Jateng 2 Hari di Rumah Saja, Kunjungan Wisatawan di Bantul Turun 20 Persen

9 Februari 2021 9:05 WIB
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Goa Pindul, Yogyakarta  Foto: Shutter stock
zoom-in-whitePerbesar
Goa Pindul, Yogyakarta Foto: Shutter stock
ADVERTISEMENT
Gerakan Jawa Tengah (Jateng) 2 Hari di Rumah Saja baru saja diberlakukan pada 6-7 Februari lalu. Hal ini rupanya membuat tingkat kunjungan wisatawan di Kabupaten Bantul menurun.
ADVERTISEMENT
Staf Bidang Pemasaran Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Bantul Markus Purnomo Aji, mengatakan kunjungan wisatawan ke Bantul selama dua hari akhir pekan terakhir menurun dibanding akhir pekan sebelumnya, karena bertepatan dengan gerakan Jawa Tengah (Jateng) di Rumah Saja.
Ilustrasi Kabupaten Bantul. Foto: Faiz Zulfikar/kumparan
"Gerakan Jateng dua hari di rumah saja berpengaruh penurunan 20,2 persen terhadap jumlah wisatawan ke Bantul," kata Markus, seperti dikutip dari Antara, Selasa (9/2).
Markus menjelaskan, total jumlah pengunjung wisata di destinasi yang diberlakukan retribusi wisata pada 6 Februari berjumlah 2.998 orang, kemudian pada 7 Februari sebanyak 6.056 orang. Total kunjungan dalam dua hari di akhir pekan sebanyak 9.044 orang.
Sedangkan jika dibandingkan dengan tingkat kunjungan wisatawan ke destinasi Bantul dalam Sabtu-Minggu sebelumnya atau pada 30 Januari sebanyak 3.376 orang, dan 31 Januari 7.971 orang, sehingga totalnya berjumlah 11.347 orang.
ADVERTISEMENT
"Dibanding dengan sebelum gerakan Jateng di rumah dua hari perbandingan Sabtu dan Minggu turun 20 persen, karena Jateng menjadi provinsi penyumbang wisatawan terbesar ke-dua di DIY," imbuh Markus.
Wisatawan di Kebun Buah Mangunan Foto: Flickr / Agung hari Wijaya
Dia menjelaskan, berdasarkan data dari Visiting Jogja, kalau diambil dari lima provinsi di Jawa, Jateng terbanyak ke dua dengan 32 persen setelah DIY, kemudian di urutan tiga dari Jawa Timur sebanyak 12 persen, selanjutnya dari DKI Jakarta 4,7 persen, dan Jawa Barat 3,7 persen.
Sementara itu, Sekretaris Dinas Pariwisata Bantul, Annihayah, mengatakan selama kebijakan Pengetatan secara Terbatas Kegiatan Masyarakat (PTKM) di Bantul dari 11 Januari dan telah diperpanjang sampai 8 Februari dimanfaatkan untuk pembenahan fasilitas di destinasi wisata.
"Sudah ada inventarisasi untuk pembenahan fasilitas di destinasi wisata, kemudian rencana Pak Kadis (Kepala Dinas) akan mengumpulkan lurah-lurah terkait pembinaan pokdarwis (kelompok sadar wisata) di desa-desa, dan kami akan monitoring protokol kesehatan bersama PHRI," ujar Annihayah.
ADVERTISEMENT
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)