Inggris Siapkan Dana Rp 14,5 Triliun untuk Perkuat Keamanan AI

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi Inggris. Foto: Tomas Marek/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Inggris. Foto: Tomas Marek/Shutterstock

Pemerintah Inggris mengalokasikan dana sekitar 600 juta pound sterling atau Rp 14,5 triliun untuk memperkuat pertahanan terhadap ancaman kesehatan dan keamanan yang berkaitan dengan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Pendanaan tersebut diumumkan pada Sabtu (24/10), dengan porsi terbesar diarahkan untuk menghadapi ancaman biologis.

Salah satu program utama yang mendapat pendanaan adalah inisiatif keamanan biologis atau biosecurity. Pemerintah Inggris mengalokasikan 100 juta pound sterling untuk membangun laboratorium yang menggunakan AI guna mendeteksi ancaman biologis, serta 65 juta pound sterling untuk mengembangkan langkah penanggulangan patogen.

Menteri AI Inggris, Kanishka Narayan, mengatakan pemerintah ingin menjadikan AI Biosecurity Lab sebagai lembaga global terkemuka di bidangnya.

“Tujuannya adalah mempertemukan para ahli ilmiah terkemuka dunia untuk melindungi masyarakat dari ancaman biologis yang terus bermunculan,” kata Narayan.

Sejumlah perusahaan teknologi juga akan mendukung inisiatif tersebut. OpenAI dan Anthropic akan menyediakan kredit penggunaan model AI senilai hingga 200 juta pound sterling. Sementara itu, Google DeepMind dan perusahaan rintisan bidang ilmu hayati berbasis di London, Basecamp Research, akan memberikan dukungan lainnya.

Selain keamanan biologis, pemerintah Inggris akan mengalokasikan tambahan 120 juta pound sterling untuk AI Security Institute, lembaga yang berfokus pada keamanan AI.

Pemerintah juga menyiapkan 130 juta pound sterling untuk proyek baru yang bertujuan meningkatkan pertahanan siber pada infrastruktur kritis dan perekonomian secara lebih luas. Pendanaan ini mencakup pengembangan National Cyber Shield dan National Exposure and Real-Time Vulnerability Centre.

Ilustrasi artificial intelligence. Foto: Shutterstock

Berikut rincian alokasi pendanaan AI lainnya yang diumumkan pemerintah Inggris:

  • 60 juta pound sterling untuk dana investasi bagi perusahaan Inggris yang memanfaatkan AI guna mengembangkan robotika, sistem otonom, dan manufaktur.

  • 60 juta pound sterling untuk penelitian AI dan kontrak pengadaan.

  • 23 juta pound sterling untuk penelitian mengenai dampak ekonomi AI.

  • 18 juta pound sterling untuk mendirikan akademi desain cip.

  • 15 juta pound sterling untuk mendanai penghargaan bagi solusi AI yang dapat mengatasi persoalan kebijakan publik, dengan fokus awal pada sektor kesehatan.

  • 30 juta pound sterling untuk para wali kota regional guna mendukung pengembangan AI di wilayah masing-masing.

Pemerintah Inggris juga akan memberikan tambahan dana dengan nominal yang belum disebutkan kepada National Cyber Security Centre. Dana tersebut akan digunakan untuk memperluas operasional lembaga itu di Manchester.

Besarnya pendanaan ini menunjukkan fokus pemerintah Inggris dalam mengembangkan AI sekaligus mengantisipasi risiko yang menyertainya, mulai dari ancaman biologis hingga serangan siber.

Di sisi lain, pengembangan AI juga membutuhkan biaya operasional yang besar bagi perusahaan teknologi. Anthropic, misalnya, mencatat pengeluaran operasional lebih dari 12 miliar dolar AS pada tahun lalu.