Genap Seabad, Ini 5 Fakta Menarik Gedung Sate yang Jadi Ikon Kota Bandung

28 Juli 2020 12:51 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ilustrasi Gedung Sejarah Gedung Sate  Foto: Alfadillah
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi Gedung Sejarah Gedung Sate Foto: Alfadillah
ADVERTISEMENT
Tepat pada Senin (27/7/2020), Gedung Sate genap berusia 100 tahun atau satu abad. Salah satu ikon kebanggan Kota Bandung ini merupakan primadona bagi wisatawan kala plesiran ke Kota Kembang.
ADVERTISEMENT
Selain arsitekturnya yang unik, Gedung Sate merupakan salah satu bangunan yang menjadi saksi bisu perjalanan sejarah bangsa Indonesia.
Berikut lima fakta menarik Gedung Sate yang jadi ikon Kota Bandung.

1. Dirancang oleh Arsitek Belanda, Ir. J. Gerber

Suasana Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat, Senin (27/7). Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Dibangun pada 27 Juli 1920, gedung ini dirancang oleh arsitek Belanda, Ir. J. Gerber dari Jawatan Gedung-gedung Negara (landsgebouwendients). Pada zaman kolonial, Gedung Sate dikenal dengan nama bangunan Gouvernements Bedrijven disingkat "GB" atau Pusat Instansi Pemerintahan.
Saat itu, Gerber dibantu oleh sebuah tim yang terdiri dari Kol. Genie (Purn.) V.L. Slor dari Genie Militair, Ir. E.H. De Roo dan Ir. G. Hendriks yang mewakili Burgerlijke Openbare Werken (B.O.W) atau DPU sekarang dan Gemeentelijk Bouwbedriff (Perusahaan bangunan Kotapraja) Bandung.
ADVERTISEMENT

2. Terinspirasi dari Bangunan Italia di Zaman Renaissance

Suasana Gedung Sate di Bandung, Jawa Barat. Foto: Novrian Arbi/ANTARA FOTO
Desain Gedung Sate sendiri saat dibangun terinspirasi dari gaya bangunan Italia di Zaman Renaissance. Kesan anggun, indah, megah, dan monumental sangat kental terasa pada bagian ini. Selain itu, adanya pemakaian elemen lengkungan yang ritmis dan berulang-ulang (repetisi) menciptakan "irama arsitektur" yang menyenangkan, indah, serta unik.
Sementara itu, pada dinding fasade depan Gedung Sate terdapat ornamen berciri tradisional, seperti pada bangunan candi-candi Hindu. Sedangkan di tengah-tengah bangunan induk Gedung Sate, tegak berdiri menara dengan atap bersusun atau disebut "tumpang", seperti Meru di Bali atau atap Pagoda.

3. Terdapat Tugu Serangan Ghurka

Ilustrasi Museum gedung sate, Bandung, Jawa Barat. Foto: Alfadillah
Dalam masa perang kemerdekaan, Gedung Sate memiliki nilai sejarah. Pada tanggal 3 Desember 1945, tujuh orang pemuda pejuang yang mempertahankan bangunan tersebut gugur melawan Pasukan Ghurka yang datang menyerang.
ADVERTISEMENT
Kini sebuah monumen peringatan bagi pahlawan yang gugur itu berdiri tegak di depan Gedung sate. Monumen tersebut adalah Tugu Serangan Ghurka

4. Tahan Gempa

Pengunjung Gedung Sate sedang melihat lukisan Foto: Alfadillah
Pembangunan Gedung Sate dipimpin oleh arsitek berkebangsaan Belanda, Ir. J. Gerber.
Gedung Sate dirancang dengan menggunakan banyak persendian. Karenanya, gedung ini dapat tahan gempa hingga 9 SR. Tidak mengherankan, ya, kalau bangunan ini tetap kokoh hingga saat ini.

5. Asal Usul Nama Gedung Sate

Ilustrasi Museum Bersejarah Gedung Sate, Bandung, Jawa Barat. Foto: Alfadillah
Terakhir, tentu kamu penasaran kenapa gedung ini dinamakan Gedung Sate. Tentu bukan karena kamu bisa menemukan banyak penjual sate di tempat ini, ya.
Penamaan tersebut berkaitan dengan struktur bangunan di Gedung Sate. Mengutip laman resmi Gedung Sate, bagian atas yang menjulang menyerupai tusukan sate akhirnya membuat gedung ini sangat populer di masyarakat dan tercetus nama "Gedung Sate".
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)