OpenAI Rilis Asisten AI dots, Saingi Meta Muse Charm

kumparanTEKNOverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
OpenAI meluncurkan asisten kecerdasan buatan otonom bernama dots. Foto: OpenAI
zoom-in-whitePerbesar
OpenAI meluncurkan asisten kecerdasan buatan otonom bernama dots. Foto: OpenAI

OpenAI merilis asisten kecerdasan buatan (AI) otonom bernama dots. Agen AI dengan wujud karakter ini diluncurkan setelah CEO Meta, Mark Zuckerberg, memperkenalkan Muse Charm di acara Connect 2026 beberapa waktu lalu.

Kehadiran asisten pintar OpenAI ini menandai babak baru dalam kompetisi teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence) generatif yang kini bergeser ke arah asisten mandiri atau agentic helpers.

dots dirancang untuk bekerja terus-menerus di latar belakang tanpa henti, menghubungkan berbagai aplikasi, serta mempelajari preferensi pengguna seiring berjalannya waktu.

Pengguna dapat mendelegasikan berbagai tugas kompleks secara otomatis kepada agen digital ini tanpa harus memantau prosesnya setiap detik.

Daftar isi

Pakai Model GPT-6 Astra

OpenAI meluncurkan asisten kecerdasan buatan otonom bernama dots. Foto: OpenAI

Asisten pintar dots ditenagai langsung oleh model bahasa teranyar buatan perusahaan, yaitu GPT-6 Astra. Model ini memungkinkan dots memiliki komputer awan (cloud computer) mandiri untuk menjelajahi peramban web serta mengakses lebih dari 4.000 aplikasi yang didukung secara langsung.

Cara berinteraksi dengan dots dibuat sangat intuitif, mirip dengan mengirim pesan teks biasa atau melakukan panggilan suara langsung melalui aplikasi ChatGPT di desktop, web, maupun perangkat seluler. Fleksibilitas ini membuat pengguna dapat mengontrol asisten digital mereka dengan sangat mudah dari mana saja.

"Anda dapat mengajukan pertanyaan, mengeksplorasi ide, dan mengarahkan pekerjaan—dan saat perlu membahas sesuatu, Anda dapat berbicara dengannya melalui panggilan suara. Semakin sering Anda bekerja sama, semakin dot memahami preferensi, cara berpikir, dan standar hasil kerja yang baik menurut Anda," tulis Open AI dalam situs resminya.

Selain itu, dots memiliki kemampuan untuk terintegrasi dengan platform kolaborasi kerja populer seperti Microsoft Teams dan Slack. Integrasi ini memastikan dots mampu membawa konteks percakapan dan data dari sesi sebelumnya di berbagai aplikasi serta perangkat, sehingga tidak ada informasi penting yang terlewat dalam alur kerja profesional.

Mengerjakan Pekerjaan Sebelum Terpikirkan

OpenAI meluncurkan asisten kecerdasan buatan otonom bernama dots. Foto: OpenAI

Salah satu klaim OpenAI mengenai kelebihan dots ialah ia dapat bekerja secara mandiri selama 24 jam dan 7 hari penuh alias tanpa henti.

"Keistimewaan dots terasa saat hasil kerjanya sesuai dengan cara Anda mengerjakannya sendiri—bahkan sebelum Anda terpikir untuk memintanya. Ide dan proyek ambisius yang belum sempat Anda jalankan karena keterbatasan waktu atau dukungan mulai terasa mungkin diwujudkan," kata OpenAI.

Sebagai contoh, misalnya sebuah bug dilaporkan di Slack perusahaan, dots yang terhubung ke Slack akan langsung mulai menyelidikinya.

"Anda tetap dapat mengajukan pertanyaan, mengeksplorasi ide, dan mengarahkan pekerjaan seperti di ChatGPT, sementara dot Anda memantau pekerjaan yang sedang berlangsung," terangnya.

Meskipun saat ini pengguna baru bisa mengaktifkan satu Dots, OpenAI berencana membuka fitur agar pengguna dapat menjalankan beberapa agen sekaligus di masa depan. Dots akan mengirimkan pembaruan berkala dan mengajukan pertanyaan klarifikasi melalui pesan teks saat mereka sedang menyelesaikan tugas yang diberikan.

Soal Privasi Gimana?

OpenAI meluncurkan asisten kecerdasan buatan otonom bernama dots. Foto: OpenAI

Langkah agresif OpenAI merilis dots ini terjadi hanya berselang beberapa minggu setelah Meta meluncurkan asisten virtual customizable bernama Muse. Namun, popularitas Muse belakangan ini diiringi oleh kekhawatiran terkait privasi setelah muncul laporan bahwa asisten pintar tersebut membocorkan alamat pribadi seorang pengguna kepada pembeli di Facebook Marketplace tanpa izin.

Mengantisipasi masalah serupa, OpenAI membekali dots dengan aturan bawaan untuk menentukan kapan agen tersebut boleh bertindak secara independen. Pengguna juga dapat menyusun aturan khusus yang membatasi tindakan tertentu atau mewajibkan asisten pintar ini meminta izin terlebih dahulu sebelum mengeksekusi perintah krusial.

Teknologi ini juga dilengkapi dengan fitur peninjauan otomatis (auto-review) untuk memverifikasi keselarasan tindakan dengan regulasi keselamatan. Asisten pintar ini secara otomatis akan menyerahkan tugas-tugas sensitif yang memiliki risiko keamanan tinggi kepada pengguna, seperti saat melakukan perubahan kata sandi (password).