Kumparan Logo

Alasan Pramugari Pakai Lakban untuk Atasi Penumpang yang Nakal di Pesawat

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi pramugari Swedia Foto: Shutter Stock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pramugari Swedia Foto: Shutter Stock

Pramugari tidak hanya punya kode rahasia jika ada penumpang yang dianggap menarik perhatian. Lebih dari itu, pramugari juga punya jurus andalan untuk mengatasi penumpang yang 'nakal' saat di pesawat.

Belum lama ini viral di media sosial yang memperlihatkan seorang penumpang yang dilakban pramugari, karena melakukan pelecehan seksual. Lalu, apakah lazim melakban penumpang yang 'nakal' di pesawat? Ternyata ini alasannya.

kumparan post embed
Ilustrasi pramugari Foto: Pixabay

Dilansir Daily Star, menurut pramugari sekaligus pendiri kelompok kesehatan mental th'AIR'apy, Nas Lewis, tindakan ini merupakan salah satu prosedur yang dilakukan pramugari.

Lewis mengatakan, setiap pramugari sudah dilatih untuk melindungi diri sendiri dan bagaimana caranya untuk mengatasi penumpang yang melanggar aturan selama penerbangan berlangsung. Bahkan, tidak hanya melakban, ada skenario lain yang dilakukan pramugari jika memang dibutuhkan.

kumparan post embed
selotip Foto: Shutterstock

"Mereka dilatih untuk membuat ikatan zip dan selotip (lakban), namun de-eskalasi selalu menjadi prioritas pertama untuk melihat apakah situasinya dapat diselesaikan dengan kata-kata," ujar Lewis.

Namun, jika tindakan nakal penumpang tersebut berlanjut. Pramugari tidak segan untuk melakukan tindakan pencegahan lebih lanjut dengan melakban atau mengikat penumpang tersebut di kursinya. Hal tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh keselamatan awak dan penumpang lain.

"Lakban adalah 'pelanggaran' besar menurut saya karena masalah keamanan. Ini adalah pilihan yang sangat, sangat terakhir," pungkasnya.

embed from external kumparan

Sebelumnya, kasus penumpang pesawat berulah kembali terjadi. Kali ini, hal tersebut terjadi pada penerbangan maskapai Frontier Airlines dari Philadelphia menuju Miami pada 31 Juli 2021 lalu. Seorang penumpang bernama Maxwell Berry (22) itu melecehkan pramugari, bahkan berusaha menyerang dengan melayangkan pukulan saat penerbangan berlangsung.

Akibat ulahnya, Berry diikat di pesawat dengan lakban melilit tubuh bagian atas. Mulutnya pun diselotip. Barry pun akhirnya ditangkap setelah pesawat mendarat dan terancam hukuman.

kumparan post embed

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)