7 Modus Penipuan yang Perlu Diwaspadai saat Liburan ke Thailand, Traveler Simak!

24 November 2022 7:03
·
waktu baca 6 menit
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Ilustrasi kuil indah di Bangkok. Foto: Makhh/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kuil indah di Bangkok. Foto: Makhh/Shutterstock
ADVERTISEMENT
Risiko terkena scam atau penipuan bisa menimpa siapa saja dan di mana saja, termasuk turis yang sedang liburan. Tak sedikit mereka yang mengalami hal kurang menyenangkan saat menghabiskan liburan.
ADVERTISEMENT
Jika tak hati-hati, kamu bisa saja menjadi korban berikutnya dari orang-orang yang tak bertanggung jawab. Di Thailand misalnya, ada beberapa modus penipuan yang menghantui turis.
Dikutip dari keterangan resmi Pegipegi, setidaknya ada tujuh modus penipuan yang harus diwaspadai kalau tak ingin kecele saat liburan. Mulai dari penipuan tuk-tuk hingga orang yang mengaku-ngaku pejabat pariwisata, berikut tujuh modus penipuan di Thailand yang perlu kamu tahu.

1. Penipuan Tuk-tuk dan Taksi

Turis asing terlihat melalui kaca depan tuk-tuk di sepanjang Jalan Khaosan, Bangkok, Thailand pada Selasa (17/5/2022). Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Turis asing terlihat melalui kaca depan tuk-tuk di sepanjang Jalan Khaosan, Bangkok, Thailand pada Selasa (17/5/2022). Foto: Lillian Suwanrumpha/AFP
Saat liburan ke Thailand, tuk-tuk menjadi salah satu transportasi umum yang sering dijadikan pilihan turis untuk bepergian. Selain tarif yang terbilang murah, keunikan yang dimiliki tuk-tuk membuat banyak dari mereka yang memilih transportasi tersebut.
Sayangnya, hal tersebut juga dijadikan celah bagi pelaku penipuan untuk beraksi. Di beberapa daerah di Thailand, kamu perlu mewaspadai penipuan yang bisa saja dilakukan oleh pengemudi tuk-tuk ataupun pengemudi taksi.
ADVERTISEMENT
Modusnya biasanya mereka akan membawamu ke sejumlah toko, restoran atau mal tertentu untuk membeli barang atau jasa, alih-alih diantar langsung ke tempat tujuan.
Untuk menghindarinya, kamu bisa memilih tuk-tuk dan taksi yang berseliweran atau tidak diam di tempat, seperti hotel dan objek wisata. Pastikan kamu juga menanyakan tarif, serta memberi instruksi yang jelas terkait lokasi yang dituju.
Tolak tawaran sopir yang mengajak kamu mampir ke beberapa tempat. Jika ingin menggunakan taksi, pastikan apakah sopir menggunakan argometer atau tidak.
Periksa juga identitas sopir, seperti nama dan foto yang biasanya tertera di dashboard. Apabila sopir mematikan argometer atau meminta hal-hal yang tidak diinginkan di tengah perjalanan, ambil ponsel dan foto identitas sopir tersebut. Beri teguran bahwa mereka bisa dilaporkan ke polisi setempat.
ADVERTISEMENT

2. Modus Penyewaan Sepeda Motor dan Mobil

Ilustrasi Chinatown di Thailand. Foto: da-kuk/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Chinatown di Thailand. Foto: da-kuk/Getty Images
Selain tuk-tuk, modus penipuan lain yang harus kamu waspadai adalah modus penyewaan sepeda motor dan mobil. Hal ini bisa saja mengincarmu saat liburan ke kawasan Phuket, Krabi, Koh Samui, atau Pattaya yang umumnya memiliki tarif penyewaan taksi yang cukup mahal.
Hal ini yang mendorong turis untuk menyewa mobil dan motor. Nah, hal ini justru sangat berisiko, karena Thailand menjadi salah satu negara dengan tingkat kecelakaan lalu lintas tertinggi di dunia, khususnya sepeda motor.
Jika kamu mengalami insiden kecelakaan dengan kendaraan sewaan, maka sudah dipastikan rentan ditipu. Pihak lain yang terlibat dalam insiden bisa mengambil keuntungan ketika melaporkan kejadian ke polisi, yang biasanya memiliki keterbatasan pemahaman bahasa Inggris.
ADVERTISEMENT
Jika memang ingin menyewa mobil atau motor, kamu bisa memasang kamera, seperti ponsel, action-cam, atau dash cam di dashboard mobil atau helm motor sewaan tersebut. Upaya ini tak hanya membantu melindungimu dari penipuan jika mengalami kecelakaan, tetapi juga memudahkanmu jika ingin klaim asuransi apa pun yang sudah direncanakan.
Selain itu, jangan biarkan penyewa menyimpan paspormu. Izinkan mereka memfotokopi saja untuk menghindari hal yang tidak diinginkan. Sebelum meminjam motor dan mobil, periksa juga kelayakan kendaraan yang akan digunakan. Jangan lupa foto juga kendaraan sewaanmu sebagai bukti!
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020

3. Sewa Jetski atau Skuter

Ilustrasi Jetski. Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/BRAM SELO AGUNG
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Jetski. Foto: ANTARA FOTO/INASGOC/BRAM SELO AGUNG
Modus penipuan ini biasanya terjadi di daerah-daerah Thailand yang terkenal akan pantainya, seperti Phuket dan Pattaya. Mirip-mirip dengan penipuan penyewaan motor dan mobil, modus penipuan ini mengharuskan kamu mengganti kendaraan yang disewa, karena kamu dituduh merusak kendaraan tersebut. Padahal, kerusakan atau cacat fisik dari kendaraan tersebut sudah terjadi sebelumnya.
ADVERTISEMENT
Selain itu, ada pula oknum penyewa yang memiliki kunci cadangan, sehingga bisa mengambil skuter atau jetski sewaan yang sudah kamu kunci saat berada di luar lokasi wisata. Kamu akan dipaksa bertanggung jawab dan membayar ganti rugi yang cukup mahal.
Pastikan kamu melakukan double crosscheck sebelum menggunakan jasa penyewaan jetski atau skuter ini. Kamu bisa memilih jasa penyewa yang memiliki reputasi baik dan jangan lupa periksa kelengkapan dokumen jetski atau skuter yang disewa. Sebelum itu, jangan lupa untuk memfotonya juga terlebih dahulu, ya.

4. Penipuan di Atraksi Wisata

Ilustrasi kuil indah di Bangkok. Foto: Makhh/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kuil indah di Bangkok. Foto: Makhh/Shutterstock
Modus penipuan berbalut penawaran atraksi wisata marak terjadi di Thailand, khususnya di kuil atau tempat-tempat wisata populer. Para turis biasanya akan dihampiri seorang warga lokal yang bersikap sangat ramah dan menanyakan asal serta lama kunjungan, apa yang ingin dilihat di destinasi tersebut, dan lain sebagainya.
ADVERTISEMENT
Kamu yang terjerat modus penipuan ini akan diajak ke satu titik dan mereka akan mengatakan bahwa atraksi tersebut sedang tutup, karena alasan tertentu. Lalu, orang tersebut menawarkan teman atau saudaranya yang pengemudi tuk-tuk untuk mengantarmu ke destinasi lain yang jauh lebih bagus.
Bukannya melihat destinasi yang apik, kamu justru dipaksa membayar dengan harga sangat mahal dan melihat sesuatu yang biasa saja. Untuk menghindari hal tersebut, lebih baik kamu menggunakan jasa tour guide dari penyedia jasa resmi, ya.

5. Pencopetan atau Pencurian

Ilustrasi copet. Foto:  K-Kwanchai/Getty Images
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi copet. Foto: K-Kwanchai/Getty Images
Aksi satu ini kerap menghantui turis di berbagai tempat dan destinasi wisata yang menarik dan populer. Modus pencopetan atau pencurian di Thailand dimulai dari sekelompok anak-anak yang menawarkan jajanan berupa camilan, rokok, atau suvenir.
ADVERTISEMENT
Agar tak jadi korban pencopetan atau pencurian, kamu perlu waspada dengan barang bawaan yang ada di kantong dan tas.
Kamu juga harus waspada ketika menaiki kendaraan terbuka, seperti motor atau tuk-tuk. Ada pencuri yang menggunakan motor dan sewaktu-waktu bisa merampas barang bawaanmu dalam sekejap.

6. Memberi Makan Burung

Wisatawan memberi makan burung merpati di Thae Pae Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Wisatawan memberi makan burung merpati di Thae Pae Foto: Shutter Stock
Modus penipuan satu ini mungkin jarang sekali kamu temui. Namun, jangan salah, modus ini biasanya terjadi di beberapa destinasi terpopuler. Untuk itu, kamu perlu jeli akan modus tersebut.
Saat berada di kawasan Grand Palace, Bangkok, kamu mungkin akan ditawari seseorang sekantung jagung secara cuma-cuma dan memberi makan burung merpati di sana. Jika ditawari, kamu lebih baik menolak tawaran itu, karena nantinya pelaku akan meminta bayaran pakan jagung tersebut dengan harga yang sangat mahal.
ADVERTISEMENT

7. Orang yang Mengaku Pejabat Pariwisata

Ilustrasi anggota kepolisian Thailand. Foto: MLADEN ANTONOV/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anggota kepolisian Thailand. Foto: MLADEN ANTONOV/AFP
Terakhir, modus ini kerap menghantui turis yang sedang liburan ke Thailand. Modus penipuan yang mengaku seorang pejabat pariwisata ini marak terjadi di beberapa tempat, khususnya di tempat umum, saat kamu sedang mencari kereta, bus, atau transportasi umum lainnya.
Kamu akan dihampiri oleh orang yang mengaku seorang petugas atau pejabat dari otoritas pariwisata Thailand. Biasanya, mereka memberikan informasi palsu kepada turis bahwa transportasi yang ingin digunakan sudah penuh.
Mereka akan menawarkan alternatif kendaraan lain dengan harga diskon. Turis yang terjebak, secara tidak langsung menggunakan kendaraan yang sudah rusak atau tidak laik digunakan dan telanjur harus membayar ekstra. Padahal, pejabat pariwisata di Thailand tidak pernah memiliki toko atau berada di jalanan menawarkan hal-hal tertentu kepada turis.
ADVERTISEMENT
Itulah tujuh modus penipuan yang patut kamu waspadai jika ingin liburan ke Thailand. Informasi di atas tentunya agar kamu bisa lebih berhati-hati lagi ketika berkunjung ke negara ini.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020