Dukung Gerakan Black Lives Matter, Pilot Ini Buat Gambar Kepalan Tangan di Udara

Nama George Flyod menggema di seluruh dunia mengiringi gelombang protes dari warga Amerika Serikat yang memperjuangkan keadilan. Floyd menjadi korban akibat aksi kekerasan sekaligus rasialisme oleh oknum polisi AS.
Floyd meregang nyawa karena kehabisan napas setelah leher dan punggungnya ditekan ketika ditindih oleh pelaku yang bernama Derek Chauvin, salah satu dari empat polisi Minneapolis yang menahannya. Sebelumnya, Floyd diduga menggunakan uang palsu untuk membeli barang di toko.
Saat ini keempat polisi tersebut telah ditangkap dan diadili. Walau demikian, kematian Floyd pun mengundang gelombang protes besar dan juga gerakan Black Lives Matter. Aksi ini merupakan gerakan yang menentang kekerasan maupun rasisme sistemik terhadap orang kulit hitam.
Sebagai bentuk solidaritas dan dukungan terhadap aksi Black Lives Matter dan untuk memperjuangkan keadilan bagi George Floyd, baru-baru ini seorang pilot Kanada melakukan aksi unik di udara.
Dilansir USA Today, seorang pilot bernama Dimitri Neonakis, menerbangkan sebuah pesawat dan membuat gambar kepalan tangan di udara pada Kamis (4/6), sebagai simbol dukungan terhadap aksi tersebut.
"Saya membuat bentuk simbol tersebut untuk mendukung gerakan yang saya hormati dan dukung," tulis Neonakis, dalam akun Facebook pribadinya.
Mengutip data Flight Aware, untuk membuat gambar tersebut Neonakis harus menempuh perjalanan sejauh 611 kilometer selama hampir dua setengah jam.
"Penerbangan ini untuk George," lanjut Neonakis.
Pilot yang tinggal di Nova Scotia ini sebelumnya juga pernah membuat gambar di udara pada penerbangannya. Tahun 2019 lalu, ia membuat gambar untuk temannya yang berjuang melawan kanker dan juga untuk mengenang kematian 9 orang di Nova Scotia.
Selain sebagai bentuk dukungan, Neonakis mengatakan bahwa aksinya tersebut merupakan hobi barunya semenjak mewabahnya virus corona.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
***
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
