Telkomsel Dapat Frekuensi 2,3 GHz, Dipakai untuk 4G hingga 5G

Telkomsel akan menggunakan frekuensi 2,3 GHz untuk memperkuat jaringan 4G LTE dan mengembangkan 5G, kata direktur utama Setyanto Hantoro. Pita frekuensi ini memungkinkan pengguna memakai internet dengan kecepatan tinggi.
Telkomsel sendiri baru saja ditetapkan sebagai salah satu pemegang izin frekuensi radio 2,3 GHz pada rentang 2360 – 2390 MHz. Mereka bakal memegang spektrum 2380-2390 di blok C, yang mencakup Pulau Jawa, Papua, Maluku dan Maluku Utara, Sulawesi Bagian Utara, dan Kepulauan Riau.
“Tambahan spektrum akan dimanfaatkan untuk memperkuat pengembangan layanan broadband terkini 4G LTE dengan memaksimalkan kapasitas dan kualitas jaringan broadband bagi pelanggan hingga pelosok Indonesia, serta melanjutkan pengembangan implementasi teknologi jaringan terbaru 5G yang segera akan diterapkan di Indonesia,” kata Setyanto dalam keterangan resmi yang diterima kumparan, Jumat (18/12).
“Kami berharap pencapaian ini juga akan mendukung penguatan ekosistem digital di Indonesia, termasuk industri kreatif digital, e-commerce, dan mendorong transformasi digital segmen usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM)."
Dengan diumumkannya Telkomsel sebagai peserta lolos Seleksi Pengguna Pita Frekuensi Radio 2,3 GHz pada Rentang 2360–2390 MHz tersebut, komposisi alokasi lisensi frekuensi yang dimiliki Telkomsel menjadi sebagai berikut: frekuensi 2,3 GHz dengan lebar pita 40 MHZ, frekuensi 2,1 GHz dengan lebar pita 15 MHz, frekuensi 1,8 GHz dengan lebar pita 22,5 MHz, dan frekuensi 800/900 MHz dengan lebar pita 15 MHz.
Telkomsel menjelaskan, mereka akan melanjutkan pembangunan base transceiver station (BTS) 4G LTE dengan memaksimalkan frekuensi 2,3 GHz yang tersedia, terutama di wilayah yang memiliki trafik penggunaan layanan broadband yang cukup tinggi. Dengan demikian, Telkomsel dapat memungkinkan masyarakat untuk menikmati kecepatan akses maksimal mobile broadband yang lebih tinggi dan berkualitas, dengan kapasitas jaringan yang dapat memenuhi kebutuhan aktivitas digital masyarakat.
Frekuensi 2,3 GHz sebesar 10 MHz yang didapat Telkomsel akan segera digunakan setelah dilakukan proses refarming dan keluarnya Izin Pita Frekuensi Radio (IPFR) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pada awal tahun 2021. Perusahaan menjelaskan, hal tersebut diperlukan guna alokasi pita yang dimiliki menjadi contiguous dan dapat dioptimalkan untuk penyelenggaraan jaringan broadband.
Selain memanfaatkan frekuensi tersebut untuk memperkuat 4G hingga mengembangkan 5G, Telkomsel berjanji untuk memenuhi kewajiban yang ditetapkan oleh Kominfo kepada para peserta lolos seleksi alokasi tambahan frekuensi 2,3 GHz.
Kewajiban tersebut meliputi penyelenggaraan showcase jaringan 5G, pembangunan infrastruktur 4G/5G di lokasi prioritas seperti destinasi wisata super prioritas (di Labuan Bajo, Mandalika, Likupang, Danau Toba, dan Borobudur), serta pembangunan infrastruktur 4G atau 5G di sekurang-kurangnya di 25 persen di kota atau kabupaten wilayah Indonesia yang telah tersambung dengan fiber optic dengan memaksimalkan alokasi pita frekuensi radio yang diperoleh dalam proses seleksi tersebut.
Telkomsel menjelaskan, mereka telah menggelar lebih dari 233.000 unit BTS, dengan ketersediaan lebih dari 105.000 BTS 4G, yang menjangkau 95 persen wilayah populasi di seluruh pelosok negeri pada November 2020.
Sepanjang 2020 ini, perusahaan juga sudah memfokuskan pembangunan lebih dari 25.000 jaringan yang dikhususkan untuk penyediaan jaringan broadband 4G LTE. Pada akhir 2019, Telkomsel juga telah melakukan uji coba jaringan terbaru 5G di Batam untuk sektor industri, setelah sebelumnya sukses menggelar uji coba dan showcase pemanfaatan jaringan 5G di perhelatan Asian Games 2018.
“Penambahan spektrum frekuensi ini akan menjadi penguat bagi landasan pengembangan bisnis digital yang terus dibangun oleh Telkomsel, yang hingga kuartal tiga 2020 ini telah tumbuh lebih dari 10 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya,” ucap Setyanto.
“Sebagai upaya untuk terus menghadirkan kenyamanan pengalaman aktivitas digital masyarakat, Telkomsel juga memiliki aspirasi kuat menjadi pintu gerbang solusi digital bagi masyarakat Indonesia dan juga dunia, yang salah satunya diwujudkan melalui pengembangan infrastruktur jaringan berteknologi terdepan seperti 4G LTE di seluruh pembangunan BTS baru sepanjang tahun ini, dan 5G di masa mendatang."
Selain Telkomsel, setidaknya ada dua operator lain yang lolos lelang pita frekuensi radio 2,3 GHz, yakni Hutchison Tri dan Smartfren. Masing-masing akan mendapatkan blok B dan blok A, yang cakupannya bisa kamu lihat di bawah ini:
