kumparan
Tekno & Sains10 Januari 2020 8:17

Setelah Soleimani Tewas, Hacker Iran Serbu Situs Pemerintah AS

Konten Redaksi kumparan
Ilustrasi Hacker
Ilustrasi enkripsi. Foto: Thinkstock
Hubungan AS dan Iran sedang memanas akhir-akhir ini, menyusul kematian jenderal Iran Qasem Soleimani oleh serangan militer AS pada 3 Januari 2020. Buntut dari serangan AS tersebut meningkatkan aksi peretasan yang menyasar situs web pemerintahan AS yang dilakukan oleh hacker Iran.
ADVERTISEMENT
Menurut Cloudflare, perusahaan keamanan siber AS, upaya peretasan yang dilakukan hacker Iran untuk meretas situs web pemerintah AS melonjak 50 persen setelah kematian Soleimani. Cloudflare juga mencatat bahwa upaya peretasan yang dilakukan hacker Iran ke seluruh dunia meningkat hampir tiga kali lipat dengan jumlah setengah miliar upaya peretasan per hari.
"Itu akan sangat tidak biasa terjadi dengan sendirinya," kata Matthew Prince, CEO Cloudflare, seperti yang dilaporkan CNN International, Kamis (9/1). "Saya pikir, kamu dapat dengan aman (melihat) korelasi langsung dengan kematian jenderal Iran."
Jenazah Qassem Soleimani
Masyarakat membawa jenazah Qassem Soleimani. Foto: Official Khamenei website/Handout via REUTERS
Prince juga menyebut bahwa pelaku dan jumlah upaya peretasan yang pihaknya sampaikan masih berupa estimasi belaka. Dia melihat bahwa aksi peretasan yang dilakukan hacker non-Iran juga meningkat.
ADVERTISEMENT
Peningkatan upaya peretasan juga telah dikonfirmasi oleh pemerintah AS. Aksi peretasan ini menyasar situs web pemerintahan federal, negara bagian, dan pemerintahan lokal AS.
Menurut pantauan Cloudflare, upaya peretasan ini umumnya bertipe serangan denial of service (DoS). Serangan ini berupaya untuk menutup situs web yang dituju dengan membanjirinya dengan lalu lintas (traffic) web palsu.
Situs pemerintah Amerika Serikat yang diretas hacker Iran
Situs pemerintah Amerika Serikat yang diretas hacker Iran. Foto: Federal Depository/AFP via Getty Images
Sebelumnya, aksi peretasan hacker Iran pertama kali dilaporkan pada akhir pekan kemarin. Pada 5 Januari 2020, hacker Iran berhasil meretas Program Pustaka Penyimpanan Federal atau FDLP milik pemerintah AS.
Dalam serangan itu, hacker Iran berhasil melakukan deface dengan mengganti tampilan muka situs tersebut dengan gambar Presiden Donald Trump yang ditinju wajahnya.
Hacker Iran juga menampilkan pesan yang berbunyi: "Syahid dirinya (Qassem Soleimani) adalah hadiah dari upaya kerasnya selama bertahun-tahun. Dengan kepergiannya dan kekuatan Tuhan, upaya dan jalannya tidak akan hilang dan pembalasan keras menanti para penjahat yang mengotori tangan mereka dengan darahnya dan darah syuhada lainnya."
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan