WhatsApp Mulai Sebar Notifikasi Kebijakan Baru, Ini Penampakannya

WhatsApp memberikan notifikasi terbaru soal kebijakan privasi teranyar mereka yang kontroversial. Notifikasi ini pertama kali terpantau oleh kumparanTECH pada Senin (8/3) siang, lewat update versi 2.21.4.22 untuk perangkat Android di Play Store.
Notifikasi ini terletak di bagian atas antarmuka WhatsApp, tepat di atas sesi chat pertama di history obrolan kamu. Melalui notifikasi ini, WhatsApp memberikan sejumlah klarifikasi kunci terkait kebijakan privasi mereka yang kontroversial sejak diperkenalkan pada awal tahun ini.
Menariknya, di notifikasi itu WhatsApp tetap tidak menyediakan opsi untuk pengguna menolak kebijakan baru mereka. Pengguna hanya bisa meng-klik link yang disediakan untuk informasi lebih lanjut, klik ‘Accept’, atau mengetuk tanda ‘X’ di bagian kanan atas antarmuka untuk mengakhiri sesi tampilan notifikasi.
WhatsApp pun sebenarnya telah menegaskan kalau pengguna mereka mesti menerima kebijakan ini. Kalau tidak, pengguna tak bisa memakai layanan WhatsApp mulai dari chat sampai telepon. Bagaimanapun, akun mereka tetap disimpan secara default oleh WhatsApp jika sewaktu-waktu mereka berubah pikiran.
Di sisi lain, perwakilan WhatsApp menyebut bahwa mereka tetap memberikan pilihan bagi pengguna yang chat-nya enggak mau dibagikan ke Facebook.
“Dengan kebijakan ini, orang punya pilihan. Kamu bisa memilih untuk berbicara dengan (akun) Business (API) atau tak mau berbicara dengan (akun) Business (API). Pilihan itu terserah kamu,” kata Sravanthi Dev, Direktur Komunikasi WhatsApp Asia Pasifik, kepada sejumlah jurnalis di Indonesia, Rabu (17/2).
Sejak awal tahun, WhatsApp menuai kritik setelah mengumumkan kebijakan privasi baru. Kebijakan itu meliputi bagaimana WhatsApp memproses data pengguna, bagaimana perusahaan dapat menggunakan layanan yang di-hosting Facebook untuk menyimpan dan mengelola obrolan WhatsApp.
Selain itu juga bagaimana WhatsApp akan segera bermitra dengan Facebook untuk menawarkan integrasi yang lebih dalam di semua produk perusahaan induk. Kebijakan ini hanya berlaku pada sesi chat pengguna dengan akun WhatsApp Business API saja, di mana sesi chat itu tidak lagi terenkripsi secara end-to-end.
WhatsApp Business API merupakan layanan WhatsApp khusus untuk perusahaan melayani konsumennya lewat chat. Ia merupakan satu-satunya layanan WhatsApp yang berbayar, di mana para penggunanya berasal dari perusahaan besar.
Praktik membagikan data ke Facebook semacam ini sudah dilakukan WhatsApp sejak 2016. Perusahaan menyebut kalau pengumuman kebijakan baru itu bertujuan untuk lebih transparan terhadap pengguna.
Meski demikian, saat itu WhatsApp masih memberikan pilihan pengguna untuk menolak membagikan datanya ke Facebook. Nah, ketiadaan opsi untuk menolak saat ini, dan rekam jejak penyalahgunaan data pengguna oleh Facebook, membuat para pengguna WhatsApp khawatir.
Penolakan dari para pengguna membuat WhatsApp mengundur penerapan kebijakan baru mereka itu, dari yang awalnya dimulai pada 8 Februari 2021 menjadi 15 Mei 2021.
WhatsApp sendiri menyebut bahwa kontroversi kebijakan baru mereka disebabkan oleh misinformasi. Oleh karena itu, sejak pertengahan Februari lalu WhatsApp sudah ancang-ancang memberikan klarifikasi terbaru lewat pemberitahuan di aplikasi mereka.
"Kami akan membagikan lebih banyak lagi informasi di dalam aplikasi WhatsApp. Kami akan menampilkan banner pada bagian atas daftar chat anda yang berisi informasi lebih lanjut mengenai pembaruan dari kami," jelas Cathcart dalam keterangan video yang diterima kumparanTECH pada Jumat (19/2).
Kehadiran notifikasi baru ini menjadi saluran klarifikasi tambahan yang digunakan oleh WhatsApp. Sebelumnya, WhatsApp juga menggunakan fitur Status di platform-nya untuk menginformasikan soal apa yang akan terjadi ketika aturan privasi ini akan dilaksanakan.
