Kumparan Logo

Disebut 'Menara Pisa' Jakarta, Pengelola Pastikan Menara Syahbandar Masih Aman

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menara Syahbandar Jakarta. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menara Syahbandar Jakarta. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Menara Syahbandar belakangan viral di media sosial setelah banyak warganet menjulukinya sebagai “Menara Pisa”-nya Jakarta. Julukan itu muncul, karena bangunan peninggalan era VOC tersebut tampak miring ketika dilihat dari bagian depan.

Staf Edukator Museum Bahari, Dhita Amelia, menjelaskan bahwa kemiringan Menara Syahbandar memang terjadi akibat kondisi tanah Jakarta yang terus mengalami penurunan.

“Kalau Menara Pisa itu kenapa bisa dibilang mirip Menara Syahbandar? Karena kalau kita lihat dari sisi depan memang terlihat miring,” ujar Dhita, saat ditemui kumparan di Museum Bahari, Jakarta, Rabu (13/5).

Staf Edukator Museum Bahari, Dhita Amelia saat ditemui kumparan di Museum Bahari, Jakarta pada Rabu (13/5/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Menurutnya, struktur tanah Jakarta yang tidak stabil menjadi salah satu penyebab utama bangunan tersebut mengalami kemiringan.

“Tanah Kota Jakarta itu setiap tahunnya mengalami penurunan sekitar 0,1 sentimeter. Itu berdampak juga ke Menara Syahbandar,” katanya.

Lokasi menara yang berada di kawasan pesisir utara Jakarta turut memperparah kondisi tanah. Di samping bangunan terdapat sungai, serta jalan raya yang kerap dilalui kendaraan kontainer bertonase besar.

“Nah sungai itu mengakibatkan struktur tanah menjadi gembur. Ditambah jalan raya yang dilalui kontainer besar, akhirnya tanah semakin turun,” jelas Dhita.

Menara Syahbandar, Jakarta. Foto: Budi Winarno/shutterstock

Akibat kondisi tersebut, bangunan bersejarah itu perlahan terlihat miring ke arah jalan raya.

Meski begitu, pengelola memastikan kondisi Menara Syahbandar masih aman dikunjungi wisatawan. Pihak Museum Bahari telah melakukan penguatan struktur untuk mencegah kemiringan bertambah parah.

“Di bawah Menara Syahbandar sudah dilakukan pengecoran sekitar tujuh meter dari menaranya,” kata Dhita.

Ia menyebut saat ini posisi kemiringan menara berada di angka sekitar 2,8 sentimeter dan diklaim stabil.

“Walaupun terlihat miring, sebenarnya menaranya tetap stay di kemiringan 2,8 sentimeter. Tidak akan miring lagi,” tuturnya.

Pemandangan dari atas Menara Syahbandar Jakarta. Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan

Untuk menjaga keamanan pengunjung, jumlah wisatawan yang diperbolehkan naik ke atas menara juga dibatasi. hanya sekitar lima orang

Sementara itu, viralnya Menara Syahbandar di TikTok membuat banyak wisatawan penasaran untuk datang langsung. Salah satunya Arjuno, pengunjung asal Depok yang mengetahui lokasi tersebut dari media sosial.

“Pas ke sini memang menaranya agak miring dikit, sih. Jadi, kalau dibilang Menara Pisa, ya masuk juga,” kata Arjuno.

Pengunjung lain, Fiqih asal Jakarta Timur, juga mengaku langsung menyadari kemiringan bangunan saat pertama kali datang.

“Kemiringannya jelas kelihatan. Bangunannya emang rada menjorok ke belakang,” ujar Fiqih.

Selain menjadi spot foto unik, Menara Syahbandar juga memiliki nilai sejarah panjang sebagai menara pantau kapal pada masa Batavia. Dari bagian atas menara, pengunjung dapat melihat kawasan Pelabuhan Sunda Kelapa yang menjadi cikal bakal berkembangnya Kota Jakarta.