Harga PCR Turun, Sandiaga Uno: Angin Segar, Tapi Tetap Harus Jaga Prokes
ยทwaktu baca 2 menit

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Uno, menyambut baik kebijakan pemerintah yang menurunkan harga tes PCR menjadi Rp 495 ribu. Sandiaga menilai hal tersebut tak hanya menjadi angin segar bagi sektor industri pariwisata dan ekonomi kreatif, tetapi juga dinilai mampu meningkatkan minat wisatawan untuk kembali berpergian.
Walau demikian, Sandiaga mengingatkan wisatawan untuk tetap menerapkan protokol kesehatan yang berlaku di mana pun berada.
"Turunnya harga PCR menjadi Rp 495 ribu tentu dampaknya positif, karena memudahkan pelaku perjalanan dan angin segar bagi industri pariwisata, tapi kita harus berhati-hati, jangan sampai aktivitas mobilitas masyarakat memicu penyebaran COVID. Kuncinya adalah prokes dan dengan aplikasi Peduli Lindungi, jangan sampai ada ledakan saat PPKM dilonggarkan," ujar Sandiaga, dalam Weekly Press Briefing yang digelar virtual, Senin (23/8).
Lebih lanjut, Sandiaga mengingatkan jangan sampai terjadi Revenge Tourism atau aksi balas dendam dari wisatawan untuk plesiran ke tempat wisata.
"Kalau PPKM lebih dilonggarkan lagi ini saya ingatkan Revenge Tourism, karena sudah mungkin beberapa minggu PPKM Level 4 mereka langsung berkegiatan di luar," lanjutnya.
Oleh sebab itu, Sandiaga mengatakan percepatan proses vaksinasi harus terus dilakukan di berbagai daerah di Indonesia, agar herd immunity atau kekebalan bersama bisa segera tercipta. Hingga saat ini, Kemenparekraf menargetkan sekitar 450 ribu pelaku pariwisata dan ekonomi kreatif, serta masyarakat bisa divaksinasi hingga September 2021 ini.
"Harapan kita ini akan berlangsung sampai kita mencapai herd immunity, tujuan kita untuk membantu target pemerintah, yakni 1,5-2 juta orang per hari. Di Jawa Barat sudah tersedia sekitar 200-400 ribu vaksin per hari," ungkapnya.
Terlepas dari hal tersebut, Sandiaga mengatakan bahwa mereka yang divaksinasi bukan berarti abai dari protokol kesehatan. Ia pun mengingatkan bahwa jangan sampai muncul kasus baru seperti yang terjadi di Amerika Serikat.
"Jangan sampai kayak di AS, vaksinasi tinggi tapi lepas masker dan terjadi peningkatan kasus COVID-19. Makanya kita tetap harus menerapkan protokol CHSE," pungkas Sandiaga.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
