Kumparan Logo

Curi Pecahan Batu di Pompeii, Turis Inggris Didenda Rp 28 Juta

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pompeii Archaeological Park. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pompeii Archaeological Park. Foto: Shutterstock

Seorang turis asal Inggris berusia 51 tahun terpaksa berurusan dengan hukum setelah kedapatan mencuri enam artefak berupa pecahan batu dan sebuah bata dari situs arkeologi Pompeii, salah satu destinasi wisata paling populer di Italia.

Dilansir Euro News, aksinya diketahui pemandu wisata yang melihat ia mengambil potongan batu dari lantai kuno, lalu melaporkannya kepada petugas keamanan.

Seorang pengunjung melihat patung dudukan lampu Ephebe, di situs Pompeii selama pameran. Foto: Andreas Solaro/AFP

Tak lama setelah meninggalkan area situs, pria tersebut ditangkap polisi di dekat stasiun Villa dei Misteri. Kepada petugas, ia mengaku membawa pulang batu-batu itu untuk diberikan kepada putranya yang mengoleksi benda langka, dan mengeklaim tidak tahu bahwa tindakannya ilegal.

Menurut aturan Italia, pengunjung dilarang keras mengambil benda apa pun dari Pompeii karena dianggap sebagai artefak bersejarah. Kini, sang turis terancam denda hingga 1.500 Euro (sekitar Rp 28 juta) serta kemungkinan hukuman penjara hingga enam tahun. Barang curian itu pun dikembalikan ke otoritas taman arkeologi.

Fosil kura-kura yang ditemukan saat penggalian di situs arkeologi kota Romawi kuno Pompeii, Italia. Foto: Parco Archeologico Pompei/Handout via REUTERS

Direktur Taman Arkeologi Pompeii, Gabriel Zuchtriegel, mengapresiasi kewaspadaan pemandu tur dan kerja sama petugas keamanan serta kepolisian.

“Ini bukti pentingnya menjaga warisan dunia bersama-sama,” ujarnya.

Legenda "Kutukan Pompeii"

Pompeii Archaeological Park. Foto: Shutterstock

Kejadian pencurian artefak di Pompeii bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, pihak taman arkeologi menerima kiriman benda-benda curian yang dikembalikan oleh wisatawan dengan disertai surat permintaan maaf.

Banyak di antara mereka percaya pada legenda "kutukan Pompeii", keyakinan bahwa siapa pun yang mencuri artefak dari situs ini akan tertimpa kesialan.

Pada 2020 misalnya, seorang turis asal Kanada mengirim kembali pecahan keramik dan mosaik yang diambil 15 tahun sebelumnya. Dalam suratnya, ia mengaku hidupnya dipenuhi kemalangan, termasuk masalah ekonomi dan penyakit serius, setelah membawa pulang benda-benda tersebut.

Wisata Sejarah dengan Aturan Ketat

Tengkorak pria muda yang ditemukan di Area 33. Foto: Parco Archeologico di Pompei

Pompeii, yang terkubur abu vulkanik akibat letusan Gunung Vesuvius pada tahun 79 M, merupakan salah satu destinasi wisata sejarah paling terkenal di dunia dan tercatat sebagai Warisan Dunia UNESCO.

Setiap pengunjung diingatkan untuk tidak menyentuh atau membawa pulang artefak, demi menjaga keaslian situs bersejarah ini.

Kasus terbaru ini menjadi pengingat bagi wisatawan bahwa perjalanan ke destinasi bersejarah seperti Pompeii bukan hanya soal menikmati keindahan dan nilai budaya, tetapi juga menghormati aturan serta melestarikan warisan dunia untuk generasi mendatang.