Kumparan Logo

Tekan Pemanasan Global, Telkom Optimalkan Berbagai Program Ramah Lingkungan

kumparanTECHverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kick-off program Konservasi Hutan Binaan Digital yang diresmikan oleh SM Pemberdayaan Sosial Dan Lingkungan CDC Telkom Suharsono (kiri) untuk penanaman 5.500 pohon di daerah Jawa Barat. Foto: dok. Telkom
zoom-in-whitePerbesar
Kick-off program Konservasi Hutan Binaan Digital yang diresmikan oleh SM Pemberdayaan Sosial Dan Lingkungan CDC Telkom Suharsono (kiri) untuk penanaman 5.500 pohon di daerah Jawa Barat. Foto: dok. Telkom

PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) secara berkelanjutan telah menjalankan sejumlah program dan kegiatan guna menanggulangi perubahan iklim. Langkah tersebut sesuai dengan salah satu poin dalam program Corporate Social Responsibility (CSR) yang harus dijalankan BUMN, yakni menjaga dan memulihkan lingkungan hidup.

Sepanjang tahun 2022, setidaknya terdapat tiga program yang telah dijalankan Telkom untuk berkontribusi dalam mengurangi climate change. Ketiga program tersebut adalah Konservasi Hutan Binaan Digital, Penanaman Mangrove, dan Electronic Device Donation for Education (Eduvice).

Mengenai ketiga program di atas, SGM Community Development Center Telkom, Hery Susanto mengatakan bahwa Telkom akan terus fokus untuk mencapai tujuan berkelanjutan yang juga sejalan pada Sustainable Development Goals (SDGs) terkait penanganan perubahan iklim.

“Tak hanya pencegahan, namun pemulihan serta pemeliharaan lingkungan hidup juga harus selalu diperhatikan dengan baik. Telkom juga senantiasa melibatkan karyawan dan keluarga besar TelkomGroup untuk mensukseskan program-program ini,” jelas Hery.

Tiga Program Telkom Dukung Tercapainya SDGs

Dalam pelaksanaannya, program Konservasi Hutan Binaan Digital merupakan pemberian bantuan restorasi dan konservasi hutan pada lahan kritis di Indonesia yang saat ini luasnya mencapai 14 juta hektar. Selain sebagai upaya penanggulangan climate change, program ini juga memiliki tujuan untuk mengembalikan fungsi alam sebagai media pengatur tata air, perlindungan banjir atau sedimentasi di wilayah hilir, memulihkan dinamika populasi, serta keanekaragaman hayati dan ekosistemnya.

Program Konservasi Hutan Binaan Digital dijalankan Telkom dengan menggunakan sistem GIS (Geographic Information System). Sistem ini berguna meningkatkan data inventarisasi hutan sehingga memudahkan perbaikan kondisi hutan, perencanaan memadai untuk jangka pendek dan panjang, memperkirakan pertumbuhan hutan, pendataan jumlah dan jenis pohon, serta mencatat laporan tumbuh kembang hasil reboisasi secara berkala.

Dari total wilayah target yang ada, program Konservasi Hutan Binaan Digital telah dijalankan pada 64,25 Ha yang tersebar di 8 titik lokasi konservasi seluruh Indonesia. Sepanjang tahun ini juga, program Konservasi Hutan Binaan Digital telah menghasilkan total 7.656 ton karbon yang membantu mengurangi emisi gas rumah kaca.

Pelaksanaan program pemberdayaan lingkungan Penanaman Mangrove. Foto: dok. Telkom

Sementara itu, untuk program Penanaman Mangrove, telah ada sebanyak lebih dari 30.000 bibit yang ditanamkan di sejumlah kota seperti Semarang, Karimunjawa, Cirebon, Banten, dan Magelang. Tanaman Mangrove mampu menyerap karbon 4-5 kali lebih tinggi dan mampu menyimpan karbon hingga jutaan tahun melebihi kemampuan hutan tropis di daratan. Realisasi program kedua Telkom ini diharapkan dapat berkontribusi dalam mengurangi efek rumah kaca guna mendukung penanggulangan perubahan iklim.

Dengan target konservasi seluas 4 hektar, komitmen Telkom dalam program Penanaman Mangrove juga bertujuan untuk menjaga ekosistem terumbu karang setra meningkatkan digital eco-tourism dengan program bantuan Mangrove Conservation to Build Sustainable Eco Tourism.

Adapun program ketiga, Electronic Device Donation for Education (Eduvice), merupakan bantuan penyaluran sampah elektronik yang nantinya akan dipilah dan diperbaiki oleh siswa SMK Telkom agar perangkat dapat digunakan kembali menjadi media pembelajaran digital oleh sekolah atau siswa yang membutuhkan. Telkom menyadari, sampah elektronik merupakan salah satu penyumbang tertinggi kenaikan emisi karbon yang dapat menyebabkan perubahan iklim.

Pada pelaksanaannya, sampah elektronik ini disalurkan melalui dropbox yang ada di empat titik lobby kantor Telkom yaitu Graha Merah Putih Gatot Subroto Jakarta Selatan, Menara Multimedia Telkom Kebon Sirih, Kantor Witel Jakarta Barat, dan Graha Merah Putih Telkom Japati Bandung. Kemudian sampah elektronik yang telah terkumpul akan didistribusikan kepada sekolah atau siswa yang membutuhkan terutama di daerah 3T.

Selama tahun 2022, 192 dari 200 perangkat yang terdiri dari 71 smartphone, 18 laptop, 14 tablet, dan 97 uncategorized devices telah diperbaiki dan akan segera didistribusikan kepada penerima manfaat di sekitar wilayah operasional Telkom dan di daerah 3T.