Kumparan Logo

1.200 Orang Ramaikan Festival Indonesia di Bucharest, Nasi Padang Jadi Favorit

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Para pengunjung padati Indonesia Summer Festival 2026 di KBRI Bucharest (12/9).Foto: Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Para pengunjung padati Indonesia Summer Festival 2026 di KBRI Bucharest (12/9).Foto: Istimewa

Kekayaan kuliner dan budaya Indonesia diperkenalkan kepada masyarakat Rumania melalui Indonesia Summer Festival 2026 yang digelar di halaman Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bucharest, Sabtu (12/9). Salah satu yang menarik perhatian pengunjung adalah beragam makanan Nusantara, mulai dari nasi Padang hingga empek-empek.

Festival yang digelar KBRI Bucharest bersama Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) di Rumania tersebut dihadiri sekitar 1.200 pengunjung. Mereka berasal dari komunitas Indonesia, masyarakat Rumania, korps diplomatik, hingga warga yang pernah memiliki pengalaman dengan Indonesia, termasuk alumni program beasiswa Darmasiswa.

Tak hanya kuliner, pengunjung juga diajak mengenal Indonesia melalui berbagai pertunjukan seni, musik tradisional, produk Nusantara, hingga layanan spa.

Antrian para pengunjung di stan kuliner Indonesia pada Indonesia Summer Festival 2026 di KBRI Bucharest (12/9). Foto: Istimewa

Duta Besar Republik Indonesia untuk Rumania merangkap Republik Moldova, Meidyatama Suryodiningrat, mengatakan festival tersebut menjadi kesempatan untuk memperkenalkan Indonesia sekaligus membangun hubungan yang lebih dekat antara masyarakat kedua negara.

“Selain menikmati keanekaragaman kuliner dan pertunjukan seni budaya Indonesia, festival ini merupakan ruang untuk mempererat persahabatan dan membangun pemahaman yang lebih baik antara masyarakat Indonesia dan Rumania,” kata Meidyatama.

Nasi Padang hingga Angklung

Kuliner menjadi salah satu bagian yang paling ramai di festival. Sejumlah makanan khas Indonesia seperti nasi Padang, empek-empek, bakso, siomay, mi ayam, sate ayam, batagor, tahu gejrot, tempe, dan aneka gorengan disajikan kepada pengunjung.

Antusiasme terlihat dari antrean yang memadati stan makanan sepanjang festival. Sejumlah pengunjung bahkan kembali untuk mencoba hidangan lain yang sebelumnya belum sempat mereka cicipi.

Minuman tradisional juga ikut diperkenalkan, di antaranya beras kencur, kunyit asam, es dawet, dan bir pletok. Pengunjung juga dapat menemukan kopi Nusantara, bumbu masak, serta produk herbal.

Antrian para pengunjung di stan kuliner Indonesia pada Indonesia Summer Festival 2026 di KBRI Bucharest (12/9). Foto: Istimewa

Dari sisi seni, pertunjukan tari Bali oleh Sanggar Seni Jepun Bali di Bucharest menjadi salah satu penampilan yang menarik perhatian. Gerakan tari, kostum, dan musik tradisional diperkenalkan kepada para pengunjung sebagai bagian dari kekayaan budaya Indonesia.

Suasana semakin interaktif ketika generasi muda Indonesia dan Rumania memainkan angklung bersama. Pertunjukan tersebut dipandu Patric Rio Romualdo, Sekretaris Ketiga Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Bucharest.

Pengunjung tidak hanya menjadi penonton. Mereka juga mendapat kesempatan mencoba memainkan alat musik tradisional tersebut secara langsung.

Pertunjukan angklung pada Indonesia Summer Festival 2026 di KBRI Bucharest (12/9). Foto: Istimewa

Selain pertunjukan seni dan kuliner, festival menghadirkan layanan spa yang memperkenalkan tradisi perawatan dan relaksasi khas Indonesia kepada masyarakat Rumania.

Kehadiran komunitas Indonesia juga menjadi bagian penting dalam festival. Interaksi antara warga Indonesia dan masyarakat Rumania membuka kesempatan bagi pengunjung untuk mengenal Indonesia tidak hanya melalui makanan dan pertunjukan, tetapi juga lewat pengalaman langsung bersama komunitas.

Di tengah perayaan budaya tersebut, Indonesia Summer Festival 2026 turut membawa pesan kemanusiaan. Panitia mengadakan penggalangan donasi bagi masyarakat Indonesia yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur beberapa waktu lalu.

Dengan begitu, festival di Bucharest tidak hanya menjadi ruang untuk memperkenalkan kuliner dan budaya Indonesia, tetapi juga menjadi momentum untuk membangun hubungan antarmasyarakat sekaligus menunjukkan kepedulian terhadap sesama.