kumparan
7 Oktober 2019 9:24

Garuda Indonesia Berencana Hadirkan Fitur Menikah di Dalam Pesawat

penerbangan nasional Indonesia Garuda
Pesawat ATR 72-600 dari maskapai penerbangan nasional Indonesia Garuda. Foto: Adek Berry / AFP
Garuda Indonesia berencana akan mengembangkan sebuah fitur unik dalam penerbangannya. Setelah menghadirkan penampilan akustik bersama musisi papan atas Indonesia ketika mengudara, kini maskapai penerbangan full service tersebut akan menghadirkan fitur pernikahan di dalam pesawat.
ADVERTISEMENT
Menurut Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara, fitur ini akan menambah opsi New Experience penumpang ketika terbang bersama maskapai pelat merah tersebut. Fitur ini bahkan tak sekadar wacana, Ari mengatakan bahwa ia saat ini bahkan tengah mendiskusikannya dengan berbagai pihak terkait.
"Jadi kami sedang berbicara dengan beberapa wedding organizer (WO). Kita akan tawarkan paket menarik, tentunya kita enggak akan cari untung dulu, kita akan berikan new experience dan produk dulu," ujarnya saat ditemui kumparan di Bandara Soekarno-Hatta pada Jumat (4/10) sesaat sebelum terbang menuju Yogyakarta.
Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara
Direktur Utama Garuda Indonesia, Ari Askhara. Foto: Helinsa Rasputri/kumparan
Ari menjelaskan Garuda Indonesia juga tengah mempelajari lebih lanjut fitur ini. Karena meskipun tak digunakan untuk akad nikah, fitur pernikahan di pesawat memerlukan informasi yang detil mengenai lokasi tempat acara hari bahagia itu diadakan, terlebih karena pesawat biasanya berada di atas ketinggian.
ADVERTISEMENT
"Kalau akad nikah, kan, (harus jelas) tanggal berapa, di mana. Kalau di atas, kan, agak susah. Apakah di Yogyakarta atau mungkin di Surabaya kalau dia mau pergi ke Denpasar," jelasnya.
Hadirnya fitur ini diyakini Ari bisa memberikan pengalaman baru yang unik, terutama bagi milenial maupun penumpang muda yang ingin menikah atau melamar di atas pesawat. Apalagi mengingat bahwa Garuda Indonesia memiliki segmen pasar menengah ke atas, yang menurut Ari lebih mengutamakan pelayanan dan keamanan ketimbang biaya.
Ilustrasi Pernikahan
Ilustrasi Pernikahan Foto: Shutterstock
Soal harga, Ari belum bisa berkata banyak. Hanya saja, karena fitur pernikahan di pesawat ini merupakan sesuatu yang baru, maka Garuda Indonesia berniat untuk memberikan harga normal sesuai dengan harga seat yang tertera di website resmi mereka.
ADVERTISEMENT
"Saya enggak menargetkan yang besar, yang pasti harga tiket normal saja, ya, TBA (to be announced), berapa seat (yang dibutuhkan), begitu saja. Untuk promo, kita ajukan itu dulu, tapi kalau misalnya animo masyarakat cukup bagus, kita akan charge dengan harga charter," ujar pria bernama lengkap I Gusti Ngurah Askhara Danadiputra tersebut.
Sejauh ini Garuda Indonesia belum merilis tanggal pasti kapan fitur itu akan mulai dihadirkan. Soal harga dan destinasi tujuan, ia mengungkapkan bahwa penumpang bisa memilih sesuai dengan kebutuhan mereka.
"Tergantung, terserah merekanya, kalau memang mereka mau, kita akan block seat beberapa kursi untuk para tamu dan keluarga ataupun charter, itu fleksibel. Tentunya charter harganya akan lebih mahal," kata Ari menjelaskan.
Pesawat Garuda Indonesia
Pesawat Garuda Indonesia di landasan Terminal 3, Bandara Internasional Soekarno-Hatta Foto: REUTERS / Darren Whiteside
Pada kumparan, Ari Askhara menjelaskan bahwa Garuda Indonesia memiliki beragam pesawat dengan beragam kapasitas pula. Misalnya saja armada Airbus yang memiliki kapasitas hingga 300 orang, lalu ada armada pesawat dengan kapasitas 150-170an.
ADVERTISEMENT
"Kalau mau yang lebih kecil lagi silahkan CRJ itu 98 orang, tapi kalau ATR enggak mungkinlah, kekecilan," selorohnya sambil tertawa.
Soal untung-rugi, Ari terlihat tak ambil pusing. Sebab ini merupakan fitur yang benar-benar baru, baik bagi Garuda Indonesia maupun di antara maskapai penerbangan lainnya di Indonesia.
"It's a new idea, belum tentu juga laku tapi kita tawarkan yang milenial atau penumpang-penumpang muda yang ingin propose pasangannya di atas pesawat," pungkasnya.
Hmm.. Kamu tertarik dengan ide fitur baru ini?
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan