

kumparanTEKNO
4 jam
Hacker bobol bank darah Prancis
Kelompok hacker baru saja menyerang sistem pendingin milik Lembaga Donor Darah Nasional Prancis (EFS). Pelaku sengaja memprogram ulang suhu lemari pendingin agar melonjak ekstrem hingga 110°C, melenceng jauh dari standar penyimpanan normal di angka -30°C.
Fasilitas pendingin ini menampung ribuan sampel darah serta kantong plasma untuk transfusi dan bahan baku obat-obatan kritis. Beruntung, sistem alarm otomatis langsung mendeteksi anomali suhu tersebut dan menggagalkan kerusakan material. Otoritas Prancis pun berhasil menyelamatkan seluruh pasokan darah tanpa kerugian sedikit pun.
Aksi sabotase ini memperpanjang rentetan serangan siber terkoordinasi di Benua Biru. Pada hari yang sama, peretas juga menyerang salah satu bank koperasi terbesar di Prancis, Crédit Mutuel Arkéa.
Sebelumnya, pelaku siber bahkan melumpuhkan sistem pendingin di ratusan supermarket di Prancis, Belgia, dan Belanda. Serangan tersebut memaksa peritel membuang berton-ton stok makanan beku dengan total kerugian mencapai triliunan rupiah.
Bagaimana kamu melihat ancaman peretas yang kini mulai menargetkan fasilitas vital masyarakat seperti ini?
📷: REUTERS/Benoit Tessier
📝: kumparantekno | update | tekno | oneliner | updateme | R121 | E038 | E004
0 Komentar
Belum ada komentar
