Kumparan Logo

Uber Ancam Pecat Ahli Mobil Otonom yang Dituduh Curi Dokumen Google

kumparanTECHverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kantor Uber di New Delhi, India. (Foto: REUTERS/Anindito Mukherjee)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Uber di New Delhi, India. (Foto: REUTERS/Anindito Mukherjee)

Uber menemui masalah serius dalam mengembangkan proyek mobil otonomnya. Waymo, anak usaha Google yang menggarap teknologi mobil otonom, menuduh Uber telah mencuri teknologi yang mereka kembangkan dan digunakan dalam proyek Uber.

Pengadilan San Francisco, California, AS, memerintahkan Uber untuk mengembalikan ribuan dokumen yang berasal dari Waymo. Dalam memberikan putusan, pengadilan menyebutkan mantan teknisi mobil otonom Google yang kini bekerja untuk Uber, Anthony Levandowski, terbukti membawa ribuan dokumen dari Waymo.

Levandowski dituduh membawa dokumen-dokumen itu ke Uber setelah memutuskan pergi dari Google. Uber pun memilih langkah tegas dalam menangani masalah ini. Perusahaan transportasi online itu mengancam akan memecat Levandowski, yang juga bekerja sebagai ahli mobil otonom di Uber, jika ia tidak mengembalikan dokumen yang telah dicuri.

Beredar dugaan Levandowski menggunakan dokumen curian itu untuk membantu menciptakan sistem LiDAR (Light Derection and Ranging), teknologi sensor yang menjadi kunci dalam mobil tanpa sopir Uber.

Baca juga: Uber Harus Kembalikan Dokumen Mobil Otonom Milik Google

Pengadilan San Francisco memberikan tenggat waktu hingga 31 Mei bagi Uber untuk mengembalikan dokumen-dokumen Waymo tersebut.

Uber sudah memerintahkan Levandowski untuk mengembalikan ribuan dokumen itu, jika tidak, maka ia terancam dipecat. Dilansir Reuters, pengacara Levandowski meminta hakim untuk mengubah putusannya sehingga Uber tidak perlu memecat Levandowski jika kliennya itu menolak untuk memberikan dokumennya.

Levandowski meninggalkan Waymo pada Januari 2016 dan membangun sebuah startup mobil otonom bernama Otto, yang kemudian dibeli Uber pada Agustus 2016 dengan mahar 680 juta dolar AS. Ia sudah mengundurkan diri dari posisinya di tim mobil otonom Uber, meski belum sepenuhnya keluar dari perusahaan.

Uber sendiri belum memberikan bantahan terkait tuduhan jika Levandowski telah membawa dokumen Waymo, tetapi mereka menegaskan tidak menggunakan teknologi Waymo dalam mobilnya.

Baca juga: Riset Mobil Otonom Uber Diperluas ke Luar Amerika Serikat