Uber Bantah Curi Teknologi Mobil Otonom Google Waymo

Jika dahulu Samsung dan Apple dikenal sebagai dua pihak yang berperang dalam sengketa paten teknologi ponsel dan tablet, maka untuk sektor sengketa paten teknologi mobil pintar, dua pemain yang mungkin akan selalu dikaitkan dengan hal itu adalah Uber dan Waymo. Bendera perang di antara keduanya telah dikibarkan. Adalah Waymo yang pertama kali mengibarkan bendera perang itu dengan mengajukan tuntutan hukum ke Uber dengan tudingan sejumlah karyawan Uber dan Otto (anak usaha Uber yang mengembangkan truk otonom) telah mencuri teknologi yang dikembangkan Waymo, ketika perusahaan itu masih berada di bawah divisi penelitian dan pengembangan Google X. Uber akhirnya angkat bicara mengenai tudingan Waymo tersebut dalam sidang perdana yang berlangsung awal April 2017. Dalam sebuah dokumen kepada pengadilan, Uber berkata sudah merancang komponen kunci kendaraan otonom sebelum kehadiran Anthony Levandowski. Dia adalah salah satu mantan karyawan Google yang turut mendirikan Otto. Baca: Uber Dituduh Curi Teknologi Mobil Pintar Google Teknologi yang dipermasalahkan oleh Uber dan Waymo, tak lain dan tak bukan, adalah Light Detection and Ranging (LiDAR). LiDAR sendiri terdiri atas peranti lunak dan peranti keras yang terintegrasi dalam kamera dan radar untuk mendeteksi lingkungan sekitar, GPS, komputer, sensor canggih, dan sistem peta digital untuk membantu mobil menavigasi ke alamat tujuan. Uber berkata mereka menggunakan empat lensa dalam sistem LiDAR, sementara teknologi Waymo memakai desain lensa tunggal.

Waymo juga menuding Levandowski telah berkolusi dengan Uber untuk melakukan pencurian berencana 14.000 file dokumen, termasuk paten dari mobil otonom Google sebelum meninggalkan perusahaan itu, dan membangun Otto pada Februari 2016. Levandowski tidak sendirian dalam aksinya menyalin 14.000 berkas berukuran total 9,7 GB ini. Dokumen gugatan mengatakan Levandowski dibantu oleh mantan karyawan Waymo yang kemudian ikut bergabung ke Otto. Dia lalu menjual Otto ke Uber senilai 680 juta dolar AS enam bulan kemudian. Kuasa hukum Uber berkata mereka tidak menemukan bukti-bukti file yang ditudingkan kepada Levandowski, seperti dikutip dari The New York Times.
Uber tidak pernah memiliki --dan tidak pernah menggunakan-- informasi dari Levandowski yang diduga diambil dari Waymo.
Sementara itu, Waymo memberikan kisah baru yang mereka dapat dari pemasok komponen LiDAR mobil otonom Uber. Dalam desain cetak biru papan sirkuit LiDAR Uber, Waymo mengatakan desain itu memiliki "kemiripan yang mencolok" dengan desain papan sirkuit Waymo. Tetapi Uber lagi-lagi membantah hal ini, dengan menyebut desain itu berbeda jauh dan teknologi mereka pasti terus berkembang. Levandowski sendiri merupakan pendiri 501 Systems, sebuah perusahaan rintisan (startup) kendaraan otonom yang diakuisisi Google di awal mereka menjalankan proyek pintar. Setelah meninggalkan Google, Levandowski membangun Otto bersama dengan Lior Ron, mantan kepala Google Maps selama tiga tahun. Baca: Google Waymo Minta Mobil Pintar Uber Diblokir Hakim William Alsup dari Pengadilan Distrik AS di San Francisco, mengatakan dalam sidang bahwa dugaan pencurian dokumen yang dilakukkan Levandowski ini belum cukup bukti untuk memenuhi permintaan Waymo yang ingin agar mobil otonom Uber diblokir di jalan raya.
