Kumparan Logo

Digigit Laba-laba Saat Liburan di Pantai, Remaja Ini Harus Kehilangan Jarinya

kumparanTRAVELverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi laba-laba. Foto: Hippopx
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi laba-laba. Foto: Hippopx

Seorang remaja asal Inggris harus merelakan dua jarinya untuk diamputasi setelah digigit laba-laba beracun saat liburan di sebuah pantai. Remaja berusia 19 tahun itu langsung dilarikan ke rumah sakit Spanyol setelah digigit laba-laba jenis pertapa Mediterania, salah satu hewan paling beracun dan mematikan.

Dilansir Daily Mail, hal tersebut bermula ketika remaja yang tidak ingin disebutkan namanya ini berlibur di sebuah pantai di daerah Ibiza, Spanyol.

kumparan post embed
Ilustrasi laba-laba. Foto: National Park Service/nps.gov

Saat itu, remaja tersebut hendak menyaksikan matahari terbenam di pantai. Ketika duduk di anak tangga yang ada di sekitar pantai, ia tidak menyadari bahwa seekor laba-laba telah menyengat tangannya.

Hanya saja, saat itu ia tidak menghiraukan gigitan laba-laba tersebut dan menganggapnya gigitan biasa. Keesokan harinya, ia mendapati tangannya bengkak dan terasa terbakar.

Seketika itu, remaja tersebut segera dilarikan ke pusat kesehatan setempat. Namun, karena kondisi yang serius, ia pun dirujuk ke Rumah Sakit Can Misses di Kota Ibiza untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut.

kumparan post embed
Pantai Cala d'Hort di Pulau Ibiza Foto: Shutter Stock

Dia mendapatkan infus dan serangkaian tes untuk dilakukan pengujian seberapa besar racun yang dihasilkan dari gigitan laba-laba tersebut.

Gigitan dari spesies ini memang jarang terjadi, tetapi dapat menyebabkan nekrosis (kondisi cedera pada sel yang mengakibatkan kematian dini sel-sel dan jaringan hidup). Remaja tersebut akhirnya harus menjalani operasi di Wales untuk mengamputasi dua jarinya.

Ilustrasi pantai dengan pasir putih Foto: Pexels

Bukan hanya remaja ini saja, seorang siswa berusia 18 tahun juga pernah mengalami kejadian serupa. Alby Tanneta, yang tinggal di Cardigan Bay Holiday Park, terkena gigitan laba-laba berbisa ketika dia sedang tidur dan kemudian mendapati benjolan besar di lengannya. Dia harus menjalani operasi darurat untuk menghindari terjadinya sepsis (komplikasi berbahaya akibat infeksi).

Sebagian besar gigitan laba-laba pertapa Mediterania memang tidak menimbulkan gejala apa pun, tetapi mereka kerap menyebabkan kerusakan jaringan lunak sehingga dapat memakan waktu berbulan-bulan untuk sembuh dan meninggalkan bekas luka yang dalam. Meski demikian, jika tidak ditangani serius, luka tersebut bisa saja membesar hingga 10 inci.

Oleh sebab itu, laba-laba jenis ini sering dimusnahkan di Amerika Serikat. Selain racunnya yang mematikan, hewan tersebut disebutkan dapat bertahan hidup 10 bulan tanpa makanan maupun air.

kumparan post embed

Laporan Rani Nuraeni Khairunisa

***

embed from external kumparan

(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)