Inggris Akan Ganti Warna Paspor Usai Keluar dari Uni Eropa

Hengkangnya Inggris dari Uni Eropa atau Brexit tak dipungkiri akan memberikan sedikit perubahan, khususnya dalam hal pariwisata. Usai resmi keluar dari Uni Eropa, Inggris mengeluarkan kebijakan baru, yaitu dengan mengganti warna paspornya.
Dilansir Guardian, pemerintah Inggris tengah mengupayakan agar paspor negara mereka diubah kembali ke warna biru tua, dari warna merah yang sebelumnya jadi identitas negara Uni Eropa.
Kebijakan itu pun kembali menegaskan identitas Inggris yang identik dengan warna biru gelap, yang sebelumnya menjadi warna paspor mereka sejak tahun 1988 silam atau tiga dekade lalu.
Menteri Dalam Negeri Inggris, Priti Patel, mengungkapkan bahwa pihaknya menyambut baik kebijakan baru tersebut.
"Meninggalkan Uni Eropa memberi kami kesempatan untuk memulihkan identitas nasional kami dan membuat jalan baru di dunia. Dengan kembali ke desain biru dan emas yang ikonik, paspor Inggris akan sekali lagi terjalin dengan identitas nasional kita dan saya tidak sabar untuk bepergian menggunakan paspor tersebut," kata Patel.
Sementara itu, pihak Kementerian Dalam Negeri Inggris menyatakan bahwa paspor baru tersebut juga akan menjadi paspor paling ramah lingkungan yang pernah dibuat.
"Ini merupakan paspor Inggris paling ramah lingkungan. Sebab, jejak karbon yang dihasilkan melalui manufaktur akan ditekan menjadi nol, melalui program-program seperti penanaman pohon," kata salah satu juru bicara Kemendagri Inggris.
Selain ramah lingkungan, paspor baru Inggris tersebut juga akan dilengkapi dengan teknologi terkini dan fitur keamanan terbaru. Bahan paspornya sendiri akan dibuat lebih kuat untuk mengamankan data di dalamnya.
Meski begitu, pendapat berbeda datang dari loyalis Uni Eropa, Edward McMillan-Scott. Ia mengungkapkan bahwa perubahan warna paspor itu akan membuat posisi Inggris lebih baik, khususnya ketika bepergian ke negara Uni Eropa.
"Ketika saya adalah seorang anggota parlemen Eropa, saya ingat diberi paspor biru khusus yang seharusnya membuat lebih mudah bagi saya untuk melewati pemeriksaan perbatasan dalam perjalanan ke Brussels dan Strasbourg. Itu lebih merepotkan, karena sejumlah petugas tidak yakin apa dokumen itu dan saya dihadapkan dengan pemeriksaan tanpa akhir," kata McMillan-Scott.
Kemudian, Scott mengeluarkan paspor merah burgundinya dan mendapatkan pelayanan lebih cepat. Alasannya, karena paspor warna merah burgundinya menjadi identitas negara Uni Eropa.
Terkait keluarnya Inggris dari Uni Eropa, warga Indonesia yang ingin bepergian ke Inggris juga tidak perlu khawatir, karena tidak ada yang berubah dalam hal berwisata ataupun studi. Dengan kata lain, wisatawan asal Indonesia tetap menggunakan visa Inggris saat bepergian ke sana.
