kumparan
15 April 2018 17:16

5 Lembah Cantik di Indonesia yang Wajib Dikunjungi

Ngarai Sianok. (Foto: Flickr/Deni Dahniel)
Alam Indonesia memang begitu kaya. Tak hanya memiliki surga di lautan, kayanya alam negeri ini juga bisa dilihat di darat. Misalnya saja gunung-gunung yang menjulang tinggi dengan pesona keindahannya, gua-gua yang cantik yang banyak tersebar dari Sabang hingga Marauke, hutan-hutan yang rimbun dengan flora dan fauna khas di dalamnya. Tak lupa, ada pula lembah-lembah indah yang tidak kalah cantik dari yang lainnya.
ADVERTISEMENT
Bahkan lembah-lembah itu banyak yang dijadikan sebagai objek wisata. Lanskap yang indah, udara yang segar hingga penduduk lokal yang ramah menjadi alasan mengapa lembah dapat menarik wisatawan. kumparanTRAVEL juga sudah merangkum lima lembah di Indonesia yang cantik dan wajib untuk kamu kunjungi. Yuk simak!
1. Lembah Harau
Sawah di Lembah Harau, Payakumbuh. (Foto: Flickr/Rick Stevens)
Yang pertama adalah Lembah Harau, sebuah lembah indah yang berada di Kota Payakumbuh, Kabupaten Limapuluh Kota, Sumatera Barat.
Lembah ini diapit dua buah bukit cadas yang menjulang setinggi 200 meter. Hamparan sawah di antara tebing-tebing dan aliran air yang tenang ditambah dengan udara dan hawa yang sejuk akan menyambut wisatawan yang datang.
Lanskap Lembah Harau (Foto: Instagram/@hafiz_ikhsan)
Di kawasan Lembah Harau juga terdapat enam air terjun dengan ketinggian hingga 100 meter. Selain itu, wisatawan juga bisa menjelajah beberapa bukit yang ada di sekitar kawasan, seperti Bukit Air Putih, Bukit Jambu, Bukit Singkarak dan Bukit Tarantang. Lembah dengan luas 270 hektare ini juga ditetapkan sebagai cagar alam dan suaka margasatwa sejak 10 Januari 1993 silam.
ADVERTISEMENT
2. Lembah Baliem
Lembah Baliem. (Foto: Flickr/Filip Musial)
Selanjutnya ada Lembah Baliem yang berada di Papua Barat, tepatnya berada di kaki Pegunungan Jayawijaya, tepatnya di ketinggian 1.600 mdpl.
Pemandangan yang masih sangat alami dengan udara yang sangat sejuk akan memanjakan para pengunjung yang datang. Tempat tinggal suku Dani ini memiliki panjang sekitar 80 kilometer dengan lebar 20 kilometer.
Loading Instagram...
Lembah Baliem setiap tahunnya juga menjadi tuan rumah Festival Lembah Baliem yang dikunjungi wisatawan lokal maupun asing. Festival ini berlangsung selama tiga hari yang diselenggarakan tepat pada perayaan kemerdekaan Indonesia.
3. Ngarai Sianok
Ngarai Sianok. (Foto: Wikimedia Commons)
Lembah curam yang berada di tengah kota Bukittinggi, Kabupaten Agam ini panjang dan berkelok-kelok. Kelokannya ini sebagai penanda garis batas Ngarai Koto Gadang sampai Ngarai Sianok Enam Suku dan berhenti di Palupuh.
Ngarai Sianok. (Foto: Wikimedia Commons)
Lembah berupa Patahan Semangko dengan kedalaman 100 meter ini memiliki panjang sekitar 15 meter dengan lebar 200 meter. Pada bagian tengah patahan ini terdapat Sungai Sianok yang mengaliri dan bunga rafflesia yang tumbuh subur di tepiannya.
ADVERTISEMENT
4. Lembah Bada
Lore Lindu (Foto: dok : Flickr / Kesultanan dan Kerajaan di Indonesia)
Berada di Palu, lembah yang berada di kawasan Taman Nasional Lore Lindu ini memiliki lanskap yang indah. Lembah cantik ini dikelilingi perbukitan dan pada bagian tengah lembah ada Sungai Laering yang mengalir dengan tenang.
Lore Lindu, 'Monumen' Megalith dari Palu (Foto: Filckr)
Uniknya lembah ini seperti memiliki puluhan patung dan tempayang peninggalan kebudayaan megalitikum, kurang lebih terdapat 419 megalith. Diyakini patung-patung ini sudah ada sejak abad ke-14 namun tak diketahui siapa yang membuat patung ini.
5. Lembah Pantunan
Loading Instagram...
Bali tak hanya memilki pantai yang indah nan cantik saja. Di balik eksotisnya pantai-pantai yang tersebar di Pulau Dewata, ada pula sebuah lembah yang tak kalah indah.
Hamparan sawah yang berada di dasar bukit kecil dengan alam yang masih asri dan sejuk bisa turis rasakan ketika berkunjung kesini. Objek wisata yang masih sepi pengunjung ini memang tak setenar Ceking-Tegallalang, Gianyar. Namun, sajian alam yang ada di Lembah Pantunan tak kalah indah.
ADVERTISEMENT
Tertarik untuk berkunjung?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan