Kumparan Logo

Kini, Kamu Bisa Menyaksikan Seni Teater Tradisional Kabuki Saat #dirumahaja

kumparanTRAVELverified-green

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi teater Kabuki berjudul The Ballad of Narayama oleh Keisuke Kinoshita (1958) Foto: Flickr/Tjebbe van Tijen
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi teater Kabuki berjudul The Ballad of Narayama oleh Keisuke Kinoshita (1958) Foto: Flickr/Tjebbe van Tijen

Bagi penggemar seni dan kebudayaan, Jepang menjadi salah satu negara yang tak boleh dilewatkan begitu saja. Sebab, Negeri Sakura memiliki beragam seni dan kebudayaan yang menarik untuk disaksikan.

Seperti halnya dalam dunia teater, kamu bisa menyaksikan salah satu kesenian tradisional yang paling khas di Jepang yaitu seni teater tradisional kabuki.

Namun, pandemi global virus corona membuatmu harus memendam hasrat traveling-mu untuk sementara waktu, serta untuk menyaksikan teater tradisional tersebut.

Sebab, Pemerintah Jepang telah resmi menutup sementara waktu area publik dan juga menunda berbagai kegiatan yang berpotensi menimbulkan kerumunan, termasuk pertunjukkan kesenian tradisional.

Kabuki salah satu kesenian tradisional Jepang Foto: Shutter Stock

Tapi tidak perlu khawatir, kamu juga tetap bisa kok menyaksikan teater tradisional meski sedang di rumah aja.

Dilansir Sora News 24, Japan's National Theatre menghadirkan sebuah pertunjukan kesenian tradisional Jepang yang bisa disaksikan para wisatawan saat berada di rumah.

Menariknya lagi, kamu juga bisa menyaksikan teater kabuki yang identik dengan tarian dan juga musik dalam setiap penampilannya.

Kabuki merupakan kesenian tradisional Jepang yang populer hingga ke seluruh dunia. Meski usianya sudah lebih dari 400 tahun, kabuki pun menjadi pertunjukkan yang bisa dinikmati oleh berbagai kalangan.

Kabuki salah satu kesenian tradisional Jepang Foto: Shutter Stock

Mengutip Live Japan, merupakan teater drama-tari dari mewakili tiga elemen inti yaitu 'ka' berarti lagu, 'bu yakni tari, dan 'ki' yang berarti keterampilan. Akan tetapi, karakter ini adalah ejaan modern, istilah aslinya diyakini berasal dari kata-kerja 'kabuku', yang berarti 'luar biasa.'

Mengapa 'luar biasa', sampai hari ini kabuki merupakan salah satu tradisi yang paling representatif dari Jepang.

Para aktor kabuki menggunakan karakteristik make-up dan cat khusus wajah yang disebut dengan 'kumadori', yang mengibaratkan pembuluh darah dan otot di wajah yaitu dengan warna putih, merah, biru, dan coklat.

Warna yang berbeda digunakan untuk setiap peran, peran utama mungkin dibalut warna merah yang energik sementara penjahat memakai warna biru yang dingin.

Tari Tradisional Kabuki, Jepang. Foto: Shutter Stock

Kostum kabuki jauh lebih hidup dan mewah dibanding kimono biasa, supaya dapat menonjol diatas panggung. Terutama kostum untuk peran perempuannya secara kreatif, dibuat untuk mencerminkan sifat-sifat tertentu serta peran-perannya.

Contoh umumnya kimono merah untuk putri raja, sementara selir memakai kimono flamboyan dengan bordir yang mewah.

Pertunjukkan kabuki biasanya lebih dikenal di kalangan masyarakat menengah. Pada awalnya, pertunjukan ini diperankan baik oleh laki-laki maupun perempuan.

Namun, para pemain kabuki perempuan banyak yang mengalami pelecehan dan menjadi lebih populer dengan prostitusi dan tarian-tarian yang sensual. Hal ini lah yang pada akhirnya menyebabkan adanya larangan bagi perempuan untuk bermain seni peran tersebut.

Kini, kamu bisa menyaksikan pertunjukan tersebut lewat channel YouTube teater tersebut.

Pertunjukkan secara online tersebut dihadirkan akibat batalnya pertunjukkan Yoshitsune Senbon Zakura yang awalnya akan dibuka untuk pengunjung di Tokyo pada 3 Maret 2020 lalu.

Yoshitsne Senbon Zakura terdiri dari lima babak dan biasanya harus ditampilkan selama dua hari. Maka dari itu, sekarang hanya akan diambil adegan kunci dalam cerita tersebut dan ditampilkan dalam panggung yang berbeda-beda.

video youtube embed

Pertunjukkan A menampilkan bagian 'Torii Mae', 'Tokaiya', dan 'Daimotsu-Ura'. Lalu Pertunjukkan B menampilkan bagian 'Kokingo Uchijinishi', 'Shiinoki', dan 'Shushiya'. Sementara Pertunjukkan C menampilkan bagian 'Michiyuki Hatsune Tabi' dan 'Kawatsura Hogen Yakata'.

Penampilan tersebut berdurasi total lima jam dengan menampilkan adegan penting dalam cerita yang epik dan klasik yang telah menghibur penonton selama berabad-abad.

Pertunjukkan kabuki juga bisa dinikmati dengan atau tanpa kemampuan berbahasa Jepang. Maka dari itu Yohitsune Senbon Zakura jadi satu dari tiga pertunjukkan kabuki paling populer yang bisa kamu cari sumbernya jika kamu lupa ceritanya.

Selain kabuki, kamu juga bisa menyaksikan teater Noh yang biasanya diasosiasikan dan dipraktikkan oleh kalangan kelas atas dalam masyarakat Jepang. Serta bunraku atau sandiwara boneka yang dimainkan oleh para dalang yang ahli memainkan boneka-boneka besar.

Buat kamu yang ingin menyaksikan kesenian tradisional kabuki di Jepang kamu bisa mengakses laman berikut ini.

kumparan post embed

***

kumparanDerma membuka campaign crowdfunding untuk bantu pencegahan penyebaran corona virus. Yuk, bantu donasi sekarang!