Apes, Sudah Bayar Rp 109 Juta untuk Liburan Malah Dapat Kamar Hotel 'Buluk'
·waktu baca 2 menit

Niat mau liburan bareng keluarga, malah "buntung", karena dapat penginapan yang tidak layak. Seorang wanita asal Inggris dan keluarganya mengalami kejadian yang tidak mengenakan.
Keluarga tersebut merencanakan liburannya ke Turki dan telah membayar 7 ribu dolar atau setara dengan Rp 109 juta untuk perjalanan mereka.
Namun, dengan impian mendapatkan penginapan yang bagus, mereka malah diharuskan menginap di tempat yang bisa dibilang tidak layak.
Wanita tersebut bernama Sarah Kershaw. Dia dan keluarganya sudah merencanakan liburan ke Turki sejak sebelum pandemi, namun sayangnya karena COVID-19, perjalanan tersebut harus dijadwal ulang sebanyak dua kali.
Selain menjadwalkan ulang perjalanan mereka, keluarga tersebut diharuskan membayar uang tambahan, karena mereka melakukan reschedule perjalanan.
Dilansir News Australia, kejadian ini terjadi pada Juli 2022 lalu, saat mereka tiba di Turki dan menuju hotel bernama Mirage World di mana tempat mereka akan menginap.
Namun, sesampainya di sana keluarga ini malah disuguhkan dengan seprai kotor, shower jelek, hingga toilet yang masih kotor layaknya bekas dipakai orang dan belum dibersihkan.
"Kami semua senang, tetapi kami tiba di sana hanya untuk menemukan kamar hotel yang menjijikkan di bagian kompleks yang menjijikkan," kata Sarah Kershaw.
"Kasur kotor dan bernoda, bahkan kamu seperti layaknya tidur di atas papan kayu," tambahnya.
Bukan hanya itu, kamar mandinya sendiri terlihat seperti belum dibersihkan, karena masih ada handuk kotor yang belum dicuci oleh petugasnya.
Melihat kejadian tersebut, Sarah dan keluarga mengingat alasan mereka untuk berlibur. Setelah suaminya di PHK dan kehilangan rumah secara bersamaan, mereka berjuang keras untuk bisa liburan ke Turki.
"Kami menunda karena suami saya di PHK, dan akhirnya kami mampu untuk pergi berlibur. Itulah mengapa ini penting bagi kami," ujar Sarah Kershaw.
Atas kejadian tersebut, perusahaan perjalanan yang mengatur perjalanan mereka memberikan kompensasi sebesar 400 dolar Amerika atau sekitar Rp 6,2 juta.
“Kami menyesal mendengar bahwa liburan Ms Kershaw tidak memenuhi harapan. Begitu dia kembali ke rumah, kami mengangkat masalahnya dengan penyedia akomodasi, tetapi karena tidak ada keluhan yang dibuat pada saat itu, mereka tidak dapat menyelidiki atau menyelesaikan masalah apa pun yang mungkin dia alami selama dia tinggal," kata pihak perusahaan perjalanan tersebut.
Namun, Sarah Kershaw tetap menginginkan uangnya kembali, karena merasa sangat dirugikan.
