Food & Travel
·
15 Oktober 2021 10:13
·
waktu baca 6 menit

Dari Katong ke Tiong Bahru, Traveling Sambil Telusuri Kekayaan Budaya Singapura

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Dari Katong ke Tiong Bahru, Traveling Sambil Telusuri Kekayaan Budaya Singapura (287187)
searchPerbesar
Mural ‘Bird Singing Corner’ di Blk 71 Seng Poh Lane, karya seniman Yip Yew Chong. Foto: www.yipyc.com
Bagi beberapa orang, liburan ke luar negeri tidak hanya bertujuan menyegarkan pikiran ke tempat yang baru. Beberapa di antaranya sengaja menyisihkan waktu untuk menelusuri sejarah dan kebudayaan negara tersebut.
Ya, wisata budaya dan sejarah juga tak kalah menyenangkan, lho. Bukan hanya wawasan yang bertambah, kita bisa lebih tahu keunikan dari suatu negara yang mungkin belum pernah ditemui di tempat lain. Apa kamu juga suka menjelajah budaya saat liburan?
Jika iya, jangan lewatkan kesempatan jalan-jalan ke Singapura. Di sana, kita bisa melihat bagaimana budaya dari berbagai etnis bisa hidup berdampingan dan justru membuat negara tetangga Indonesia ini punya keunikan tersendiri. Apalagi dengan adanya kawasan-kawasan bersejarah yang tetap dijaga kelestariannya.
Telusur budaya Peranakan di kawasan Katong dan Joo Chiat, hingga menjelajah sejarah masa lalu Singapura di Tiong Bahru jadi beberapa aktivitas yang bisa kamu lakukan saat ke sana. Sambil berwisata, kita juga bisa mencoba berbagai aktivitas, mulai dari berbelanja hingga wisata kuliner. Menarik, bukan?
Namun untuk sementara waktu kita harus menahan diri bila ingin liburan ke Negeri Singa, sebab hingga kini belum ada kebijakan terbaru mengenai pembukaan ‘gerbang’ bagi turis yang ingin ke Singapura.
Jangan khawatir, kali ini Singapore Tourism Board (STB) dan kumparan akan mengajak kamu berkeliling Singapura lewat virtual trip #SingapoReimagine. Sebagai bagian dari acara utama Singapore Passion Land pada 18-24 Oktober mendatang, lewat jalan-jalan virtual ini, STB berharap dapat mengobati traveler yang #KangenSingapura, sekaligus memperkenalkan destinasi-destinasi baru, lengkap dengan cerita menariknya.
Dari Katong ke Tiong Bahru, Traveling Sambil Telusuri Kekayaan Budaya Singapura (287188)
searchPerbesar
#SingapoReimagine Episode 3, Sabtu 23 Oktober 2021, pukul 15.00 WIB di Zoom dan YouTube. Foto: kumparan
Episode ketiga sekaligus terakhir virtual trip ini akan diselenggarakan pada 23 Oktober melalui Zoom dan kamu bisa mendaftarkan diri di sini.
Tidak sendiri, karena kamu juga akan ditemani oleh tour guide asli dari Singapura, Anthony Ang, serta influencer Inez Siantar yang akan berbagi rekomendasi destinasi wisata favoritnya, baik destinasi populer maupun yang mungkin belum pernah kamu kunjungi.
Ke mana Anthony Ang dan Inez Siantar, akan mengajak kita jalan-jalan? Sebelum itu, yuk intip sekilas destinasi yang akan kamu kunjungi saat virtual trip #SingapoReimagine.

Menyelami budaya Peranakan di Katong dan Joo Chiat

Dari Katong ke Tiong Bahru, Traveling Sambil Telusuri Kekayaan Budaya Singapura (287189)
searchPerbesar
Di di Koon Seng Road, wisatawan bisa melihat deretan rumah warna-warni yang dikenal sebagai Peranakan Houses. Foto: Shutterstock
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, masyarakat Singapura terdiri dari berbagai etnis, yaitu Melayu, Tionghoa, hingga India. Berbagai etnis tersebut juga banyak yang saling membaur dan akhirnya melahirkan etnis baru, salah satunya disebut Peranakan, yakni percampuran antara etnis Tionghoa dan Melayu.
Hingga kini, pusat kawasan Peranakan di Singapura juga masih lestari. Penasaran? Datang saja ke Katong dan Joo Chiat untuk merasakan langsung atmosfer seakan ditarik kembali ke suasana Singapura di masa lampau.
Tepatnya di Koon Seng Road, deretan rumah warna-warni yang dikenal sebagai Peranakan Houses akan langsung menarik perhatian kamu saat pertama kali berkunjung. Bukan rumah biasa, kawasan ini juga diisi dengan deretan toko barang antik hingga pernak-pernik khas Peranakan, seperti di Rumah Bebe dan Rumah Kim Choo.
Dari Katong ke Tiong Bahru, Traveling Sambil Telusuri Kekayaan Budaya Singapura (287190)
searchPerbesar
Rumah Kim Choo. Foto: Facebook/Kim Choo Kueh Chang
Di sana kamu akan dimanjakan dengan berbagai koleksi pernak-pernik hingga pakaian khas Peranakan yang bisa dibeli sebagai oleh-oleh. Sebut saja kebaya nyonya lengkap dengan sarong, hingga kasut manik atau sejenis selop dengan manik-manik yang dulu jadi pakaian perempuan etnis Peranakan.
Ingin belajar sejarah Peranakan? Katong Antique House bisa jadi tujuan yang tepat. Dibangun sejak lebih dari 100 tahun lalu, bangunan ini seperti time capsule yang akan membawamu ke tahun 1800-an silam. Kamu bisa melihat foto-foto masyarakat Peranakan di masa lalu, koleksi keramik dan alat dapur yang kental nuansa klasik, dan tak ketinggalan koleksi busana tradisionalnya yang masih terjaga apik.
Selain Peranakan Houses yang ternama, bila kamu pecinta pernak-pernik menggemaskan, Cat Socrates tentunya sayang untuk dilewatkan. Pernak-pernik dengan aksen gambar kucing jadi salah satu barang yang bisa kamu beli, mulai dari buku, photocard, totebag, anting, perlengkapan makan, dan masih banyak lainnya.
Katong juga punya satu hidden gem yang unik, lho. Datang saja ke Katong Park, dan kamu bisa melihat rainbow Eucalyptus Tree yang unik. Sesuai namanya, kulit batang pohon ini memang berwarna-warni seperti pelangi. Tak heran, lokasi ini juga cukup populer sebagai spot swafoto yang instagramable!
Sudah puas berkeliling Katong dan Joo Chiat? Yuk, isi perut kamu dengan deretan rekomendasi kuliner yang menggugah selera ini.
Bila ingin menyantap hidangan khas Peranakan, kamu bisa datang ke Baba Chew dai Katong atau Chilli Padi yang berlokasi di Joo Chiat. Namun bila ingin sekadar nongkrong sambil ngopi dan ngemil, datang saja ke kafe lokal yang telah berdiri sejak 199 dan terkenal dengan kue-kue dan minuman cokelatnya, Awfully Chocolate Café.
Atau kamu juga bisa mencoba sarapan ala warga lokal di Chin Mee Chin. Di sini, kamu bisa mencicipi kaya toast yang lembut dan legit, sambil menyesap kopi sebagai pendampingnya. Sedap sekali!

Belajar sejarah sambil wisata visual di Tiong Bahru

Dari Katong ke Tiong Bahru, Traveling Sambil Telusuri Kekayaan Budaya Singapura (287191)
searchPerbesar
Kawasan perumahan tertua Singapura di Tiong Bahru yang sudah ada sejak 1920-an. Foto: Shutterstock
Yuk, tahu lebih dekat dengan keseharian warga lokal sekaligus belajar sejarah di kawasan perumahan tertua Singapura yang ada di Tiong Bahru! Tidak begitu jauh dari MRT Tiong Bahru, kamu akan langsung disuguhi pemandangan kompleks residensial tertua di Singapura yang telah ada sejak 1920-an.
Meski dari luar, ternyata kawasan ini juga pernah menjadi penyimpanan bom milik pemerintah kolonial Inggris di masa Perang Dunia II. Meski diapit bangunan dan apartemen modern, jejak sejarah wilayah residensial yang juga dikenal dengan sebutan Streamline Moderne ini masih terjaga hingga sekarang.
Kontras dengan kompleks residensial bersejarah yang didominasi tembok putih ini, tak jauh dari sana, kamu juga bisa menyegarkan mata lewat wisata visual dengan karya-karya mural seniman Yip Yew Chong. Ada tiga karya yang bisa kamu nikmati; ‘Pasar and The Fortune Teller’ di Blk 73 Eng Watt Street, ‘Bird Singing Corner’ di Blk 71 Seng Poh Lane, dan ‘Home’ di Blk 74 Tiong Poh Road/Eu Chin Street.
Lanjutkan perjalananmu untuk mengenal lebih dekat kekayaan di Singapura dengan menyambangi kuil tertua di Negeri Singa, Tiong Bahru Qi Tian atau Monkey God Temple. Dibangun pada 1920, kuil ini didedikasikan untuk dewa kera dan melambangkan perlindungan, menghilangkan nasib buruk, dan umur panjang. Jadi saat ke sini, kamu juga akan melihat ada 10 patung kera yang menghiasi kuil.
Sambil jalan-jalan, jangan lupa untuk tetap mengisi perut! Apalagi di Tiong Bahru, ada banyak kuliner menggoda selera yang bisa kamu cicipi untuk memanjakan perut dan lidah.
Dari Katong ke Tiong Bahru, Traveling Sambil Telusuri Kekayaan Budaya Singapura (287192)
searchPerbesar
Kue dan pastry di Galicier Confectionery. Foto: Facebook/Galicier Confectionery
Cicipi kue dan pastry di Galicier Confectionery yang telah berdiri sejak 1970-an. Selain menjual cake dan aneka pastry, jangan lupa untuk mencicipi berbagai nonya kueh atau kue tradisional khas Peranakan. Ada kueh dadar dengan isian kelapa nan gurih, gula melaka nan legit, hingga sejenis lemper dengan isian hae bee hiam atau sambal udang.
Selanjutnya, kamu bisa datang ke Tiong Bahru Market & Hawker Centre, food court yang dipenuhi hawker yang menjual sajian street food khas Singapura sejak 1950-an. Meski didominasi chinese food, ada juga beberapa hawker yang menjajakan kuliner halal.
Jadi, kira-kira destinasi mana yang bikin kamu penasaran? Yuk, langsung daftarkan diri kamu untuk ikutan jelajah budaya hingga kulineran di #SingapoReimagine virtual trip.
Apalagi kamu tidak hanya berkesempatan untuk jalan-jalan ke Singapura dari rumah. Di akhir sesi tour, jangan lewatkan kesempatan untuk ikutan kuis interaktif via Kahoot dan jawab semua pertanyaannya. Sebab ada berhadiah saldo digital senilai Rp 300 ribu untuk 3 pemenang beruntung!
Tunggu apa lagi? Hidupkan kembali impianmu untuk menjelajahi budaya Singapura lewat #SingapoReimagine
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020