Kumparan Logo

Berburu Sunset dan Stargazing di The Pinnacles Desert, Australia Barat

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Hamparan batu karang di tengah gurun pasir di The Pinnacles Desert. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Hamparan batu karang di tengah gurun pasir di The Pinnacles Desert. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Sunset menjadi salah satu momen yang paling ditunggu saat berlibur. Momen ini juga dapat dinikmati ketika kamu berlibur ke Australia Barat yaitu dengan mengunjungi The Pinnacles Desert, tempat yang digadang-gadang sebagai tempat terbaik menikmati sunset di Australia Barat.

Sebelum sampai ke Pinnacles tak ada salahnya untuk menikmati sejumlah tempat menarik lain yang sejalan. Bisa dengan mobil, atau ikut paket tur yang disediakan.

Kali ini, kumparan ikut paket tur bersama ADAMS Pinnacles Tours yang sudah bekerja sama dengan Tourism Western Australia. Untuk ikut tur ini, wisawatan cukup mendaftar melalui website dan mengikuti petunjuk yang tersedia.

Bus yang membawa wisatawan menuju ke The Pinnacles Desert. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Bila sudah terdaftar, bus biru besar bertulis Adams siap menjemput di titik yang sudah disepakati. Karena ini merupakan wisata terbuka atau open trip, jadi pastikan tidak terlambat tiba di titik yang sudah ditentukan.

Setelah semua wisatawan dijemput, sopir akan mengarahkan bus ke salah satu Taman Nasional yang cantik bernama Yanchep. Taman Nasional Yanchep berjarak sekitar satu jam dari Perth. Untuk masuk ke taman kota, wisatawan tak perlu membayar alias gratis. Bagi yang membawa mobil pribadi pun cukup membayar 10 dolar Australia untuk parkir.

Koala sedang tidur di salah satu pohon di Taman Nasional Yanchep, Perth. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Tiba di taman ini, wisatawan akan disambut oleh beberapa ekor koala. Wisatawan kemudian diajak untuk menyusuri jembatan kayu yang dikelilingi kandang terbuka koala. Dari situ, kamu dapat melihat dengan jelas aktivitas koala dari dekat.

Bila beruntung, kamu dapat melihat koala sedang makan. Bila kurang beruntung, kamu hanya bisa menyaksikan koala sedang bermalas-malasan, bertengger di pohon dan sedang tidur nyenyak. Wajar saja, hewan ini bisa tidur 18 jam lebih sehari.

Kanguru liar tengah berlarian di Taman Nasional Yanchep, Perth. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Tak hanya itu, ada pula kanguru liar di taman nasional ini. Kanguru ini bisa dengan bebas berlarian di hamparan rumput hijau. Sebagian di antaranya, ada kanguru yang terlihat membawa anak dalam kantongnya.

Tapi perlu kamu perhatikan, jangan memaksakan diri untuk berfoto bersama dengan kanguru di sini karena mereka benar-benar hidup secara liar dan memiliki kewaspadaan tinggi. Bisa-bisa, disaat kamu mendekati si kanguru, mereka malah akan pergi menjauh.

Warga tengah berbincang di bawah pohon di Taman Nasional Yanchep, Perth Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Taman ini punya lanskap yang indah. Hamparan pohon rindang, rumput hijau, lengkap dengan danau kecil, membuat tempat ini sangat tenang. Maka tak mengherankan apabila sebagian wisatawan memanfaatkan tempat ini untuk piknik, terlebih cuaca di Australia, khususnya di Perth, suhu udara tengah berada di antara 16-23 derajat celsius.

Meski bebas membawa makanan, saat berada di taman ini wisatawan tidak disarankan memberi makan kepada semua hewan yang dijumpai. Semua itu bertujuan agar mereka tetap bisa hidup liar mencari makan sendiri.

Wildflower yang mulai bermekaran di jalanan menuju ke The Pinnacles Desert. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Waktu pun berlalu, setelah coffee break sejenak yang sudah disediakan oleh ADAMS Pinnacles Tours, perburuan sunset dimulai. Bus lalu melaju ke arah barat, tujuannya utamanya adalah The Pinnacles Desert yang perjalanannya menghabiskan waktu satu jam.

The Pinnacles Desert merupakan padang pasir yang dihiasi banyak batu karang. Dulu, kawasan ini merupakan lautan. Lama kelamaan, air surut dan membentuk daratan.

Keindahan langit di The Pinnacles Desert saat sunset. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Untuk masuk ke lokasi utama The Pinnacles Desert, kamu harus meniti anak tangga sejauh 100 meter. Tak perlu khawatir, perjalanan tak akan terasa karena mata dimanjakan dengan hamparan bunga liar atau wildflowers warna warni yang mulai bermekaran.

Tiba di ujung tangga, padang pasir yang dipenuhi batu karang sudah menyambut. Bebatuan ini sangat banyak yang seperti tertata rapi. Ini menjadi salah satu objek foto yang tak boleh terlewatkan.

Eits, jangan senang dulu, tujuan utamanya baru akan muncul setelah ini yaitu menikmati detik-detik sang surya tenggelam perlahan melewati batas garis cakrawala.

Sunset di The Pinnacles Desert. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Arahkanlah pandangan ke barat. Kamu dapat melihat matahari mulai turun bak ditelan oleh Pinnacles. Langit pun sangat indah dengan kombinasi warna oranye, biru, putih, dan abu-abu dari awan.

Bila menemukan kondisi ini, segera pilih spot terbaik, ambil kamera, dan segera abadikan momen ini. Tapi, jangan sampai terlena dengan momen ini. Sebab, tak ada satu pun lampu yang ada di lokasi. Kecuali dari bangunan toilet yang ada di tempat parkir bus. Jadi, sebelum hari benar-benar gelap, segeralah kembali ke bus.

The Pinnacles Desert mulai gelap saat matahari tenggelam. Foto: Ahmad Romadoni/kumparan

Mission Accomplished! Kini tibalah giliran tuk misi selanjutnya yaitu stargazing. Sebelum menuju momen stargazing, sopir mengajak wisatawan untuk makan malam. Lokasinya, sekitar 10 menit dari Pinnacles. Makan malam ini sudah termasuk paket tur, jadi tak perlu khawatir.

Usai makan malam, bus melaju kembali ke The Pinnacles Desert. Lokasi ini juga merupakan salah satu tempat terbaik menikmati stargazing. Setibanya di lokasi, sopir memberikan wisatawan senter kepala atau lampu berbentuk petromaks untuk menyusuri tangga menuju Pinnacles.

Namun, Senin (16/9) malam bukan malam keberuntungan kami sebab langit tak begitu cerah. Sebagian tertutup awan. Bulan juga sedang hampir purnama sehingga langit begitu terang.

Padahal, untuk dapat menikmati stargazing secara maksimal, kondisi langit harus benar-benar bersih tanpa awan, tak ada bulan, dan kondisi daratan minim atau sama sekali tak ada cahaya.

Tampaknya semesta seakan ingin berkata kepada kami, datanglah lain waktu ke Pinnacles Desert. Simpan dan jagalah dulu asa kalian tuk kemudian disampaikan langsung kepada jutaan bintang yang bertabur di langit Australia sembari berteman teh atau kopi serta beberapa kukis.