Kumparan Logo

Kondisi Akses, Amenitas, dan Atraksi Gunung Tangkuban Parahu Aman

kumparanTRAVELverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kondisi pintu Selamat Datang Gunung Tangkuban Parahu yang tertutup abu vulkanik di kawasan wisata Kawah Ratu Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7). Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi pintu Selamat Datang Gunung Tangkuban Parahu yang tertutup abu vulkanik di kawasan wisata Kawah Ratu Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7). Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Gunung Tangkuban Parahu kembali mengalami erupsi. Erupsi yang terjadi pada Jumat (26/7) sekitar pukul 15.48 WIB tersebut memunculkan kolom abu setinggi 200 meter dari kawasan kawahnya dengan sebaran abu vulkanik mencapai radius 1-2 kilometer (km).

Untuk itu, demi alasan keselamatan, Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Parahu ditutup sementara pascaerupsi. Keputusan penutupan itu ditetapkan usai Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), SAR, Polri, hingga TNI melakukan evaluasi, Sabtu (27/7).

"Hasil musyawarah dari semua unsur terkait menetapkan, sementara tempat ini tidak boleh dibuka umum dulu. Untuk keamanan dan keselamatan bersama," kata Koordinator Humas Basarnas Kantor SAR Bandung, Joshua Banjarnahor.

Kondisi tanaman yang tertutup abu vulkanik akibat letusan freatik Kawah Ratu Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7). Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Sementara itu, menurut keterangan resmi yang diterima kumparan, Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pariwisata, Guntur Sakti, mengatakan bahwa menurut hasil pantauan Kementerian Pariwisata, kondisi 3A dalam Kawasan Wisata Gunung Tangkuban Parahu berada dalam kondisi relatif baik.

Pantauan itu dilakukan di dua wilayah, yaitu Kabupaten Bandung Barat dan Kabupaten Subang. "Dari data yang didapat Tourism Crisis Center (TCC), untuk kegiatan hotel tidak terlalu banyak berpengaruh. Masa weekend ini reservasi hotel disekitar Bandung Utara, Lembang dan Ciater belum ada laporan pembatalan," ungkap Guntur (27/7).

Kondisi Gunung Tangkuban Parahu, pascaerupsi freatik. Foto: Rachmadi Rasyad/kumparan

Walaupun beberapa penginapan diketahui diselimuti abu vulkanik, seperti di Dusun Bambu sehingga cukup mengganggu pernapasan, namun secara konstruksi, semua terhitung normal.

“Dari 16 room yang tersedia di Dusun Bambu, sudah dipesan sebanyak 14 kamar dan 13 di antaranya sudah check in, dan 1 tamu lagi mengajukan pembatalan dikarenakan kekhawatiran pada kemungkinan adanya erupsi susulan,” jelasnya.

Dari sisi atraksi, Guntur Sakti mengatakan bahwa aktivitas di bawah Tangkuban Parahu dan di sekitar Kabupaten Subang berjalan aman seperti biasa.

“Destinasi wisata seperti Sariater, Gracia, Curug Cipeureu, Curug Sadim, dan Capolaga dan lainnya tetap berjalan normal,” ungkap Guntur.

Petugas memantau aktivitas Kawah Ratu pascaletusan freatik di Gunung Tangkuban Parahu, Kabupaten Subang, Jawa Barat, Sabtu (27/7). Foto: ANTARA FOTO/Novrian Arbi

Guntur juga menambahkan bahwa meski sisi atraksi dan amenitas terhitung aman, akses menuju kawasan Tangkuban Parahu, khususnya akses yang berada di dalam kawasan, ditutup untuk umum sampai waktu yang ditentukan.

“Akses jalan menuju Lembang-Cikole-Ciater-Subang sejak terjadinya erupsi tidak terganggu dan kondisi lancar tanpa ada gangguan debu erupsi. Pasokan BBM di sekitar Tangkuban Parahu terpantau aman dan tersedia di 5 SPBU,” tambahnya lagi.

Ia juga mengimbau wisatawan untuk mengikuti instruksi pemerintah dan memperbarui informasi dari media resmi pemerintah, seperti akun Twitter @Kemenpar_RI, @BNPB_Indonesia, dan @vulkanologi_mbg terkait perkembangan Gunung Tangkuban Parahu.

“Masyarakat diminta agar informasi yang didapat harus disaring dulu, bisa jadi itu informasi yang tidak benar atau hoaks. Sehingga jangan ditelan mentah-mentah informasi yang saat ini beredar,” pungkasnya.

embed from external kumparan