Tri Buka Peluang Akuisisi Operator Telekomunikasi Lain

Konsolidasi terus disuarakan oleh pemerintah, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), kepada para operator telekomunikasi di Indonesia. Hal ini didorong demi menyehatkan persaingan di industri telekomunikasi yang jumlah pemainnya dinilai terlalu banyak.
Langkah konsolidasi ini bisa dilakukan dengan cara akuisisi operator lain atau merger alias menyatukan dua perusahaan menjadi satu. Saat ini, operator seluler yang beroperasi di Indonesia adalah Telkomsel, Indosat Ooredoo, XL Axiata, Hutchison Tri, dan Smartfren.
Dari pihak Tri, mereka mengaku terbuka dengan konsolidasi. CEO Hutchison Tri Indonesia, Cliff Woo, menyatakan perusahaannya telah memiliki pengalaman dalam hal mengakuisisi, seperti yang dilakukan induk mereka CK Hutchison Holding Limited.
"Kami terbuka untuk peluang konsolidasi. Persaingan (bisnis telekomunikasi) di Indonesia sudah sangat ramai. Itu (konsolidasi) bagus dilakukan untuk menyehatkan persaingan," jelas Cliff, saat dijumpai dalam jumpa pers di kawasan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat (8/3).
"Saya tidak terkejut jika shareholder para operator seluler sudah mulai berdiskusi satu sama lain soal konsolidasi," imbuhnya.
Bukan sebagai pihak yang diakuisisi, Tri menegaskan mengambil posisi sebagai pihak yang mengakuisisi. Hal ini disampaikan oleh Vice President Tri, Danny Buldansyah, yang juga ditemui di tempat yang sama.
"Hutchison melihat konsolidasi sebagai hal positif. Di tempat lain, Hutchison berepran sebagai yang membeli. Kami harap konsolidasi akan terjadi dan sesuai aturan yang berlaku," jelas Danny.
Belakangan, mulai beredar isu dan rumor seputar konsolidasi operator telekomunikasi di Indonesia. Operator-operator telekomunikasi memang sudah menyatakan mendukung konsolidasi, namun belum ada yang benar-benar bergerak untuk mewujudkannya. Setidaknya belum terungkap.
