Kumparan Logo

Infografik: Fakta Passiliran, Makam Bayi di Toraja

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Fakta Passiliran, Makam Bayi di Toraja (Foto: Chandra Dyah A/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Fakta Passiliran, Makam Bayi di Toraja (Foto: Chandra Dyah A/kumparan)

Adat dan tradisi memang tidak pernah bisa terlepas dari setiap daerah di Indonesia. Salah satunya adalah tradisi yang masih dipegang teguh masyarakat Toraja, seperti tradisi Passiliran.

Passiliran merupakan upacara kematian yang khusus memakamkan bayi yang sudah meninggal di atas pohon. Bayi-bayi yang dimakamkan di pohon ini dilakukan jika orang tuanya menganut Aluk Todolo atau yang masih percaya dan memegang teguh tradisi leluhurnya.

Jenazah bayi ini diletakkan di pohon Tarra yang umumnya memiliki tinggi 100 hingga 300 centimeter. Dipilihnya Pohon Tarra karena pohon ini cukup besar dan memiliki banyak getah.

Pohon Tarra sendiri tak boleh ditebang. Jika menebangnya sama saja memutus kelanjutan hidup si bayi. Selain itu, dalam satu Pohon Tarra tak hanya satu makam bayi saja, namun jumlahnya lebih dari itu.

Selain itu, masih banyak fakta dari Passiliran yang menarik untuk disimak. Berikut infografisnya:

Fakta Passiliran, Makam Bayi di Toraja (Foto: Chandra Dyah A/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Fakta Passiliran, Makam Bayi di Toraja (Foto: Chandra Dyah A/kumparan)