Kumparan Logo

Cegah Penularan Virus Corona, 10 Negara Ini Ubah Cara Salam

kumparanTRAVELverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Masyarakat Hong Kong menggunakan masker untuk mengantisipasi terkena virus corona. Foto: AFP/DALE DE LA REY
zoom-in-whitePerbesar
Masyarakat Hong Kong menggunakan masker untuk mengantisipasi terkena virus corona. Foto: AFP/DALE DE LA REY

Virus corona atau COVID-19 terus menyebar hampir di seluruh belahan dunia. Virus bernama asli SARS-CoV-2 itu tercatat telah menjangkiti ke lebih 89.197 orang dan menewaskan lebih dari 3.000 jiwa.

Kondisi tersebut tentu membuat semua negara khawatir dengan serangan virus mematikan ini. Virus corona yang berasal dari Wuhan, China, itu sangat mudah menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil air liur dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan COVID-19 mengalami batuk atau buang napas.

Kim-Trump Salaman. Foto: AP Video

Untuk menangkal penyebaran virus corona, berbagai negara telah mengubah cara dan membatasi bersalaman untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi virus corona (Covid-19). Terlebih, setiap negara memiliki cara yang berbeda saat memberi salam kepada orang lain.

Berikut kumparan rangkum negara yang telah mengubah cara bersalaman, untuk mencegah tertularnya virus corona, sebagaimana dilansir Gulf News.

China

Ilustrasi serah terima jabatan. Foto: Nappiness

China merupakan negara pertama yang melaporkan kasus virus corona. Bahkan, Negara Tirai Bambu ini menjadi sumber penyebaran virus SARS-CoV-2.

Menurut laporan pemerintah China melalui China Global TV Network (CGTN), total sampai saat ini telah tercatat 80.302 kasus positif virus corona di negara tersebut. Sementara angka kematian di China mencapai 2.946. Atas kondisi ini, WHO telah menetapkan China dalam status bahaya virus corona.

Untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu, Pemerintah Kota Beijing, ibu kota negara China, telah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar membatasi berjabat tangan. Namun, mereka dapat salam namaste sebagai pengganti jabat tangan.

Bukan hanya itu, di wilayah tersebut juga ada pengeras suara yang mengimbau orang-orang agar membuat gesture tradisional gongshou, di mana seseorang mengepalkan kedua telapak tangannya untuk menyapa.

Perancis

Presiden Perancis Emmanuel Macron di parade militer Hari Bastille di Paris, Prancis. Foto: Reuters/Philippe Wojazer/Pool

Pemerintah Perancis telah mengimbau warganya untuk mengganti ciuman pipi--salaman sehari-sehari orang Perancis-- dengan berjabat tangan.

Pakar etiket, Philippe Lichtfouse, mengatakan bahwa jabat tangan adalah perubahan cara salam yang relatif baru bagi orang Perancis setelah kebiasaan tersebut diterapkan sejak pertengahan abad. Ia mengatakan, dengan menatap mata seseorang, sudah cukup sebagai salam.

Brasil

Ilustrasi menolak jabat tangan. Foto: Shutter Stock

Kementerian Kesehatan Brasil telah merekomendasikan agar warganya menggunakan sedotan logam saat mengkonsumsi minuman khas Amerika Selatan yang kaya kafein, yaitui chimarrao.

Tidak hanya itu, untuk mengurangi interaksi fisik, pemerintah Brasil juga melarang warganya untuk berciuman ketika memberi salam.

Jerman

embed from external kumparan

Kecemasan akan tertularnya infeksi virus corona juga ditunjukkan oleh Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer. Ia menolak bersalaman dengan Kanselir, Angela Merkel, Senin (2/3). Mengganti jabat tangan, Horst tersenyum kepada Angela sambil memberikan gestur salam namaste.

Spanyol

Pope Francis cium patung Yesus saat Natal Foto: Reuters/Tony Gentile

Spanyol memiliki tradisi yang unik, seperti mencium patung-patung Maria dan orang-orang kudus saat malam menjelang paskah. Satu minggu sebelum paskah dimulai, pemerintah Spanyol melarang ritual tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona.

Romania

Ilustrasi jabat tangan. Foto: rawpixel via pixabay

Festival penyambutan musim semi Di Romania, atau yang dikenal dengan Festival Martisor Rumania terpaksa harus mengubah ritual mereka karena virus corona. Ritual yang dilakukan dengan membagikan tali dan bunga talismania kepada pria dan wanita itu harus diubah.

Pemerintah Rumania mendesak masyarakat agar menyerahkan jimat dan bunga tanpa menyertai ciuman. Hal itu dilakukan untuk mengurangi tertularnya virus corona dari orang ke orang.

Polandia

Wisatawan yang tengah berkunjung ke Kastil Ogrodzieniec di Polandia Foto: Shutter Stock

Sebagai negara yang mayoritas penganut agama Katolik ini, Polandia juga mengimbau masyarakatnya agar menyesuaikan ritual gereja untuk menangkal penyebaran virus corona. Para umat diizinkan mengambil roti komunal dengan tangan dan langsung memakannya.

Para umat katolik di Polandia juga diminta untuk tidak mencelupkan tangan mereka ke dalam air suci ketika masuk dan keluar dari gereja. Sebagai gantinya, mereka membuat tanda salib.

Iran

embed from external kumparan

Pada Selasa (3/3) otoritas Iran mengumumkan ada 11 kematian terbaru akibat virus corona. Dengan bertambahnya 11 orang tersebut total korban jiwa virus corona di Iran mencapai 77 orang. Jumlah itu terbesar kedua di dunia setelah China.

Selain korban jiwa, Wakil Menteri Kesehatan Iran Alireza Raisi, mengatakan bahwa penderita virus corona juga terus bertambah. Secara keseluruhan ada 2.336 yang COVID-19 (virus corona) termasuk 835 kasus baru.

Untuk mencegah penyebaran tersebut, Iran membuat cara baru dalam memberi salam. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat tiga orang Iran yang bertemu dan saling menempelkan kaki alih-alih bersalaman.

Selandia Baru

Ilustrasi Hongi, Salam Hidung dari Selandia Baru Foto: Flickr / Les Musées de la civilisation

Beberapa lembaga pendidikan di Selandia Baru untuk sementara waktu tidak melakukan salam Maori yang dikenal sebagai hongi. Hongi merupakan salam yang dilakukan dengan saling menempelkan kening.

Politeknik Wellington, WelTec, mengatakan mereka tidak akan menyambut mahasiswa baru dengan salam hongi, tetapi cukup dengan menyanyikan lagu Maori yaitu waiata.

Uni Emirat Arab

Paus Fransiskus (kiri) bersama Imam Besar al-Azhar Sheikh Ahmed al-Tayeb, saat pertemuan antaragama di Founder's Memorial. Foto: REUTERS/Tony Gentile

Uni Emirat Arab dan Qatar menyarankan warganya agar berhenti melakukan salam tradisional, yaitu salam hidung ke hidung. Tidak hanya itu, masyarakat UEA juga diminta tidak berjabat tangan atau berciuman, mereka dapat memberi salam satu sama lain hanya dengan melambaikan tangan.uuni