5 Rute Wajib di West Kowloon Hong Kong: Arsitektur Modern hingga Surga Belanja
·waktu baca 14 menit

Liburan ke luar negeri jadi salah satu pilihan tepat bila ingin menemukan pengalaman wisata yang baru. Nah, sudah punya rencana liburan ke mana?
Bila masih bingung, Hong Kong mungkin harus masuk dalam list liburan kamu. Jaraknya yang strategis dan bisa ditempuh dalam satu kali penerbangan. Tak hanya terkenal akan wisata kuliner dan belanja, Hong Kong punya segudang destinasi yang identik dengan art, culture, wellness menjadi pesonanya. Bahkan, bisa dibilang Hong Kong jadi salah satu destinasi favorit traveler Indonesia.
Apalagi sekarang Hong Kong punya destinasi wisata baru yang akan memberi pengalaman baru liburanmu. Ya, tahukah kamu bahwa ada daerah yang masuk ke dalam Neighbourhoods Hong Kong yang menawarkan berbagai pengalaman menarik yaitu West Kowloon.
Membentang di pesisir Hong Kong, West Kowloon merupakan sebuah kawasan tempat bertemunya masa kini dan masa lalu. Di satu distrik ini, wisatawan bisa merasakan kekayaan warisan budaya yang telah ada sejak ratusan tahun silam, pusat seni dan budaya, perbelanjaan, hiburan, hingga gemerlap khas perkotaan di satu kawasan.
West Kowloon punya lima rute jalan kaki yang bisa kamu telusuri sambil mengungkap kekayaan warisan Hong Kong. Dimulai dari West Kowloon Cultural District, berlanjut ke Yau Ma Tei, Pitt Street, dan Nathan Road, kemudian berakhir di sekitar Austin Road, Jordan.
Yuk, mulai penelusuran ke West Kowloon!
1. Yau Ma Tei, saat Hong Kong lama dan baru bersanding
Awali perjalanan di Yau Ma Tei untuk melihat bangunan bersejarah dengan ornamen Art Deco, gereja gothic bergaya Victoria, dan bangunan neo klasiknya lainnya yang sudah berdiri sejak 1800-an silam. Salah satunya Yau Ma Tei Theatre di persimpangan antara Waterloo Road dan Reclamation Street yang dibangun sekitar tahun 1930 dan menjadi satu-satunya bangunan teater yang masih terjaga sejak pra-Perang Dunia II .
Dulunya bangunan ini menjadi tempat bagi orang-orang dari Yau Ma Tei Fruit Market untuk menonton berbagai hiburan. Namun setelah revitalisasi pada 2012, Yau Ma Tei Theatre menjadi pusat untuk pertunjukkan opera Tiongkok dan Kanton tradisional.
Berdiri rendah di antara gedung-gedung tinggi, daya tarik bangunan ini terletak pada gaya Art Deco unik dengan pintu masuk depan diapit oleh dua pilar berukir wajah tertawa dan menangis, lengkungan proscenium ala Yunani, atap gaya khas Tiongkok.
Di seberang jalan, kamu akan melihat sebuah bangunan merah bernama Red Brick Buildings yang terlihat sangat kontras. Dibangun pada 1985, dulu bangunan ini digunakan sebagai tempat fasilitas layanan Bekas Stasiun Pemompaan hingga berhenti beroperasi pada 1911.
Saat ini Red Brick Buildings digunakan sebagai kantor untuk Yau Ma Tei Theatre. Bangunannya yang terlihat klasik dan mencolok juga menjadi salah satu spot favorit untuk mendapatkan foto yang instagenik.
Berbeda dari dua bangunan sebelumnya, di Shanghai Street kamu akan menjumpai sebuah kuil tua bernama Tin Hau Temple menjadi saksi berkembangnya Hong Kong yang dulu didominasi oleh penduduk nelayan. Dibangun sekitar tahun 1865, kuil ini menjadi tempat bagi para nelayan untuk berdoa memohon keselamatan sebelum melaut.
Memasuki kuil, kamu dapat melihat gaya arsitektur dari dinasti Qing (1644–1911), berupa teras masuk pajangan drum, dan dua aula yang mengapit halamannya. Tidak hanya arsitektur megahnya yang jadi daya tarik, setiap hari ke-23 di bulan ketiga kalender Lunar atau Mei pada kalender Masehi, Tin Hau Temple akan mengadakan Tin Hau Festival sebagai bentuk pemujaan terhadap dewa.
Lanjutkan perjalanan ke Jordan Road untuk melihat Kowloon Union Church yang telah ada sejak 1930 dan menjadi salah satu gereja pertama di Hong Kong. Uniknya, arsitektur bangunan ini menggabungkan campuran desain Timur dan Barat.
Struktur bata merah dan granit bergaya gothic dikombinasikan dengan atap landai bergenting khas Tiongkok. Jendela kaca patri di atas altar utama juga terinspirasi oleh Pa Kua atau delapan diagram yang lazim ditemui dalam Taoisme.
Selain bangunan kuno, ada juga bangunan modern yang tidak kalah megahnya di Yau Ma Tei. Salah satunya Xiqu Centre yang baru selesai dibangun pada 2019.
Xiqu Centre dibangun sebagai tempat khusus untuk melestarikan dan mempromosikan opera Tiongkok. Di sini, kamu bisa menyambangi Tea House Theatre Experience, sebuah pertunjukan yang dibawakan dengan narasi dan lagu opera Kanton. Jangan khawatir, kamu bisa meminta didampingi pemandu agar lebih mengerti makna pertunjukannya.
2. Pusatnya kerajinan tangan dari pengrajin lokal di West Kowloon
Mencari kerajinan tangan unik dan autentik? Shanghai Street West Kowloon surganya!
Menelusuri Shanghai Street, kamu masih bisa menyaksikan perajin tua sedang mengerjakan perkakas tembaga dengan tangannya yang cekatan dan deretan toko-toko kelontong dan toko merek barang antik, mulai dari pembuat papan permainan mahjong hingga penjual batu giok.
Pertama yang patut dikunjungi adalah toko bernama Lee Wo Steelyard yang telah beroperasi selama lebih dari 90 tahun. Bahkan, toko yang kini dikelola oleh Mrs Ho—anak dari pemilik pertama Mr Wong— menjadi satu-satunya yang menjual timbangan dacin dan neraca Tiongkok yang digunakan untuk mengukur bumbu hingga obat-obatan tradisional. Di sini, kamu bisa melihat berbagai kerajinan neraca dan timbangan yang terbuat dari tulang, kayu, dan baja.
Bagi kamu yang ingin mencari pernak-pernik berbahan batu giok, Jade Market tempat yang patut dikunjungi. Berdiri sejak 1984, hingga kini Jade Market tetap menjadi andalan, tak hanya bagi wisatawan, tapi juga masyarakat lokal. Ya, giok diyakini dapat membawa keberuntungan dan kesehatan yang baik bagi pemakainya, sehingga populer sebagai hadiah.
Tidak hanya perhiasan, kamu bisa melihat indahnya patung-patung dan hiasan lainnya yang terbuat dari batu giok. Selain itu, jangan lupa mampir ke pedagang yang menjajakan jasa menulis kaligrafi Tiongkok dan tulisan indah.
Jalan sedikit dari Jade Market, indahnya gaun pengantin tradisional Tiongkok di Koo Nam Wah dijamin akan memanjakan matamu. Toko yang dibuka sejak tahun 1920-an ini memang khusus menjual gaun pengantin, jas, dan baju bordir dengan aksen pola naga dan burung phoenix dari benang emas dan perak perlambang kemakmuran.
Meski terbilang tua, toko ini jadi langganan banyak public figure Hong Kong, lho. Sebut saja aktris dan diva Liza Wang, hingga penyanyi opera Law Kar-ying.
Lanjutkan jalan-jalan ke Cheung Shing Fans yang menjual dupa dan sandal dari kayu cendana selama lebih dari setengah abad. Dulu, sandal dari kayu cendana menjadi simbol status bagi kaum berada, lho. Sedangkan dupa digunakan untuk upacara memohon keselamatan dalam pelayaran laut di Tin Hau Temple, serta saat akan berlayar.
Selain Cheung Shing Fans, ada toko bernama Sindart yang juga menjual alas kaki bordir tradisional yang cantik. Berdiri sejak tahun 1958, di sini kamu bisa menjumpai sandal brokat sutera buatan tangan yang dulu sangat populer di kalangan perempuan kelas atas.
Uniknya, sendal dari Sindart juga dipadu dengan elemen modern yang menampilkan motif binatang seperti panda dan burung, serta motif bunga camellia hingga sakura. Ada juga aksesoris seperti tas tangan, flat shoes, dan sepatu hak tinggi akan di acara-acara spesial.
3. Wisata visual di West Kowloon Cultural District (WKCD)
West Kowloon Cultural District (WKCD) yang baru saja diresmikan pembukaannya menjadi destinasi baru bagi kamu yang suka akan budaya, seni, dan ragam hiburan artistik lainnya. Ditambah gedung-gedung modern dengan teknologi terkini, di WKCD kamu bisa datang ke museum, menikmati live music, menonton film indie, hingga menikmati opera Tiongkok dari kreator lokal Hong Kong.
Awali eksplorasimu ke M+ yang menjadi ikon destinasi wisata di WKCD, sebuah pusat budaya visual kelas dunia yang baru dibuka pada 12 November 2021. Dari luar, museum ini tampak megah dengan arsitektur modern, serta menyuguhkan semua jenis seni visual bertema budaya Hong Kong di abad 20 dan 21.
Selain museum, M+ juga terdiri dari ruang pameran, tiga bioskop, fasilitas belajar, museum, kafe, perpustakaan multimedia, dan rooftop. Sedangkan menaranya digunakan sebagai restoran, pusat penelitian museum, dan kantor.
Berada tepat di tepi pantai, M+ menyuguhkan panorama Hong Kong paling indah sepanjang hari. Kamu bisa datang ke sini saat matahari terbenam agar bisa menyaksikan indahnya pemandangan langit berwarna jingga, lampu di gedung-gedung pencakar langit, dan pemandangan Victoria Harbour dari kejauhan!
Setelah puas jalan-jalan, istirahatkan diri kamu di FAM sambil menikmati pengalaman unik makan ditemani budaya kontemporer Hong Kong. Ya, FAM sendiri merupakan singkatan dari food, art, dan music. Jadi tidak hanya bisa menyantap makanan yang menggugah selera, mata kamu akan dimanjakan dengan instalasi seni dan interior Art Deco yang colorfull, dan pemandangan Victoria Harbour yang indah.
Hidangannya pun tidak kalah nikmat dengan konsep fusion chinese food yang diberikan sentuhan modern. Ada aneka dimsum, puff pastry berisi abalone dan jamur yang gurih, hingga kue lobak. Selain itu ada juga pilihan menu vegan hingga piknik set.
Yuk, masuk ke Art Park dan singgah di Competition Pavilion. Dikenal juga sebagai ‘Growing Up’, bangunan yang digunakan sebagai tempat konser dan pertunjukkan skala kecil ini berada tepat di tepi laut, sehingga menyuguhkan pemandangan pelabuhan dan matahari tenggelam yang luar biasa.
Menariknya, bangunan ini ternyata merupakan karya desainer pemenang Hong Kong Young Architects & Designers Competition pertama merepresentasikan komitmen Hong Kong dalam perkembangan budaya.
Selanjutnya, kamu bisa ke Hong Kong West Kowloon Station seluas 400 ribu meter persegi dan berada 25 meter di bawah tanah untuk mencoba menaiki High Speed Rail. Stasiun bawah tanah inilah yang menghubungkan Hong Kong dengan Mainland.
Tapi bukan itu saja daya tariknya! Di sini, kamu bisa naik ke atas atap lengkungnya lewat Sky Corridor, lalu menuju ke Sightseeing Deck dan saksikan indahnya pemandangan gedung-gedung ikonik Hong Kong. Waktu terbaik untuk ke sini adalah saat sore menjelang malam hari.
Bila belum puas melihat pemandangan Hong Kong dari ketinggian, sambangi SKY100 yang ada di lantai ke-100 International Commerce Centre. SKY100 menawarkan panorama indah Hong Kong seluas 360 derajat dari perspektif yang sangat tinggi.
Jangan lewatkan kesempatan mencoba teleskop canggih yang tersedia di sana. Coba Teleskop Canggih (Advanced Telescope), yang memungkinkanmu menyaksikan pemandangan Hong Kong saat hari cerah maupun di malam hari. SKY100 juga memiliki banyak atraksi wisata menarik. Kamu bisa menikmati pameran multimedia interaktif, virtual reality station, dan berswafoto dengan teknologi AR.
Setelah sempat ditutup akibat renovasi, Hong Kong Museum of Art akhirnya kembali dibuka. Di sini, terdapat lebih dari 17.000 koleksi, mulai dari berbagai jenis barang antik peninggalan zaman dulu, kaligrafi Tiongkok, hingga instalasi modern dan lukisan dari seniman barat.
Lalu lanjutkan eksplorasi senimu ke Hong Kong Cultural Centre yang telah dibuka sejak 1989. Kamu bisa menonton berbagai pertunjukan yang ditampilkan secara live, dari balet hingga teater. Daya tarik pusat seni di Hong Kong ini juga terletak pada interior dan eksteriornya yang estetik, membuat foto yang kamu tangkap terlihat semakin dramatis!
4. Mengintip urban art di pesisir Hong Kong
West Kowloon juga punya tempat-tempat artistik yang cocok untuk nongkrong sambil mengagumi suguhan urban art, lho. Masuklah ke lorong-lorong bak galeri dan temukan dinding mural nan estetik, cafe, hingga hotel butik yang cocok untuk bersantai.
Awali perjalananmu masuk ke Portland Street dan sambangi PICKY di dalam Tung Nam Lou—sebuah bangunan tua yang disulap menjadi hotel butik.
Masuk melalui pintu merah yang nampak megah dan naik ke lantai lima, lalu pesanlah secangkir teh atau kopi yang bisa kamu seruput sambil menikmati karya seni dan dekorasi yang membuatmu serasa berada di Hong Kong lama.
Bila ingin mengeksplor lebih jauh, kamu bisa membeli tiket Art Explorer Day Pass yang dapat memberi akses ke segala ruang dan aktivitas seni di dalam hotel, termasuk pameran, koleksi barang antik, hingga mengikuti berbagai macam workshop.
Meluncur ke Reclamation Street, di sela-sela deretan padat bisnis dan toko kelontong kecil, terdapat toko properti film, Vision Signage Production. Meskipun tampilannya terlihat sederhana dari luar, toko ini punya banyak pelanggan tetap, meliputi sejumlah studio film lokal dan internasional. Faktanya, kamu juga bisa menyaksikan properti film miliknya di lebih dari 90 persen film produksi Hong Kong!
Daya tarik Vision Signage Production ini juga terletak pada sebuah mural bergambar sang pemilik, Mr Sin, memegang bor listrik dan gergaji ukir kayu, dua alat yang lazim digunakan untuk profesi ini. Ternyata ini merupakan bentuk penyemangat untuk industri film yang sempat surut akibat pandemi.
Perjalanan visual melihat mural juga bisa kamu temui di Yau Ma Tei Fruit Market. Meski bernama pasar buah, tempat ini juga gudangnya seni mural, termasuk shutter art yang mengabadikan hiruk-pikuk pasar hingga potret warga lokal yang bermain mahjong.
Di sepanjang tembok pasar di Ferry Street, kamu juga bisa melihat mural mozaik panjang yang memperlihatkan pemandangan pasar. Sebaiknya kamu bergegas ke sini di pagi hari saat toko-toko masih menutup etalasenya, sehingga kamu bisa melihat muralnya lebih maksimal.
Tidak terlalu jauh dari Yau Ma Tei Fruit Market, tepatnya di Public Square Street, terdapat sebuah kompleks pemukiman sederhana, lengkap dengan restoran, pasar swalayan, pusat perbelanjaan, dan bioskop. Memang dari luar tampak biasa saja, namun saat masuk ke bioskop bernama Broadway Cinematheque, kamu akan tahu perbedaannya.
Berdiri pada 1996, selain memutar film-film komersil, bioskop ini juga rutin mengadakan festival film, hingga tempat bincang-bincang bersama komunitas penyuka film. Bioskop ini juga langganan memutar film-film peraih penghargaan bergengsi, termasuk film dokumenter, anime, dan film indie.
Masih belum puas? Yuk, kunjungi The Muse untuk menenangkan diri sekaligus memenuhi hasrat seni kamu. Terletak di dalam Hotel Stage, di sini kamu akan disuguhkan tampilan instalasi seni berputar yang terinspirasi oleh seni dan kerajinan tangan lokal.
The Muse tersegmentasi menjadi tiga bagian, ruang galeri, bar, dan toko buku seni. Ruang galeri akan menyambut para seniman dan seniman lokal maupun internasional untuk menghadirkan karyanya. Sedangkan di toko buku kontemporer ini, kamu bisa mendapatkan berbagai jenis buku mengenai cerita para pengrajin dan seniman, serta pernak-pernik unik yang sangat cocok untuk oleh-oleh.
Akhiri perjalanan di rute keempat ini dengan mengunjungi Yau Sang Cheong yang akan membawamu seakan kembali ke masa lalu. Telah ada sejak 1894, Yau Sang Cheong merupakan sebuah toko kecil yang khusus menjual berbagai kebutuhan seni dan kaligrafi Tiongkok klasik, termasuk kuas tangan tinta, dan peralatan seni Tiongkok lainnya.
Kamu bisa menemukan berbagai jenis karya kaligrafi yang dipajang dan diperjualbelikan di sini, serta kertas spanduk merah terang selama Tahun Baru Imlek. Menariknya lagi, kamu pun bisa mencoba unjuk keterampilan menorehkan tinta di kertas untuk membuat kaligrafi di sini!
5. Manjakan lidah dengan kuliner legendaris
Liburan tidak lengkap rasanya bila belum kulineran. Apalagi Hong Kong juga terkenal dengan ragam sajiannya yang menggugah selera, mulai dari makanan kekinian hingga yang legendaris dan telah ada puluhan tahun lamanya.
Tempat pertama yang patut dikunjungi adalah Kam Hing Noodles Food Company yang berdiri sejak 1946. Toko ini menjual sekitar 50 varian mi yang selalu dibuat segar setiap harinya. Tak heran, produsen mi milik keluarga Fung ini juga telah berhasil melebarkan sayapnya di Hong Kong dengan memasok lebih dari 600 restoran serta rantai hotel di Hong terkenal.
Namun bila ingin mencari berbagai jenis makanan dalam satu tempat, The Woosung Street Temporary Cooked Food Hawker Bazaar bisa menjadi pilihan tepat. Duduk-duduk sambil menyantap hidangan lezat dan menikmati hiruk-pikuk West Kowloon tentu akan membuat tenaga kembali lagi.
Di sini terdapat kurang lebih 20 kedai makan khas Hong Kong yang juga disebut dai pai dong, yang menjual berbagai jenis makanan dan camilan. Uniknya, meski namanya ‘Temporary’, foodcourt ini sebenarnya telah dibuka sejak 1984 hingga sekarang.
Bila ingin menyantap hidangan tradisional yang unik, kamu bisa datang ke Mrs Fong Dessert yang menjual manisan dan camilan Kanton buatan tangan. Meski hanya menempati toko kecil, antrean pembeli nampaknya tidak pernah putus, yang menjadi tanda betapa nikmatnya camilan di sini.
Kamu bisa mencicipi satu kue paling terkenal di sini yang tampilannya menyerupai puding, tapi teksturnya lebih kenyal saat digigit. Selain itu ada juga kue gula putih yang bahkan bagi sebagian kalangan menjadi salah satu kue terbaik di Hong Kong.
Kemudian, tutup hari dengan menyambangi Temple Street Night Market yang ikonik dan jadi tempat nongkrong andalan warga lokal maupun turis mancanegara. Pro tips! Kamu bisa menawar harga makanan di sini agar lebih miring!
Setelah pesanan datang, kamu bisa menikmatinya di meja outdoor sambil bersantai melihat hiruk-pikuk kehidupan malam kota yang seakan tidak tertidur. Apalagi di sini juga terkenal dengan lampu-lampu neon yang terpasang di sepanjang ruko. Membuat malam terasa lebih berwarna-warni, bukan?
Nah, dari banyaknya rekomendasi destinasi yang ditawarkan di West Kowloon, mana yang jadi favoritmu? Yuk, segera rencanakan liburan ke Hong Kong dari sekarang!
Untuk informasi lebih lengkap mengenai rekomendasi destinasi West Kowloon hingga event yang akan diselenggarakan dalam waktu dekat, kamu bisa mengunjungi website resminya di sini.
Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan Hong Kong Tourism Board
