Keren! Kamu Bisa Lihat Keris Beraura Magis di Museum Sonobudoyo

Beberapa waktu lalu, jagat media sosial Twitter sempat diramaikan dengan sebuah video dari pengguna akun bernama @sdlnkfrd. Di dalam cuitannya, ia memperlihatkan sebuah inovasi digital terbaru di Museum Sonobudoyo di Yogyakarta.
"Di Museum Sonobodoyo deket alun-alun Yogyakarta seru banget loh gaes, ada koleksi yang dipamerinnya dengan gaya macem game, yang kurangnya cuman informasi damage, critical attack, sama agility doang :))))," tulis akun tersebut.
Nyatanya, inovasi tersebut memang tak cuma lip service semata. Dalam video tersebut ditunjukan bahwa kamu bisa menyentuh keris yang dipajang. Dan seketika setelah disentuh, keris itu akan mengeluarkan aura magis. Keren sekali, deh.
Unggahan ini bahkan sampai di-retweet sebanyak 12 ribu kali dan mendapat likes hingga 24 ribu. Penasaran akan keunikan tersebut, kumparan pun menghubungi pria pemilik akun yang diketahui bernama Muhammad Sayyid Nashrullah Rasmadi.
Pada kumparan, pria berusia 21 tahun tersebut mengatakan bahwa ia tak sengaja menemukan inovasi digital tersebut ketika tengah study tour bersama teman-teman himpunan mahasiswa jurusan di kampusnya ke Yogyakarta.
Pria yang akrab disapa Sid itu menuturkan bahwa sejak awal memang Museum Sonobudoyo telah ada dalam rencana perjalanan. Hanya saja memang ia tidak tahu menahu apa yang akan ditemukan di museum tersebut, hingga akhirnya ia melihat inovasi tersebut.
"Jadi bakal memang ada semacam inovasi lagi untuk ke depannya. Jadi ada perkembangannya lagi ke depannya, dan juga desainnya akan diperbaharui kata tour guide aku juga waktu kemarin," katanya ketika dihubungi kumparan lewat sambungan telepon belum lama ini.
Hal ini diamini oleh Ery Sustiyadi Kasi Koleksi Konservasi dan Dokumentasi Museum Sonobudoyo. Ery mengatakan bahwa inovasi tersebut dilakukan atas dasar permintaan Gubernur Yogyakarta Sri Sultan Hamengkubowono X.
"Jadi begini, dulunya Pak Gubernur, kan, menghendaki museum itu harus mengadopsi, mengakomodasi, penggunakan teknologi informasi beberapa di antaranya adalah museum virtual," ujar Ery ketika dihubungi kumparan (Senin, 18/12). Inovasi ini dianggapnya dapat membuat museum memiliki kesan yang tak terlalu serius.
Ada beberapa jenis inovasi yang bisa kamu temukan dalam Museum Sonobudoyo. Antara lain sound censor di bagian gamelan, interactive showcase di kawasan babak klasik Hindu-Buddha, video mapping untuk perang antara Ramayana dengan Hanoman, dan yang terakhir adalah video mapping di dalam pameran temporer Ruang Angkasa, Ruang dan Waktu.
Sound censor akan membuat gamelan berbunyi apabila salah satu bagian gamelan disentuh. Sehingga apabila gamelan disentuh secara berbarengan akan memberikan suara ansambel yang indah.
Sementara video yang diunggah Sid dalam akun Twitternya tersebut merupakan interactive showcase di ruangan babak klasik Hindu-Buddha. Fitur ini memungkinkanmu untuk melihat deskripsi lengkap tentang keris peninggalan Hindu-Buddha, menyentuhnya, serta melihat 'auranya' lewat grafis yang muncul.
Fitur tersebut juga dilengkapi dengan video serta pilihan bahasa, yakni bahasa Indonesia dan Inggris yang bisa kamu sesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Ery juga menambahkan bahwa video mapping yang menceritakan tentang perang Ramayana dengan Hanoman juga menjadi salah satu hal yang tidak boleh kamu lewatkan.
"Tentang bagaimana perang ramayana gitu, tapi dengan animasi, seperti itu. Iya, jadi sampe ke lantai gitu, loh, apinya waktu manah, kemudian keluar apinya, apinya juga (sampai) di lantai, kelihatan," jelasnya
Menurut penuturan Ery, Museum Sonobudoyo memiliki 63 ribu koleksi. Koleksi tersebut mencakup peninggalan arkeologi, biologi, geologi, naskah, sejarah, teknologi, serta seni. Sejauh ini, hanya 1% saja yang dipamerkan secara tetap.
Sisanya akan dipamerkan dalam bentuk pameran temporer, seperti yang kini tengah berlangsung dalam pameran bertajuk Ruang Angkasa, Ruang, dan Waktu. Karenanya pameran temporer tersebut akan selalu diadakan dengan tema berbeda setiap tahunnya.
Untuk tiket masuknya sendiri, kamu tak perlu khawatir, karena harganya sangat murah, tak lebih dari Rp 5 ribu. Pengunjung dewasa hanya mesti merogoh kocek sebesar Rp 3 ribu sedangkan untuk anak-anak hanya dikenakan biaya sebesar Rp 2 ribu saja. Wah, terjangkau banget, kan.
Bagaimana, tertarik melihat dan merasakan sendiri inovasi terkini Museum Sonobudoyo di Yogyakarta?
