Kumparan Logo

Benarkah Perempuan Haid Tak Boleh Berkunjung ke Pulau Komodo? Ini Penjelasannya

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
com-Kemenpar, Taman Nasional Pulau Komodo Foto: Dok. Kementerian Pariwisata
zoom-in-whitePerbesar
com-Kemenpar, Taman Nasional Pulau Komodo Foto: Dok. Kementerian Pariwisata

Sebagai salah satu satwa endemik Indonesia, komodo memiliki banyak keistimewaan. Bukan hanya usianya yang diperkirakan telah ada sejak jutaan tahun lalu, tapi juga istimewa karena hewan karnivora ini punya penciuman yang sangat tajam.

Bahkan saking tajamnya, komodo bisa mencium bau darah ataupun bau amis dari sebuah bangkai hingga puluhan kilometer jauhnya.

Ilustrasi turis yang sedang mengamati komodo. Foto: System Dynamics Center (SDC)

Bicara soal indera penciuman komodo, kamu tentu pernah mendengar desas-desus bahwa perempuan haid tak boleh berkunjung ke Pulau Komodo. Benarkah demikian? Yuk, simak penjelasannya.

Seorang naturalist guide atau pemandu bernama Haryono Abdullah, mengatakan bahwa perempuan yang sedang menstruasi atau haid tetap diperbolehkan berkunjung ke Pulau Komodo. Hanya saja, ada aturan tertentu yang mesti dipahami perempuan yang sedang haid.

"Perlu diketahui indera penciuman komodo itu sampai 5 kilometer (km) jauhnya. Dia bisa mencium bau amis darah itu," ujar pria yang akrab disapa Yono, saat menemani perjalanan kumparan di Taman Nasional Komodo, beberapa waktu yang lalu.

Naturalist Guide di Taman Nasional Komodo, Haryono Abdullah saat memandu di TN Komodo. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Kepada kumparan, Yono bercerita bahwa cerita soal wisatawan yang dikejar komodo itu pernah terjadi dan bukan isapan jempol belaka. Dirinya mengaku bahwa pernah mengalami hal tersebut, ketika sedang membawa tamu atau wisatawan untuk trekking melihat keberadaan satwa endemik itu.

"Pas kita trekking tiba-tiba si komodonya langsung agresif nyamperin kita. Untung saya cepat, tongkatnya nahan si komodonya. Akhirnya saya arahkan tamu di belakang saya. Setelah kita sudah aman posisinya, saya tanya ke tamunya, 'ada yang lagi dapet enggak?' 'Ada, angkat tangan tiga orang'," ujarnya.

Wisatawan yang sedang mengantre untuk menyaksikan komodo. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Untuk itu, Yono mengimbau kepada wisatawan agar bersikap terbuka kepada para pemandu, termasuk kondisi tubuh mereka saat sedang berwisata, khususnya para perempuan.

Jika memang sedang datang bulan atau berhalangan, ada baiknya memberi tahu pemandu sebelum memulai trekking di alam liar.

"Yang dapet boleh ke sini, cuma kasih tahu pemandunya, supaya ekstra dijagain. Boleh datang (saat mens)," imbuh Yono.

Hal Lain yang Tak Boleh Dilakukan saat Berkunjung ke Pulau Komodo

Naturalis guide atau pemandu di Taman Nasional Komodo yang sedang berjalan berdampingan dengan komodo, Kamis (28/7/2022). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Tak hanya itu, ada hal lain juga yang tidak boleh dilakukan wisatawan saat bertemu ataupun berada dekat dengan hewan tersebut. Salah satunya adalah wisatawan tidak diperbolehkan mengayun-ayunkan sesuatu, seperti tas.

"Selain itu, jangan mengayunkan barang-barang bawaan, karena akan memancing gerakan komodo," ujarnya.

Setelah itu, wisatawan juga diminta untuk menjaga jarak atau tidak terlalu dekat saat ingin berfoto atau memfoto si komodo di alam liar. Sebab, jika tiba-tiba komodo mendekat dan akhirnya wisatawan panik dan berlari, justru akan memancing komodo untuk mengejar.

"Terus jangan panik saat bertemu komodo, kan, ada pemandunya yang jagain," tutur Yono.

Para pemandu akan selalu sigap untuk menjaga wisatawan dengan menggunakan tongkat kayu yang ujungnya berbentuk huruf "Y". Tongkat tersebut dapat mencegah kepala komodo agar tidak menyerang.