Candi Ceto di Karanganyar Kembali Dibuka, Tapi Hanya Bagi Warga Jateng dan DIY

21 Juni 2020 16:37 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Pengunjung di hari pertama pembukaan Candi Cetho didominasi milenial Foto: Dok. Titis Sri Jawoto
zoom-in-whitePerbesar
Pengunjung di hari pertama pembukaan Candi Cetho didominasi milenial Foto: Dok. Titis Sri Jawoto
ADVERTISEMENT
Candi Ceto di Karanganyar, Jawa Tengah, kembali dibuka untuk wisatawan per hari ini, Minggu (21/6). Pembukaan ini merupakan yang pertama kalinya, setelah ditutup akibat pandemi.
ADVERTISEMENT
Titis Sri Jawoto, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kabupaten Karanganyar, mengatakan ada beberapa tempat wisata yang kini telah diperbolehkan untuk buka.
"Mulai hari ini, Candi Ceto, Candi Sukuh, Taman Saraswati, Puncak Lawu lewat Ceto maupun Cemoro Kandang, Pringgondani, termasuk Bumi Perkemahan Sekipan, hari ini kita buka," tutur Titis ketika dihubungi kumparan, Minggu (21/6).
Pengunjung mendatangi kawasan Candi Cetho di hari pertama pembukaan Foto: Dok. Titis Sri Jawoto
Meski telah dibuka, pemerintah setempat akan membatasi pengunjung yang datang berkunjung. Hanya masyarakat dengan KTP Jawa Tengah dan DI Yogyakarta saja, yang diperbolehkan untuk berwisata.
Ini untuk mengontrol wisatawan yang ada dalam situs wisata. Aturan domisili itu juga tak hanya berlaku bagi Candi Ceto saja, tetapi juga tempat wisata di Karanganyar lainnya.
Pemerintah setempat juga menyiapkan sarana dan prasarana penunjang, termasuk petugas khusus untuk mengimbau masyarakat, agar terus mematuhi aturan kesehatan.
Hari pertama pembukaan Candi Ceto setelah penutupan akibat pandemi Foto: Dok. Titis Sri Jawoto
Pemerintah Karanganyar kata Titis, juga melakukan kontrol dari segi kapasitas. Untuk Candi Ceto sendiri, volume pengunjung hariannya dibatasi hingga 500 orang saja.
ADVERTISEMENT
"Kalau di tempat lain itu kapasitas harian normalnya saja tidak terlalu penuh, masih standar (sesuai dengan aturan pencegahan) COVID-19. Untuk Ceto kalau ramai, bisa sampai 1000, kalau hari biasa paling, ya 300, tapi sekarang kita batasi cuma 500 sehari maksimal," ujarnya.
Sementara ini, menurut pantauan Titis, hingga pukul 13.00 WIB, jumlah pengunjung di Candi Ceto baru sekitar 200 orang saja. Jumlah tersebut sangat jauh berbeda, dengan kondisi normal sebelum pandemi ketika akhir pekan.
Pengunjung di Candi Cetho mengenakan masker Foto: Dok. Titis Sri Jawoto
"Menurut pantauan saya, meski sudah dibuka, orang juga belum begitu berani berwisata. Perkiraan saya paling hanya sampai 300-400. Kalau hari biasa mungkin cuma 100-200. Sedangkan ini di hari Minggu, weekend, (sejauh ini) masih sampai 200, jadi enggak terlalu signifikan. Pembatasan kami sampai 500 itu pun tidak akan terlampaui," jelas Titis.
ADVERTISEMENT
Pengunjung yang datang ke Candi Ceto pada hari pertama pembukaan ini didominasi oleh milenial. Titis menuturkan, kecil kemungkinan ada anak-anak yang ikut berwisata di situs Candi Ceto.
Salah satu alasannya, karena medan candi yang berat. Kalau pun ada anak-anak yang datang berkunjung, biasanya mereka akan datang bersama dengan orang tua. Sehingga lebih mudah untuk dipantau.
"Kecuali di Sekipan, mungkin ada keluarga bawa anak, tapi masih sangat minim, masih terpantau. Khusus keluarga yang bawa anak, kita akan imbau terus dengan pengeras suara dan ada petugas kami yang bertugas memantau setiap titik sehingga kita ingatkan," tutupnya menegaskan.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
ADVERTISEMENT