Cegah Penularan Virus Corona, 10 Negara Ini Ubah Cara Salam

Virus corona atau COVID-19 terus menyebar hampir di seluruh belahan dunia. Virus bernama asli SARS-CoV-2 itu tercatat telah menjangkiti ke lebih 89.197 orang dan menewaskan lebih dari 3.000 jiwa.
Kondisi tersebut tentu membuat semua negara khawatir dengan serangan virus mematikan ini. Virus corona yang berasal dari Wuhan, China, itu sangat mudah menyebar dari orang ke orang melalui tetesan kecil air liur dari hidung atau mulut yang menyebar ketika seseorang dengan COVID-19 mengalami batuk atau buang napas.
Untuk menangkal penyebaran virus corona, berbagai negara telah mengubah cara dan membatasi bersalaman untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap risiko penularan infeksi virus corona (Covid-19). Terlebih, setiap negara memiliki cara yang berbeda saat memberi salam kepada orang lain.
Berikut kumparan rangkum negara yang telah mengubah cara bersalaman, untuk mencegah tertularnya virus corona, sebagaimana dilansir Gulf News.
China
China merupakan negara pertama yang melaporkan kasus virus corona. Bahkan, Negara Tirai Bambu ini menjadi sumber penyebaran virus SARS-CoV-2.
Menurut laporan pemerintah China melalui China Global TV Network (CGTN), total sampai saat ini telah tercatat 80.302 kasus positif virus corona di negara tersebut. Sementara angka kematian di China mencapai 2.946. Atas kondisi ini, WHO telah menetapkan China dalam status bahaya virus corona.
Untuk mencegah penyebaran virus mematikan itu, Pemerintah Kota Beijing, ibu kota negara China, telah mengimbau kepada seluruh masyarakat agar membatasi berjabat tangan. Namun, mereka dapat salam namaste sebagai pengganti jabat tangan.
Bukan hanya itu, di wilayah tersebut juga ada pengeras suara yang mengimbau orang-orang agar membuat gesture tradisional gongshou, di mana seseorang mengepalkan kedua telapak tangannya untuk menyapa.
Perancis
Pemerintah Perancis telah mengimbau warganya untuk mengganti ciuman pipi--salaman sehari-sehari orang Perancis-- dengan berjabat tangan.
Pakar etiket, Philippe Lichtfouse, mengatakan bahwa jabat tangan adalah perubahan cara salam yang relatif baru bagi orang Perancis setelah kebiasaan tersebut diterapkan sejak pertengahan abad. Ia mengatakan, dengan menatap mata seseorang, sudah cukup sebagai salam.
Brasil
Kementerian Kesehatan Brasil telah merekomendasikan agar warganya menggunakan sedotan logam saat mengkonsumsi minuman khas Amerika Selatan yang kaya kafein, yaitui chimarrao.
Tidak hanya itu, untuk mengurangi interaksi fisik, pemerintah Brasil juga melarang warganya untuk berciuman ketika memberi salam.
Jerman
Kecemasan akan tertularnya infeksi virus corona juga ditunjukkan oleh Menteri Dalam Negeri Jerman, Horst Seehofer. Ia menolak bersalaman dengan Kanselir, Angela Merkel, Senin (2/3). Mengganti jabat tangan, Horst tersenyum kepada Angela sambil memberikan gestur salam namaste.
Spanyol
Spanyol memiliki tradisi yang unik, seperti mencium patung-patung Maria dan orang-orang kudus saat malam menjelang paskah. Satu minggu sebelum paskah dimulai, pemerintah Spanyol melarang ritual tersebut untuk mencegah penyebaran virus corona.
Romania
Festival penyambutan musim semi Di Romania, atau yang dikenal dengan Festival Martisor Rumania terpaksa harus mengubah ritual mereka karena virus corona. Ritual yang dilakukan dengan membagikan tali dan bunga talismania kepada pria dan wanita itu harus diubah.
Pemerintah Rumania mendesak masyarakat agar menyerahkan jimat dan bunga tanpa menyertai ciuman. Hal itu dilakukan untuk mengurangi tertularnya virus corona dari orang ke orang.
Polandia
Sebagai negara yang mayoritas penganut agama Katolik ini, Polandia juga mengimbau masyarakatnya agar menyesuaikan ritual gereja untuk menangkal penyebaran virus corona. Para umat diizinkan mengambil roti komunal dengan tangan dan langsung memakannya.
Para umat katolik di Polandia juga diminta untuk tidak mencelupkan tangan mereka ke dalam air suci ketika masuk dan keluar dari gereja. Sebagai gantinya, mereka membuat tanda salib.
Iran
Pada Selasa (3/3) otoritas Iran mengumumkan ada 11 kematian terbaru akibat virus corona. Dengan bertambahnya 11 orang tersebut total korban jiwa virus corona di Iran mencapai 77 orang. Jumlah itu terbesar kedua di dunia setelah China.
Selain korban jiwa, Wakil Menteri Kesehatan Iran Alireza Raisi, mengatakan bahwa penderita virus corona juga terus bertambah. Secara keseluruhan ada 2.336 yang COVID-19 (virus corona) termasuk 835 kasus baru.
Untuk mencegah penyebaran tersebut, Iran membuat cara baru dalam memberi salam. Dalam sebuah video yang beredar di media sosial, terlihat tiga orang Iran yang bertemu dan saling menempelkan kaki alih-alih bersalaman.
Selandia Baru
Beberapa lembaga pendidikan di Selandia Baru untuk sementara waktu tidak melakukan salam Maori yang dikenal sebagai hongi. Hongi merupakan salam yang dilakukan dengan saling menempelkan kening.
Politeknik Wellington, WelTec, mengatakan mereka tidak akan menyambut mahasiswa baru dengan salam hongi, tetapi cukup dengan menyanyikan lagu Maori yaitu waiata.
Uni Emirat Arab
Uni Emirat Arab dan Qatar menyarankan warganya agar berhenti melakukan salam tradisional, yaitu salam hidung ke hidung. Tidak hanya itu, masyarakat UEA juga diminta tidak berjabat tangan atau berciuman, mereka dapat memberi salam satu sama lain hanya dengan melambaikan tangan.uuni
