Kumparan Logo

KM Sinabung Disulap Jadi Hotel Apung untuk Perayaan 100 Tahun Teluk Wondama

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapal KM Sinabung. Foto: Irwek/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Kapal KM Sinabung. Foto: Irwek/Shutterstock

PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) menghadirkan inovasi unik dalam dunia pariwisata bahari. Kapal penumpang legendaris KM Sinabung akan disulap menjadi hotel terapung berkapasitas 1.300 orang, guna mendukung perayaan 100 tahun peradaban Aitumeri di Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, pada 25 Oktober 2025.

Langkah ini tidak hanya menjadi solusi akomodasi bagi ribuan tamu yang datang dari seluruh Tanah Papua, tetapi juga membuka peluang baru bagi wisata bahari dan pariwisata berbasis kapal (floating tourism) di Indonesia timur.

Kapal KM Sinabung. Foto: Afdzul Saifullah/Shutterstock

Kepala Cabang Pelni Manokwari, Yusuf, menjelaskan bahwa kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Teluk Wondama telah dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), menjadikan KM Sinabung sebagai hotel terapung selama dua periode operasional, yaitu pada 24-25 Oktober dan 26-28 Oktober 2025.

“Langkah ini bukan hanya mendukung kegiatan besar perayaan satu abad Aitumeri, tetapi juga bagian dari inovasi Pelni dalam memperluas fungsi kapal penumpang sebagai sarana akomodasi dan pariwisata terapung,” ujar Yusuf, seperti dikutip dari Antara.

Kapal ini akan berlabuh di pelabuhan Wasior, melayani rute Manokwari-Wasior, dan menampung para tamu undangan yang datang untuk menghadiri acara bersejarah tersebut.

Fasilitas Setara Hotel di Atas Laut

Kapal KM Sinabung. Foto: Melvin hilman/Shutterstock

Berkapasitas total 1.300 orang, KM Sinabung dilengkapi dengan empat kelas kabin. Di antaranya Kelas I (2 orang per kamar), Kelas II (4 orang per kamar), Kelas III (6 orang per kamar), Kelas IV (8 orang per kamar). Ditambah kelas ekonomi yang mampu menampung hingga 900 penumpang.

Berbeda dari pelayaran reguler, layanan hotel terapung akan dilengkapi makanan tiga kali sehari, perlengkapan tidur seperti kasur dan seprei, serta layanan khusus seperti di hotel berbintang.

Bupati Teluk Wondama, Elysa Auri, mengatakan konsep hotel terapung menjadi solusi kreatif untuk mengatasi keterbatasan penginapan di wilayah tersebut.

“Panitia memperkirakan tamu yang datang mencapai 20 ribu orang dari seluruh Tanah Papua. Hotel terapung menjadi pilihan strategis yang efisien dan menarik,” ujar Elysa.

Kapal KM Sinabung. Foto: La Ode Yadin Mala/Shutterstock

Selain mendukung kegiatan keagamaan dan budaya, langkah ini juga dipandang sebagai momentum promosi potensi wisata bahari Teluk Wondama, yang dikenal memiliki pantai alami, gugusan pulau kecil, dan kekayaan bawah laut yang menyaingi Raja Ampat.

Perayaan 100 tahun Situs Aitumeri memiliki nilai sejarah tinggi. Lokasi ini dikenal sebagai tempat berdirinya sekolah pertama bagi orang asli Papua, yang didirikan oleh Pendeta IS Kijne di Kampung Miei, Distrik Wasior, pada 25 Oktober 1925.

Sekolah tersebut menjadi pusat pendidikan awal di tanah Papua, sekaligus simbol masuknya peradaban baru melalui pendidikan dan misi pekabaran Injil.