Kumparan Logo

Uber Pecat Bos Mobil Otonom yang Dituduh Curi Dokumen Google Waymo

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kantor Uber di Queens, New York. (Foto: Brendan McDermid/Reuters)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Uber di Queens, New York. (Foto: Brendan McDermid/Reuters)

Perusahaan penyedia layanan transportasi online Uber akhirnya memutuskan untuk memecat teknisi kepala program mobil otonomnya, Anthony Levandowski. Keputusan ini diambil setelah Levandowski menolak bekerja sama dalam perang hukum antara Uber dengan Waymo dalam kasus paten teknologi mobil pintar.

Uber telah meminta Levandowski selama berbulan-bulan untuk membantu penyelidikan internal atas pembelaannya terhadap tuduhan Waymo. Namun ia justru meminta hak untuk melindungi diri sendiri dari tuduhan, dan menyewa pengacara untuk mewakilinya.

Tindakan Levandowski yang tidak kooperatif dan mengulur waktu ini menjadi alasan Uber memecat pendiri perusahaan Otto yang fokus pada pengembangan truk otonom. Otto sendiri, telah diakuisisi oleh Uber pada Agustus 2016 dengan mahar 680 juta dolar AS. Ia sudah mengundurkan diri dari posisinya di tim mobil otonom Uber, meski belum sepenuhnya keluar dari perusahaan.

[Baca juga: Uber Dituduh Curi Teknologi Mobil Pintar Google]

Proyek pengembangan mobil otonom Uber sendiri kini diambilalih oleh Eric Meyhofer.

"Kegagalan Anda menghalangi penyelidikan internal Uber dan pembelaan atas tuntuan hukum yang disebutkan di atas dan merupakan dasar penyebab pemberhentian," tulis penasihat umum Uber Salle Yoo di surat pemberhentian Levandowski.

Mobil tanpa sopir milik Uber. (Foto: Uber via Twitter)
zoom-in-whitePerbesar
Mobil tanpa sopir milik Uber. (Foto: Uber via Twitter)

Levandowski sendiri menjadi pusat perhatian dalam perang hukum antara Uber dan Waymo, anak usaha Alphabet yang membangun operasi mobil otonom Google. Waymo menuduh Levandowski telah mencuri 14.000 dokumen sebelum meninggalkan Google pada Januari 2016, dan kemudian menggunakan dokumen itu untuk membantu menciptakan sistem LiDAR (Light Derection and Ranging), teknologi sensor Otto yang menjadi kunci pengembangan dalam mobil tanpa sopir Uber.

[Baca juga: Uber Harus Kembalikan Dokumen Mobil Otonom Milik Google]

Pada awal bulan Mei, Hakim William Alsup secara resmi melarang Levandowski dari semua pekerjaan yang terkait dengan sistem LiDAR di Uber. Ia juga memberikan tenggat waktu hingga 31 Mei bagi Uber untuk mengembalikan dokumen-dokumen Waymo tersebut.

Hakim juga meminta perusahaan untuk menyerahkan detail catatan tentang "konferensi, pertemuan, panggilan telepon, percakapan satu lawan satu, teks, email, surat, memo, dan voicemail, di mana Levandowski menyebutkan sistem LiDAR kepada semua pegawai, direktur, karyawan, agen, pemasok, atau konsultan terdakwa."

Menanggapi perintah pengadilan, Uber menulis surat kepada Levandowski pada 15 Mei yang mengeluarkan serangkaian tuntutan dan mengancam akan memecatnya jika ia tidak patuh. Levandowski sendiri mengeluarkan pernyataan tertulis yang berisi bantahan dirinya pernah mengambil dokumen dari Google, atau jika ia mengambil dan menyerahkannya ke pengacara Uber.

[Baca juga: Uber Ancam Pecat Ahli Mobil Otonom yang Dituduh Curi Dokumen Google]