Visi Mark Zuckerberg Bangun Superintelligence: AI Personal untuk Semua Orang
·waktu baca 2 menit

Belakangan ini CEO Meta, Mark Zuckerberg, sibuk merekrut ilmuwan terbaik di bidang kecerdasan buatan (AI) hingga membentuk tim baru Superintelligence Labs. Ternyata, alasan di balik itu semua adalah untuk membangun AI yang lebih personal untuk memberdayakan penggunanya, bukan sekadar otomatisasi dan efisiensi.
Visinya untuk "personal superintelligence" (super intelijen pribadi) disampaikan dalam surat yang dipublikasikan di situs resmi Meta, Rabu (30/7) waktu setempat. Zuckerberg mengatakan visi Meta berbeda dari visi lain di industri ini yang mengarahkan AI untuk mengotomatiskan semua pekerjaan.
"Visi Meta adalah menghadirkan kecerdasan super pribadi kepada semua orang. Kami percaya untuk menempatkan kekuatan ini di tangan setiap orang dan mengarahkannya kepada nilai-nilai yang mereka hargai dalam hidup mereka.
- Mark Zuckerberg, CEO Meta -
Dalam hal ini kepercayaan Meta bahwa orang-orang yang mengejar aspirasi individual adalah kunci kemajuan dalam memperluas kesejahteraan, ilmu pengetahuan, kesehatan, dan budaya serta akan semakin penting di masa depan.
Namun, Zuckerberg memiliki kekhawatiran baru dalam sisi keamanan. Menurutnya, kita perlu cermat dalam memitigasi risiko ini dan berhati-hati dalam memilih sumber terbuka.
"Kami percaya bahwa membangun masyarakat yang bebas mengharuskan kita untuk memberdayakan masyarakat semaksimal mungkin," tulis Zuckerberg.
Ia menjelaskan, sisa dekade ini menjadi periode penentu arah yang akan diambil teknologi kecerdasan buatan, dan apakah super intelijen akan menjadi alat untuk memberdayakan penggunanya atau kekuatan yang difokuskan untuk menggantikan sebagian besar masyarakat.
Zuckerberg tidak menguraikan produk atau aplikasi spesifik yang direncanakan Meta dalam suratnya. Namun ia memandang super intelijen sebagai alat untuk pemberdayaan personal alih-alih otomatisasi dan efisiensi.
"Kami memiliki sumber daya dan keahlian untuk membangun infrastruktur masif yang dibutuhkan, serta kemampuan dan tekad untuk menghadirkan teknologi baru kepada miliaran orang di seluruh produk kami," jelas Zuckerberg.
Sikap ambisius Zuckerberg, membuat Meta mengeluarkan dana miliaran dolar AS untuk merekrut peneliti dan insinyur AI terkemuka dalam beberapa minggu terakhir. Perusahaan ini telah berlomba untuk bersaing dengan pesaing seperti OpenAI dan Google.
Pada Juni 2025, Meta mengumumkan rencana investasi sebesar 14,3 miliar dolar atau sekitar Rp235 triliun (kurs Rp16.463) ke scale dan merekrut CEO-nya, Alexandr Wang. Beberapa minggu kemudian, Zuckerberg mengungkapkan unit bisnis baru bernama Meta Superintelligence Labs, yang berfokus pada pengembangan model AI dasar, seperti Llama open-source, hingga proyek penelitian Fundamental AI Research.
Wang memimpin divisi tersebut sebagai Chief AI Officer Meta. Meta juga telah merekrut beberapa talenta dari Anthropic, OpenAI, dan Google.
Reporter: Muhamad Ardyansyah
