Kumparan Logo

Green Lake di Austria, Taman yang Berubah Jadi Danau Setiap Musim Semi

kumparanTRAVELverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Green Lake yang berair hijau. (Foto: Flickr/Florian Bartonek)
zoom-in-whitePerbesar
Green Lake yang berair hijau. (Foto: Flickr/Florian Bartonek)

Pernahkah kamu membayangkan menemukan taman dalam sebuah danau? Pasti terasa mencengangkan dan ajaib, apalagi jika lanskap tersebut alami hasil dari alam.

Meski terasa mustahil, tahukah kamu kalau hal ini ternyata dapat kamu temukan di Austria? Sebuah taman di Austria bernama Gruener See atau lebih dikenal sebagai Green Lake akan berubah menjadi danau pada musim semi setiap tahunnya.

Green Lake yang dikelilingi pegunungan karst. (Foto: Flickr/Patty Ho)
zoom-in-whitePerbesar
Green Lake yang dikelilingi pegunungan karst. (Foto: Flickr/Patty Ho)

Nama Gruner See atau Green Lake diberikan, karena danau ini memiliki air bernuansa hijau berkilauan seperti batu zamrud. Setiap tahunnya mulai bulan Maret, es dan geyser dari Pegunungan Hochschwab yang merupakan bagian dari Pegunungan Alpen akan mencair dan kembali mengering pada akhir bulan Juli.

Pada musim dingin, Green Lake hanyalah sebuah danau biasa yang dikelilingi pepohonan dan dihias bangku taman layaknya taman lainnya. Namun saat musim semi, geyser dan es yang mencair dari pegunungan batu kapur atau karst yang berada di dekat danau memenuhi Green Lake hingga menutupi permukaan taman.

Bangku taman saat Green Lake surut. (Foto: Flickr/Patty Ho)
zoom-in-whitePerbesar
Bangku taman saat Green Lake surut. (Foto: Flickr/Patty Ho)

Lelehan es pada musim semi membuat air danau di Green Lake terlihat bersih, jernih, dan terasa dingin. Suhu di tempat ini saat di musim semi dapat mencapai 7 derajat celcius. Di bulan Juni, air danau dapat mencapai batas maksimumnya, yaitu 12 meter. Selain itu, pada musim semi, luas Green Lake mencapai dua kali lipat, yaitu dari 2000 meter persegi menjadi 4000 meter persegi.

Meluapnya permukaan danau ini tak hanya menambah kedalaman danau, tetapi juga 'menelan' bangku taman, pepohonan, tanaman, hingga jembatan. Itu sebabnya, kamu tetap dapat menikmati kesan taman saat berada di dalam Green Lake.

Green Lake saat surut. (Foto: Flickr/Michael Kalcher)
zoom-in-whitePerbesar
Green Lake saat surut. (Foto: Flickr/Michael Kalcher)

Kamu bisa menemukan Green Lake di dekat desa Tragoess di selatan Austria. Danau bersih bernuansa hijau itu dikelilingi hutan eksotis yang didominasi pohon cemara dan pegunungan batu atau karst. Green Lake juga sering dijadikan destinasi untuk hiking atau berpetualang di daerah pegunungan, sembari menikmati keindahan alam Austria.

Meskipun airnya mayoritas berasal dari lelehan geyser, ekosistem di danau ini sama seperti danau pada umumnya. Green Lake berisi biota air, seperti ikan trout, siput, kepiting kecil, dan serangga air.

Karena keindahannya, pada pertengahan tahun 90-an, Alliance for Nature berinisiatif secara resmi menempatkan Green Lake di bawah perlindungan hukum untuk melestarikan wilayah danau. Mulai 2006, Green Lake menjadi area konservasi dengan perlindungan untuk menjaga kualitas air yang berada di danau ini.

Diving di Green Lake. (Foto: Flickr/Book My Ticket)
zoom-in-whitePerbesar
Diving di Green Lake. (Foto: Flickr/Book My Ticket)

Tingginya tingkat visibilitas dalam Green Lake dan pemandangan bawah airnya yang menakjubkan menjadikan scuba diving sebagai salah satu atraksi menarik yang wajib dilakukan di sana. Tak heran, para penggemar scuba diving sering kali memadati tempat ini pada pertengahan bulan Mei atau Juni untuk menyelam dan melihat keindahan Green Lake.

Sayangnya, sejak tahun 2016, pemerintah setempat telah mencanangkan larangan untuk melakukan scuba diving atau berbagai olahraga air lainnya di Green Lake. Larangan ini diberlakukan karena banyaknya pengunjung pada musim panas 2015 lalu telah mengganggu ekosistem danau yang sensitif.

video youtube embed