomena alami itu, dan apa yang bisa mewakili kualitas terbaik, selain royal purple?" kata Joonshu Kim, Chief Design Officer Huawei.

Jika dilihat secara dekat, Twilight P20 Pro tampak seperti perpaduan antara warna biru dan pink yang menghasilkan warna-warna sekunder seperti magenta dan ungu.

Huawei P20 Pro. (Foto: kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Huawei P20 Pro. (Foto: kumparan)

Upaya Huawei melahirkan warna cantik Twilight di P20 Pro

Tak mudah bagi Huawei untuk bisa menempatkan warna Twilight di bodi P20 Pro. Cara lama dalam memberikan warna di casing smartphone tidak berhasil .

Huawei kemudian bereksperimen dengan lapisan optik khusus bernama non-conductive vacuum metalizing (NCVM) untuk memproduksi transisi warna di tubuh smartphone flagship tersebut. Lapisan terluarnya lalu dibungkus dengan bahan kaca premium.

Untuk sampai ke produk akhir, Kim dan tim melakukan banyak sekali percobaan pada puluhan ribu panel kaca dengan persentase keberhasilan 20 persen. Satu jalur produksi bisa bernilai 147 juta dolar AS atau setara Rp 2,1 triliun.

Oleh karena tingginya hambatan dan besarnya investasi yang dikeluarkan, Huawei memutuskan untuk mematenkan teknologi produksi warna gradasi miliknya.

Kerja keras Huawei melahirkan P20 Pro varian Twilight membuahkan hasil. Banyak pengguna dari berbagai belahan dunia tertarik dan lebih memilih warna tersebut ketika beli smartphone Huawei P20 Pro mereka.

Ponsel Huawei P20 Pro. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Ponsel Huawei P20 Pro. (Foto: Bianda Ludwianto/kumparan)

Itu mengapa Huawei percaya diri hanya membawa satu varian warna P20 Pro ke pasar Indonesia. Mereka yakin P20 Pro warna Twilight akan dicintai pengguna Indonesia, sebagai smartphone yang tak hanya fashionable tapi juga punya spesifikasi canggih.

Terkait spesifikasi, Huawei P20 Pro punya tiga kamera belakang buatan Leica yang beresolusi 40 MP (lensa RGB, f/1.8), 20 MP (lensa monokrom, f/1.6), dan 8 MP (lensa telephoto, f/2.4). Sementara untuk kamera depannya beresolusi 24 MP, yang terletak di notch alias poni di bagian atas layar.

Performa P20 Pro dijamin tangguh, karena ditunjang prosesor terbaru Kirin 970, dan didukung RAM sebesar 6 GB dan memori internal 128 GB. Selain itu, kapasitas baterainya pun terbilang besar, yakni 4.000 mAh.

Huawei P20 Pro saat ini sudah tersedia di pasar Indonesia dengan harga Rp 12 juta.