Bandara Heathrow Chaos, Maskapai Diminta Setop Jual Tiket

13 Juli 2022 10:52 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Penumpang mengantre di dalam terminal keberangkatan Terminal 2 di Bandara Heathrow di London, Inggris, 27 Juni 2022.  Foto: REUTERS/Henry Nicholls
zoom-in-whitePerbesar
Penumpang mengantre di dalam terminal keberangkatan Terminal 2 di Bandara Heathrow di London, Inggris, 27 Juni 2022. Foto: REUTERS/Henry Nicholls
ADVERTISEMENT
Kekacauan akibat penumpukan penumpang di Bandara Heathrow London, Inggris, beberapa waktu lalu ramai di media sosial. Bandara tersibuk di Inggris tersebut kewalahan mengatasi peningkatan jumlah penumpang yang terjadi selama periode libur musim panas.
ADVERTISEMENT
Dilansir Bloomberg, Bandara Heathrow akhirnya melakukan pembatasan jumlah penumpang, untuk mengurangi penumpukan dan antrean panjang para penumpang.
Penumpang mengantre di dalam terminal keberangkatan Terminal 2 di Bandara Heathrow di London, Inggris, 27 Juni 2022. Foto: REUTERS/Henry Nicholls
CEO Bandara Heathrow, John Holland-Kaye, mengatakan otoritas bandara telah melakukan pembatasan sebanyak 100.000 penumpang per hari hingga 11 September 2022 mendatang.
"Tujuan kami adalah untuk melindungi penerbangan bagi sebagian besar penumpang di Heathrow musim panas ini," kata Holland-Kaye, dalam pernyataan resminya.
"Kami menyadari bahwa ini berarti beberapa perjalanan musim panas akan dipindahkan ke hari lain, bandara lain atau dibatalkan, dan kami meminta maaf kepada mereka yang rencana perjalanannya terpengaruh," imbuhnya.

Bandara Heathrow Setop Penjualan Tiket Penerbangan

Penumpang mengantre di dalam terminal keberangkatan Terminal 2 di Bandara Heathrow di London, Inggris, 27 Juni 2022. Foto: REUTERS/Henry Nicholls
Selain membatasi jumlah penumpang, Holland-Kaye juga menyebut bahwa pihaknya meminta maskapai penerbangan untuk menyetop penjualan tiket penerbangan.
ADVERTISEMENT
"Kami meminta mitra maskapai kami untuk berhenti menjual tiket musim panas untuk membatasi dampaknya terhadap penumpang," ungkap Holland-Kaye.
Langkah tersebut diambil guna mengurangi kepadatan yang ada di bandara. Sebab, besarnya jumlah penumpang yang tak diimbangi dengan tenaga atau staf di bandara, membuat Bandara Heathrow mengalami kekacauan.
"Heathrow dikatakan belum 'sampai kecepatan penuh', karena bergegas untuk mengisi kembali tenaga kerjanya dengan rekrutan baru. Beberapa fungsi utama, seperti ground handler untuk bagasi, masih kekurangan sumber daya," tutur Holland-Kaye.
Belum lagi, jumlah harian penumpang di Bandara Heathrow yang mencapai hingga 104.000 orang, telah melebihi ambang batasnya.
Bandara Heathrow London pun meminta maaf atas layanan yang tidak dapat diterima dalam beberapa pekan terakhir, dengan antrean panjang, penundaan bagi mereka yang memiliki keterbatasan mobilitas, dan masalah bagasi. Holland-Kaye mengatakan pihaknya tengah berjuang untuk mengatasi pertumbuhan penumpang selama 40 tahun dalam empat bulan.
ADVERTISEMENT
"Kami akan meninjau perubahan jadwal yang telah diajukan maskapai, sebagai tanggapan terhadap persyaratan pemerintah untuk meminimalkan gangguan bagi penumpang musim panas ini, dan akan meminta mereka untuk mengambil tindakan lebih lanjut jika perlu," pungkas Holland-Kaye.