Akun Toko Online di Instagram Diretas, Hacker Peras Pembeli

Bagi orang Indonesia, Instagram bukan sekadar media untuk berbagi foto dan video, karena ia juga gencar dimanfaatkan untuk berjualan secara online. Maraknya pengguna dari Indonesia yang berjualan online di Instagram ini ternyata patut diantisipasi, karena kini banyak penjahat siber yang berusaha untuk mengambilalih akun toko online untuk mendapatkan keuntungan finansial. Saat ini teridentifikasi ada jaringan peretas yang beroperasi di Instagram dengan tujuan mencuri akun toko online di Instagram. Akun Nyonya Bateeq (nyonyabateeq), yang berjualan busana kebaya dan batik khusus perempuan, adalah salah satu korban pencurian akun toko online di Instagram. Akun ini dimiliki oleh seorang ibu di Jakarta, bernama Yetty Fatimawati, yang dibantu oleh kedua anaknya, Latifa dan Mahramah Ara. Kepada kumparan (kumparan.com), mereka berkisah bahwa sejak tanggal 2 Mei 2017, keluarga ini sudah tidak bisa lagi mengakses akun Nyonya Bateeq. Padahal, akun tersebut sudah memiliki jumlah follower yang terbilang besar, sekitar 30.000 follower. Sementara jumlah foto yang diunggah telah mencapai 800 buah. Baca juga: Facebook dan Google Jadi Korban Email Penipuan Rp 1,3 Triliun Di hari itu pula pengelola kemudian mengecek keberadaan akun @nyonyabateeq di Instagram dan diketahui masih aktif. Namun, informasi kontak di akun tersebut sudah berganti semua, bukan lagi kontak si pengelola asli. Yang terpajang di sana adalah kontak email, nomor seluler, dan akun Line milik si peretas. "Dari situ kami mulai sadar bahwa si hacker ini berusaha mengambil keuntungan finansial dari akun Nyonya Bateeq dan memeras pembeli," kata Ara. Hari ini, si peretas mengganti username akun Nyonya Bateeq menjadi nyonyabateeg01. Entah apa tujuannya. Tetapi yang jelas si penjahat siber masih menjalankan aksinya mengambil keuntungan finansial dari para pembeli.

Komplain Sudah Transfer, tapi Barang Belum Dikirim Para pengelola asli Nyonya Bateeq kemudian kedatangan sejumlah komplain dari pembeli yang mengatakan mereka telah mentransfer sejumlah uang, tetapi sampai beberapa hari berselang, tidak ada respons dari penjual dan barang yang dibeli tak kunjung sampai di tujuan. Mereka yang mengadu adalah para pembeli yang sebelumnya sudah pernah bertransaksi dengan pengelola asli Nyonya Bateeq. Sebelum makin banyak korban, Yetty dan anak-anaknya kemudian bergerak menyebar informasi ke orang-orang yang pernah jadi pelanggannya, soal peretasan akun Nyonya Bateeq di Instagram ini. "Kami mendapat banyak komplain dari pembeli yang bilang sudah transfer uang, tetapi barang belum sampai. Kami enggak mau ini terus terjadi," kata Ara kepada kumparan, Rabu (10/5). Baca juga: FBI: Ada Lonjakan Penipuan Transfer Rekening Melalui Email Palsu Para pengelola asli Nyonya Bateeq telah melaporkan kasus ini ke aparat kepolisian karena ini telah merusak nama baik. Mereka juga telah melaporkan aksi peretasan akun kepada Instagram dan tentu saja ada harapan besar agar akun tersebut kembali karena bisnis toko online tersebut telah dirintis sejak Agustus 2015. Kepada kumparan, Ara tidak memberi informasi secara detail berapa kerugian yang telah ia alami atas aksi peretasan ini. Identitas pasti si peretas sejauh ini belum diketahui secara pasti, termasuk apakah mereka beroperasi secara individu atau berkelompok. Namun, Ara mengatakan bahwa ada individu pelaku yang memakai nama Ahmat Baidowi dengan nomor rekening Bank Mandiri 1420015580508. Identitas itu diketahui pengelola asli Nyonya Bateeq setelah mereka melakukan negosiasi di layanan pesan Instagram, untuk mengambilalih lagi akun Nyonya Bateeq, namun si peretas meminta sejumlah uang dengan cara transfer bank.

Ara dan keluarganya menaruh curiga username dan password Instagram akun Nyonya Bateeq dicuri dengan teknik pengelabuan (phishing). Beberapa hari sebelum diretas, salah satu pengelola asli menerima pesan order di Line yang menyertakan sebuah tautan (link) untuk menuju ke sebuah produk yang dipesan si pembeli. Namun, begitu link itu diklik, tidak ada informasi lebih lanjut yang muncul.
Jadi, beberapa hari lalu, ada orang yang kirim chat untuk order suatu barang. Terus, pas link itu diklik, link itu tidak memberi informasi apapun. Saya curiga si peretas memakai teknik phising untuk mencuri username dan password.
Ara sendiri berharap pihak Instagram segera merespons email yang ia kirim, karena di sana ia telah menceritakan aksi peretasan dan memberi sejumlah bukti yang membuktikan bahwa keluarganya adalah pemilik akun Nyonya Bateeq. Ara juga mewanti-wanti para pedagang toko online di Instagram agar meningkatkan keamanan akun dan waspada terhadap segala aksi pengelabuan.
