Kumparan Logo

5 Destinasi Wisata di Asia Tenggara yang Punya Sejarah Kelam dan Pilu

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ribuan tengkorak korban yang di simpan di menara Stupa memorial. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ribuan tengkorak korban yang di simpan di menara Stupa memorial. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Kamu tentu sudah familiar dengan tempat-tempat wisata, seperti Menara Eiffel, Taj Mahal, Kolosseum, hingga Namsan Tower yang biasa dipilih ketika plesir ke luar negeri. Di sana, kamu bisa melihat pemandangan indah ataupun berfoto-foto.

Namun, pernahkah kamu berpikir untuk mengunjungi tempat-tempat wisata yang dulunya memiliki sejarah kelam? Wisata ini disebut dengan 'dark tourism', yakni berwisata untuk melihat kembali tempat-tempat yang dulunya pernah dijadikan sebagai tempat pembunuhan massal hingga tragedi kemanusiaan, baik karena perang, konflik, atau bencana alam.

Di tempat ini, wisatawan bisa mengambil hikmah dari lembaran kelam sejarah manusia. Dilansir Seasia, berikut kumparan rangkum lima destinasi wisata kelam yang ada di Asia Tenggara:

1. The Killing Fields, Kamboja

Pengunjung memasuki area pemakaman korban pembunuhan massal di yang dilakukan partai komunis, Khmer Merah. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Sesuai namanya, The Killing Fields di Kamboja dulunya merupakan tempat pembantaian banyak orang akibat konflik militer yang terjadi pada tahun 1970-an silam. Ketika itu, Partai Komunis yang dikenal sebagai Khmer Merah dan sekutunya, yaitu Republik Demokratik Vietnam melawan tentara dari Kerajaan Kamboja.

Sejumlah tentara dari Kerajaan Kamboja tewas dibantai dan dikubur oleh rezim Khmemr Merah. Kisah pilu yang melatarbelakangi tempat ini bisa membuat wisatawan yang datang pun bergidik.

Tulang dari korban pembunuhan massal yang masih berada di luar menara Stupa memorial Killing Fields. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Begitu tiba, pengunjung bisa melihat kumpulan tulang belulang, serta tengkorak manusia yang berada di dalam Memorial Stupa. Tengkorak-tengkorak dan tulang belulang para korban kekerasan rezim Khmer Merah ini di susun rapi berdasarkan umur serta bagaimana ia dibunuh. Lemari dari kaca menjadi tempat dikumpulkannya tengkorak-tengkorak tersebut.

Tak hanya tengkorak dan tulang, pada menara tersebut juga terdapat baju-baju para korban yang tewas. Ada juga baju militer yang dipajang di lemari tersebut.

Ribuan tengkorak korban di simpan di menara Stupa memorial. Foto: Aditia Noviansyah/kumparan

Lalu, ada menara yang tidak terlalu lebar tetapi tinggi, yang juga terdapat alat-alat untuk membunuh para korban, seperti kayu, balok, hingga palu. Selain itu, di bagian luarnya terdapat makam para korban yang terdiri dari wanita serta anak-anak.

Choueung Ek Genocidal Center atau yang lebih dikenal dengan sebutan Killing Fields ini menjadi salah satu pilihan destinasi wisata di Kamboja, terutama bagi mereka penikmat sejarah. Letaknya sekitar 15 kilometer ke arah tenggara dari pusat kota Pnom Penh, beroperasi dari pukul 08.00 dan tutup pukul 17.30 waktu setempat.

2. Penang War Museum, Malaysia

Penang War Museum Foto: Shutter Stock

Penang War Museum atau yang dikenal dengan Bukit Hantu menjadi salah satu tempat paling berhantu di Asia. Bahkan, tempat ini masuk ke dalam daftar 10 Tempat Paling Berhantu di Asia oleh National Geographic.

Awalnya Penang War Museum merupakan sebuah benteng pertahanan yang dibangun oleh Inggris saat Perang Dunia 2. Setelah perang usai, benteng seluas 80.937 meter persegi ini dibuat menjadi sebuah museum untuk memperingati para tentara yang tewas ketika perang. Di dalam bagian benteng terdapat terowongan militer bawah tanah, bunker amunisi, pusat logistik, hingga ruang kesehatan.

instagram embed

Kekejaman pasukan Jepang di masa lalu membuat benteng ini diselimuti berbagai cerita horor. Karena pada masa itu, Jepang menahan dan menyiksa para tahanan perang yang bertujuan menggali informasi untuk menjajah Malaysia.

Selain disiksa, bahkan ada tahanan yang sampai dipenggal di benteng itu. Kini, Penang War Museum didedikasikan bagi semua warga Malaysia yang mati untuk melindungi negaranya.

3. Hoa Lo Prison, Vietnam

Hoa Lo Prison Foto: Shutter Stock

Tempat selanjutnya adalah Hoa Lo Prison yang penuh dengan cerita kelam di Hoan Kiem, Hanoi, Vietnam. Berbagai penindasan terjadi di dalam penjara ini, mulai dari penyiksaan yang teramat kejam hinga hukuman mati bagi narapidana.

Kini, Hoa Lo Prison tidak lagi menjadi sebuah penjara, melainkan beralih fungsi menjadi museum. Meski begitu, kesan horor kerap menyelimuti Hoa Lo Prison.

Diorama tahanan Vietnam di Museum Penjara Hoa Lo, Hanoi, Vietnam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Saat berkunjung ke penjara ini, kamu tak lagi mendapati kamar-kamar penyiksaan yang dulu digunakan untuk mengeksekusi tahanan. Kamu akan disuguhkan dengan ruang pamer museum yang menceritakan penyiksaan Hoa Lo Prison di masa lalu.

Pengunjung menyaksikan beberapa koleksi milik Museum Penjara Hoa Lo, Hanoi, Vietnam. Foto: Nugroho Sejati/kumparan

Terdapat berbagai patung yang menceritakan pedihnya penindasan yang dialami para tahanan, mulai dari hukuman pasung hingga hukuman mati. Lukisan yang menceritakan kekejaman penjara ini juga ada. Bahkan, cuplikan dari adegan peperangan hingga penangkapan para tahanan bisa disaksikan di sana.

4. Bangkok Forensic Medicine Museum, Thailand

Rumah Sakit Siriraj di Bangkok Foto: Flickr/*liane*

Ketika mengunjungi Bangkok biasanya para turis akan berkunjung ke kuil-kuil hingga tempat wisata lainnya yang terkenal. Tetapi buat kamu yang menyukai wisata anti-mainstream, cobalah berkunjung ke Bangkok Forensic Medicine Museum.

Museum Forensik ini berada di dalam Rumah Sakit Siriraj yang terletak di tepi barat Sungai Chao Phraya. Di dalam museum wisatawan bisa melihat berbagai foto korban kecelakaan.

instagram embed

Tak sampai di situ, foto korban pembunuhan juga ditampilkan di museum ini. Selain itu, tersimpan juga tengkorak seorang penjahat yang memakan anak kecil pada tahun 1958.

5. Ban Nam Khem Tsunami Memorial Park, Thailand

Ban Nam Khem Tsunami Memorial Park Foto: Shutter Stock

Terakhir, ada Ban Nam Khem Tsunami Memorial Park yang terletak di sebelah berat distrik Takua Pa, Thailand Selatan. Dulunya tempat ini merupakan sebuah desa yang hampir seluruh wilayahnya tersapu tsunami pada 2004 silam dan tercatat sekitar 6 ribu orang tewas dalam kejadian tersebut.

Akibat tsunami, dua kapal besar pun terseret hingga ke desa ini dan menjadi salah satu bagian dari monumen peringatan atas musibah tsunami yang terjadi waktu itu. Untuk menghormati kematian warga Ban Nam Khem, sebuah Tsunami Memorial Park dibangun. Taman ini dilengkapi dengan terowongan berbentuk gelombang, foto, serta bunga.

instagram embed

Meski beberapa rumah telah dibangun kembali pada tahun 2005 dan 2006 silam, masih terdapat beberapa area kosong yang kerap dijadikan sebagai lokasi uji nyali bagi wisatawan yang gemar memacu adrenalin.

Gimana menurutmu?