kumparan
28 Juni 2018 15:52

Waspada Aplikasi Pinjam Uang Ambil Data Kontak dan Baca SMS di Ponsel

Ilustrasi Uang Rupiah
Ilustrasi Uang Rupiah (Foto: REUTERS/Beawiharta)
Di era yang serba digital seperti sekarang, segala jenis penawaran jasa secara online memang sangat menggiurkan, termasuk pinjaman uang yang bisa dicairkan tanpa jaminan. Apalagi di saat seseorang membutuhkan uang secara cepat dengan cara yang praktis.
ADVERTISEMENT
Meski terdengar mudah, ada baiknya calon peminjam untuk lebih selektif dalam memilih jasa pinjaman dana, apalagi lewat aplikasi online. Karena dengan teknologi, penyedia jasa mungkin saja memiliki praktek penagihan utang dengan cara yang kurang menyenangkan. Bahkan, bisa melakukan si peminjam.
Seperti permasalahan tentang praktik penagihan utang yang dilakukan oleh penyedia jasa peminjaman online RupiahPlus yang menagih utang dengan cara menghubungi sejumlah kontak nomor telepon yang ada di ponsel si peminjam uang. Bisa jadi pula orang yang dihubungi oleh penagih utang itu tidak dimasukkan ke dalam daftar emergency contact.
Hal ini tentu akan memalukan bagi si peminjam uang, karena daftar kontak yang ada di ponselnya itu pasti terdiri dari berbagai orang, mulai dari kerabat, keluarga, rekan kerja, bahkan hingga orang yang tidak dikenal.
ADVERTISEMENT
Lalu, dari mana aplikasi RupiahPlus memperoleh data-data pribadi seperti daftar kontak dari peminjam uang?
Data pribadi yang diakses aplikasi pinjam uang
Ternyata, hal itu memang bisa dilakukan RupiahPlus terhadap semua peminjam uang yang menggunakan aplikasinya. Dalam syarat dan ketentuan di aplikasinya alias 'Permission', RupiahPlus meminta akses untuk membuka dan melihat seluruh daftar kontak pada ponsel peminjam uang.
Bukan cuma itu. RupiahPlus juga meminta akses untuk membaca SMS, menerima SMS yang masuk, hingga mengirim SMS ke seluruh daftar kontak.
Secara teknis, pihak RupiahPlus tidak melanggar aturan karena telah mencantumkan permintaan akses itu dalam detail 'Permission' dalam aplikasinya.
Dengan menginstal dan menggunakan aplikasi RupiahPlus, maka peminjam telah memberikan izin kepada pihak aplikasi untuk mengakses kontak, SMS, lokasi, riwayat panggilan telepon, hingga file yang ada di dalam ponsel.
ADVERTISEMENT
Jika peminjam uang memberikan izin untuk akses-akses tersebut, maka tidak salah jika penyedia pinjaman bisa melakukan hal-hal yang tercantum dalam 'Permission' mereka.
RupiahPlus
Aplikasi pinjam uang RupiahPlus. (Foto: RupiahPlus)
Kasus ini mirip skandal penyalahgunaan data Facebook dengan firma konsultan data Cambridge Analytica mengambil data pengguna Facebook lalu memanfaatkannya untuk tujuan politik memenangkan Donald Trump dalam pemilihan umum AS tahun 2016.
Oleh karena itu, para pengguna harus waspada sebelum menginstal suatu aplikasi. Perhatikan keterangan 'Permission' yang ada di bagian bawah halaman instal aplikasinya, apa saja akses yang diminta oleh aplikasi tersebut terhadap data pribadimu.
Perhatikan ketentuan aplikasi peminjaman uang
Pakar keamanan siber, Alfons Tanujaya, melihat dalam masalah ini memang pengguna yang memiliki keleluasaan untuk memberikan akses data-data tersebut atau tidak. Menurutnya, apabila pengguna bersedia untuk melakukan pinjaman uang di aplikasi tersebut, maka ia harus mau memberikan akses data-data dalam ponselnya sebagai jaminan.
ADVERTISEMENT
"Kalau memang aplikasi membutuhkan akses kontak pengguna seperti aplikasi Identifikasi Caller, identifikasi SMS itu tidak bisa berfungsi kalau tidak mendapatkan hak akses ke kontak dan SMS," ujar Alfons, saat dihubungi kumparan.
Ia menjelaskan, sebagai aplikasi pinjaman uang tanpa jaminan, pengguna aplikasi di awal sudah diinformasikan dengan jelas apa saja hak yang diberikan.
"Kalau mereka tidak memberikan hak akses tersebut maka pinjaman tidak akan diberikan. Kira-kira trade off-nya seperti itu," jelasnya.
Ponsel pintar
Ilustrasi pengguna ponsel pintar. (Foto: Niekverlaan via Pixabay)
Bukan hanya RupiahPlus yang menjalankan praktik seperti ini. Aplikasi pinjam uang populer lain juga ternyata turut menggunakan cara yang sama, yaitu meminta akses terhadap daftar kontak dalam ponsel pengguna dan juga bisa membaca serta mengirim SMS ke kontak tersebut.
Jadi bisa disimpulkan bahwa meski penyedia pijaman tidak meminta jaminan dalam bentuk benda, secara tidak langsung pihak penyedia pinjaman meminta data kontak di dalam ponsel peminjam untuk memudahkan mereka dalam menghubungi orang yang dikenali oleh si peminjam.
ADVERTISEMENT
"Dari sisi privasi pengguna, saya tidak menyarankan menggunakan aplikasi ini," imbau Alfons.
Tapi, hal ini bukan berarti platform pinjam uang adalah layanan yang buruk. Karena semuanya kembali kepada para pengguna itu sendiri. Apabila yakin meminjam dan tidak akan sampai telat ketika ditagih debt collector, maka kemungkinan besar daftar kontak yang ada di ponselmu tidak akan dihubungi.
Namun, apabila kamu memilih menjaga privasimu baik-baik, maka sebaiknya tinggalkan layanan pinjam uang secara online.
RupiahPlus sendiri dalam situs resminya berjanji tidak akan mengungkap informasi pribadi pengguna kepada pihak ketiga tanpa persetujuan. Tapi, ada pengecualian apabila terjadi pengembalian yang terlambat dan kebutuhan layanan.
Ada baiknya pengguna lebih teliti lagi dalam membaca syarat dan ketentuan aplikasi peminjaman dana. Jika telat sedikit saja, bukan tidak mungkin tetanggamu yang sudah pindah negara jadi korban penagihan utangmu.
ADVERTISEMENT
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan