Cerita Sekeluarga Keliling Dunia Pakai Pesawat Pribadi: Sambangi Lebih 12 Negara
·waktu baca 3 menit

Liburan bareng keluarga tentu jadi hal yang paling ditunggu-tunggu banyak traveler. Menghabiskan waktu bersama sambil mengunjungi tempat wisata yang diidam-idamkan tentu jadi pengalaman yang menyenangkan.
Saat liburan bareng keluarga destinasi dekat rumah atau luar kota mungkin bakal jadi pilihan. Namun, nyatanya hal tersebut tak berlaku dengan keluarga satu ini yang memilih untuk keliling dunia.
Menariknya, bukan dengan transportasi umum seperti pesawat atau yang lainnya, mereka menggunakan pesawat pribadi yang mereka miliki. Wow, seperti apa ceritanya?
Dilansir Mirror, satu keluarga yang terdiri dari lima orang anggota keluarga yaitu Ian Porter, Michelle Porter, dan anak-anak mereka yakni Samantha, Sydney, dan Christopher ini memilih traveling keliling dunia dengan pesawat milik mereka sendiri. Keluarga asal Vancouver, Kanada, tersebut menggunakan pesawat bermesin tunggal mirip Cessna yang mereka beli.
Pesawat seharga 500 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau hampir Rp 7,8 miliar tersebut mereka beli pada tahun 2021 dari hasil tabungan selama beberapa tahun. Pesawat yang diberi nama Moose tersebut kemudian mereka gunakan untuk traveling keliling dunia.
Cerita Sekeluarga yang Traveling Keliling Dunia
Ian yang sebelumnya bekerja sebagai pengembang real estate akhirnya keluar dari pekerjaannya demi bisa keliling dunia. Setelah melakukan perencanaan selama kurang lebih setahun, mereka pun akhirnya melakukan perjalanan mereka pada 15 Juni 2022 lalu.
Usai terbang dari Kanada pada bulan Juni, mereka diketahui telah traveling ke banyak negara seperti Bahama, Republik Dominika, Kepulauan Virgin dan Argentina.
Keluarga tersebut diketahui telah melakukan perjalanan lebih dari 27.780 kilometer (km). Mereka juga diketahui telah singgah di hampir 12 negara. Perjalanan traveling mereka pun dibagikan di laman Instagram @fly5inthesky.
Saat mengelilingi dunia, mereka juga menyempatkan diri berkunjung ke tempat-tempat wisata yang mereka sambangi. Sebagai contoh, saat berada di Argentina, mereka juga menyambangi Salta yang dikenal dengan warisan sejarahnya.
Ian dan keluarganya setidaknya menghabiskan waktu sekitar dua hingga empat hari di setiap negara yang disambangi. Mereka biasanya menginap di hotel, bandara, berkemah, ataupun mengeksplor tempat yang dikunjungi.
"Kami telah memiliki segalanya, kami telah tidur di lantai, berkemah, tidur di bandara, hingga hotel yang bagus," ujar Ian.
Ian mengatakan bahwa selama perjalanan, ada banyak pengalaman menakjubkan yang ia dapat dengan keluarganya.
"Pengalaman yang kami dapatkan sejauh ini adalah pengalaman yang menakjubkan. Tak hanya terbang keliling dunia, bertemu banyak orang dan melakukan apa yang bisa kita lakukan sebagai sebuah keluarga adalah mimpi yang jadi kenyataan," ungkapnya.
Bahu-membahu Saling Membantu
Saat keliling dunia, Ian juga dibantu oleh anak-anaknya yaitu Samantha dan Sydney yang bertugas sebagai co-pilot.
Samantha bertugas sebagai orang yang berkomunikasi dengan pihak bandara melalui radio. Sedangkan, Sydney membantu sang ayah dalam hal urusan navigasi.
Adapun, sang ibu yakni Michelle akan membantu perencanaan rute perjalanan maupun hal-hal yang berbau navigasi.
"Kami semua sangat menikmati perjalanan ini, satu hal dari orang-orang yang kami temui 'oh astaga, kamu pasti cukup sulit untuk mengoperasikan pesawat sendiri'," katanya.
Meski tidak mudah, Ian mengatakan jam terbangnya sebagai kepala pilot dan penerbang paralayang ataupun paramotor selama 40 tahun memudahkannya dalam mengoperasikan pesawat.
Buktinya, ia tak mengalami kesulitan dan tetap bisa membawa keluarganya traveling keliling dunia dengan aman.
Saat ini, mereka sedang berada di Argentina. Mereka berencana untuk melakukan perjalanan ke Ushuaia di Amerika Selatan, kemudian ke utara menuju Chile, Peru, Ekuador, Kolombia, lalu ke Amerika Tengah.
Berikutnya, mereka juga akan bepergian ke Eropa sebelum menuju Afrika Utara, Timur Tengah, Pakistan, India, Asia Timur dan akhirnya kembali ke Kanada.
