5 Rumah Adat Kalimantan beserta Ciri Khasnya yang Unik
·waktu baca 3 menit

Kalimantan dikenal sebagai pulau yang kaya akan budaya dan tradisi masyarakatnya. Salah satu wujud kekayaan tersebut terlihat dari keberadaan rumah adat yang masih dijaga dan dilestarikan hingga kini.
Pulau Kalimantan terbagi menjadi lima provinsi, yaitu Kalimantan Selatan, Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Utara. Masing-masing provinsi ini memiliki rumah adat yang menjadi bagian penting dari identitas budaya daerahnya.
Lebih dari sekadar tempat tinggal, rumah adat di Kalimantan juga memiliki nilai filosofis dan fungsi sosial yang erat kaitannya dengan kehidupan sehari-hari. Oleh karena itu, bentuk dan struktur rumah adat dirancang sesuai dengan kondisi alam, serta kebiasaan masyarakat setempat.
Untuk mengenal lebih dalam mengenai kekayaan budaya dan warisan arsitektur tradisional Borneo, berikut beberapa jenis rumah adat Kalimantan yang menarik untuk diketahui.
Rumah Adat Kalimantan
Dikutip dari buku Ringkasan Pengetahuan Sosial karya Rachmat, berikut lima jenis rumah adat Kalimantan yang mencerminkan keunikan arsitektur tradisional di setiap daerah:
1. Rumah Lamin – Kalimantan Timur
Rumah adat Lamin dikenal sebagai rumah panjang dan dihuni oleh masyarakat Dayak di Kalimantan Timur. Dengan ukuran yang bisa mencapai 300 meter, rumah ini mampu menampung puluhan keluarga dalam satu atap.
Material utama dari bangunan tradisional ini adalah kayu ulin yang terkenal kuat dan tahan terhadap cuaca ekstrem. Selain sebagai tempat tinggal, rumah ini juga menjadi pusat kegiatan adat dan sosial masyarakat Dayak.
2. Rumah Bubungan Tinggi – Kalimantan Selatan
Memiliki atap menjulang dengan sudut curam, Bubungan Tinggi mencerminkan kekhasan arsitektur suku Banjar. Struktur atap yang tinggi dipercaya mampu memberikan sirkulasi udara yang baik, serta menjadi simbol kedudukan sosial.
Di masa lampau, bangunan ini merupakan bagian dari komplek keraton Banjar dan dihuni oleh kalangan bangsawan. Selain itu, ornamen maupun tata ruangnya juga banyak dipengaruhi oleh nilai-nilai Islam.
3. Rumah Radakng - Kalimantan Barat
Mengutip buku Radakng: Rumah Sehat Etnik Dayak Kanayatn - Kabupaten Landak susunan Arda Dinata, Rumah Radakng adalah rumah adat khas suku Dayak Iban yang berasal dari Kalimantan Barat. Panjang rumah ini bisa mencapai lebih dari 30 meter, sehingga memungkinkan banyak keluarga tinggal dalam satu atap.
Atap Rumah Radakng berbentuk limas atau segitiga, dengan kemiringan yang cukup tajam untuk menghindari air hujan agar tidak menggenang. Tiang penyangga rumah juga dibuat sangat tinggi untuk memberikan kesan megah dan kokoh.
4. Rumah Baloy - Kalimantan Utara
Rumah Baloy adalah rumah adat khas suku Tidung di Kalimantan Utara yang berbentuk rumah panggung dan terbuat dari kayu ulin. Rumah ini tidak digunakan sebagai tempat tinggal, melainkan untuk pusat kegiatan adat, pertemuan masyarakat, dan acara budaya penting.
Bangunannya terdiri dari beberapa ruang, seperti ruang tamu, ruang musyawarah, dan ruang untuk tamu kehormatan. Ukiran khas suku Tidung sering kali menghiasi bagian rumah, lengkap dengan warna-warna cerah yang melambangkan kehidupan dan keseimbangan.
5. Rumah Betang Muara Mea - Kalimantan Tengah
Rumah Betang Muara Mea menjadi salah satu rumah adat yang masih banyak dijumpai di Kalimantan Tengah hingga saat ini. Salah satu ciri khasnya adalah ukiran kepala burung enggang yang menjadi simbol penting bagi masyarakat suku Dayak.
Rumah adat ini memiliki bentuk yang unik, yakni berupa rumah panggung dengan tiang-tiang tinggi, serta atap melengkung yang ujungnya mengarah ke atas menyerupai tanduk rusa.
Baca Juga: 4 Wisata Budaya di Bali yang Wajib Jadi Destinasi Wisatawan
