kumparan
Tekno & Sains29 November 2018 8:01

Seorang Perempuan Sumbang Rp 2,1 Miliar untuk ISIS Pakai Bitcoin

Konten Redaksi kumparan
Bitcoin
Ilustrasi Bitcoin (Foto: AFP/Anthony Wallace)
Seorang perempuan berdarah Pakistan-Amerika Serikat mengakui jika dirinya menggunakan bitcoin untuk membantu menyumbangkan dana ke organisasi teroris ISIS. Hal ini menjadi salah satu wujud menjadi nyatanya sisi negatif dari mata uang kripto alias cryptocurrency.
ADVERTISEMENT
Menurut laporan CNBC, perempuan bernama Zoobia Shahnaz (27) itu membuat pengakuan tersebut di depan hakim pengadilan federal negara bagian New York, AS. Ia mengakui telah memasok dana sebesar 150 ribu dolar AS atau sekitar Rp 2,1 miliar untuk ISIS dalam bentuk bitcoin.
Dana tersebut ditransfer ke beberapa perusahaan fiktif di China, Pakistan, dan Turki dalam upaya untuk mengaburkan asal-usul dana. Perusahaan-perusahaan ini semua dikenal mendanai ISIS.
Kegiatan kriminal Shahnaz dimulai pada Maret 2017 ketika ia mulai menipu Chase Bank, TD Bank, American Express, dan Discover dengan membuat kartu kredit dan melakukan pinjaman untuk mengumpulkan dana yang kemudian digunakan untuk membeli bitcoin dan cryptocurrency lainnya.
Shahnaz juga diketahui menggunakan kartu kredit untuk membeli bitcoin dan cryptocurrency lainnya dengan nilai lebih dari 62 ribu dolar AS. Setelah itu, dana itu kemudian dikonversi menjadi mata uang fiat dan disimpan dalam rekening bank konvensional.
Ilustrasi ISIS
Ilustrasi ISIS (Foto: REUTERS)
Meski telah mengakui kejahatannya dalam persidangan, Shahnaz belum dijatuhi hukuman. Tapi, ia akan menghadapi ancaman hukuman penjara hingga 20 tahun.
ADVERTISEMENT
Keterlibatan Shahnaz dengan ISIS mulai terlacak setelah ia dicegat untuk meninggalkan AS dan pergi ke Suriah. Dia juga diketahui telah meneliti ISIS untuk menemukan perekrut, pemodal, dan pejuang, serta mengakses peta untuk kota-kota di wilayah yang dikuasai ISIS di perbatasan Turki-Suriah.
Digunakannya bitcoin untuk kejahatan sebenarnya bukan sesuatu yang mengejutkan. Pada awal tahun ini, ditemukan jika para penjahat memang menyukai mata uang kripto, khususnya ISIS yang tertarik pada Zcash.
Cryptocurrency disukai oleh para penjahat tampaknya karena dianggap sulit diketahui asal-usulnya atau anonim. Tapi pada akhirnya hal tersebut tidak cukup untuk melindungi mereka semua dari kejahatan tersebut.
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan