kumparan
26 Agustus 2019 7:35

5 Kesalahan Ini Biasa Dilakukan Traveler Kala Memotret Momen Liburan

Traveling membuatmu terinspirasi
Traveling membuatmu terinspirasi. Foto: Pixabay
Traveling dan foto rasanya bukan lagi hal yang bisa dipisahkan, terlebih semenjak media sosial makin menggeliat, rasanya tidak ada traveler yang tak mau membagikan perjalanannya pada followers mereka. Dalam beberapa hal, foto-foto saat liburan bahkan bisa jadi sarana pendapatan bagi mereka yang berkecimpung di dalamnya. Seperti fotografer, travel blogger, atau selebgram, foto memegang peranan penting dalam membantu konten utama mereka.
ADVERTISEMENT
Walau begitu, kamu yang hanya sekadar ingin berfoto ria untuk kepuasan diri juga bukan berarti ingin asal-asalan, kan? Karena kamu juga tentu mau mendapatkan foto yang bagus untuk dipamerkan di media sosial atau hanya untuk disimpan sebagai kenang-kenangan.
Sayangnya, sering kali, kamu kebingungan setelah pulang dari liburan, ketika mendapati bahwa tak banyak foto bagus yang tersimpan di kamera atau ponsel kesayangan. Nah, untuk itu, kumparan akan mengajak kamu mencari tahu letak kesalahan dan kekuranganmu saat memotret, serta bagaimana cara menyikapinya. Yuk, simak!
1. Satu Kali Jepret, Cukup
Ilustrasi traveling di Singapura dan menyambangi Kampong Glam
Ilustrasi traveling di Singapura dan menyambangi Kampong Glam Foto: Dok. Booking.com
Memang terkadang kamu tidak punya cukup waktu untuk memotret atau dipotret berkali-kali saat liburan. Meski begitu, tidak ada salahnya juga, lho, kamu selalu mencoba mengambil foto lebih dari satu kali, walau merasa foto tersebut sudah cukup baik.
ADVERTISEMENT
Selain kamu jadi bisa punya banyak pilihan dan stok foto, mengambil foto lebih dari satu kali juga akan membantu untuk mengenal alat yang kamu pakai dan mengeksplorasinya. Hasilnya, selain tidak ada momen yang terlewat, kamu juga bisa berkreasi dengan angle atau efek kamera yang digunakan.
2. Tidak Mengeditnya Sama Sekali
Ilustrasi mengedit foto dengan ponsel
Ilustrasi mengedit foto dengan ponsel Foto: Shutter Stock
Foto yang tanpa editan bukan berarti tidak bagus, begitu pula sebaliknya. Hanya saja, dengan sedikit sentuhan, fotomu bisa jadi terasa lebih 'hidup'. Tak perlu susah-susah atau terlalu banyak, misalnya saja dengan melakukan adjustmen supaya fotomu tidak miring, menaikkan atau menurunkan tingkat kontras maupun saturasi.
Mengedit foto juga sebenarnya tidak terlalu sulit dilakukan, karena saat ini sudah banyak aplikasi yang tersedia, baik di dalam ponsel pintar ataupun dalam versi PC yang mudah digunakan. Durasi waktu yang dibutuhkan juga tak perlu banyak, kamu bisa melakukannya sambil duduk di dalam kendaraan menuju destinasi selanjutnya, atau setelah pulang ke rumah.
ADVERTISEMENT
3. Tidak Memperhatikan Komposisi Gambar
Warna Hitam, Menjadi Dominan, Fotografi
Blok apartemen saat matahari terbenam di pinggiran Tianjin, Cina. Foto: REUTERS/Jason Lee
Foto yang komposisinya tidak bagus, walau diedit sebagus apapun, belum tentu bisa menghasilkan hasil yang bagus. Oleh karena itu, jangan sampai pengalamanmu berlibur justru jadi sia-sia, karena tidak dapat diabadikan dengan baik hanya gara-gara komposisi.
Ada berbagai jenis komposisi, seperti rule of third, simetris (centered composition), golden shape, dan masih banyak lagi. Apakah harus sesulit itu membuat foto yang bagus untuk kalangan awam? Tidak juga.
Kalau kamu belum terbiasa dengan istilah-istilah tersebut, cukup pastikan gambar yang diambil seimbang, sejajar garis horizontal dan vertikalnya, serta tidak terpotong di bagian-bagian tertentu. Dijamin, fotomu akan jauh lebih baik ketimbang kamu asal jepret tanpa memperhitungkan komposisinya.
4. Kurang Ekspresif atau Kurang Kreatif
Ilustrasi lansia memotret saat traveling
Ilustrasi lansia memotret saat traveling Foto: Shutter Stock
Bukan cuma model yang akan difoto saja yang perlu kreativitas lebih untuk bergaya mewujudkan ekspresinya, kamu juga sebagai orang yang mengambil foto harus kreatif dalam mencari angle. Sepanjang kamu punya batere dan memori untuk menyimpan hasil foto, cobalah berekspresi mencoba berbagai angle untuk mendapatkan momen terbaik.
ADVERTISEMENT
5. Malu untuk Bertanya Pada Orang Lain
Ilustrasi wanita traveling dengan kereta api
Ilustrasi wanita traveling dengan kereta api Foto: Shutter Stock
Kalau kamu masih bingung bagaimana mencari angle terbaik untuk mengambil gambar, jangan ragu bertanya pada orang lain yang ada di sekitarmu. Kamu bisa mencoba membagikan fotomu pada orang-orang terdekat dan menanyakan pendapat mereka.
Apabila kamu malu untuk bertanya atau tertutup pada masukan orang lain, kamu akan kesulitan untuk mencari tahu di mana letak kekuranganmu saat hendak mengambil gambar.
Gimana, sudah menjawab kegelisahanmu? Siap untuk berburu foto saat traveling?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan