Kumparan Logo

Liburan Makin Nyaman, ASDP Perkuat Transformasi Layanan Penyeberangan Nasional

kumparanTRAVELverified-green

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan. Foto: Dok. ASDP
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan. Foto: Dok. ASDP

Perjalanan lintas pulau menggunakan kapal di Indonesia kini semakin nyaman dan tertata. PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) terus melakukan transformasi layanan penyeberangan nasional, demi mendukung mobilitas wisatawan, pemudik, hingga distribusi logistik antarwilayah.

Komitmen tersebut diperkuat dalam pertemuan jajaran Direksi ASDP bersama Menteri Perhubungan RI Dudy Purwagandhi di Jakarta pada Rabu (7/5/2026). Dalam audiensi tersebut, pemerintah memberikan apresiasi terhadap kinerja ASDP selama periode Angkutan Lebaran 2026, khususnya di lintasan favorit Merak–Bakauheni yang menjadi jalur utama masyarakat menuju Pulau Sumatera.

Keberhasilan pengelolaan arus kendaraan dan penumpang dinilai mampu menjaga kelancaran perjalanan selama musim mudik dan arus balik. Tidak hanya soal operasional kapal, koordinasi lintas stakeholder hingga sistem layanan yang semakin modern menjadi faktor penting dalam menciptakan perjalanan yang lebih tertib dan efisien.

Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan. Foto: Dok. ASDP

Data ASDP mencatat, selama periode H-8 hingga H+8 Lebaran 2026, sebanyak 4,72 juta penumpang melakukan perjalanan di 15 lintasan pantauan nasional. Angka ini meningkat 6,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, jumlah kendaraan yang menyeberang mencapai 1,21 juta unit atau naik sekitar 8 persen.

Peningkatan mobilitas tersebut menunjukkan bahwa transportasi ferry masih menjadi pilihan utama masyarakat untuk bepergian antarwilayah, termasuk untuk kebutuhan wisata darat lintas pulau. Dengan tarif yang relatif terjangkau serta fleksibilitas membawa kendaraan pribadi, layanan ferry kini semakin diminati wisatawan domestik.

Selain lintasan Merak–Bakauheni, pemerintah dan ASDP juga mulai fokus memperkuat layanan di sejumlah jalur strategis lain, seperti Ketapang–Gilimanuk yang menjadi akses utama wisatawan menuju Bali. Optimalisasi pola operasi kapal hingga pemanfaatan pelabuhan penyangga terus dilakukan untuk mengurangi kepadatan dan mempercepat waktu tempuh penyeberangan.

Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), Heru Widodo, mengatakan bahwa evaluasi dari pemerintah menjadi dorongan penting bagi ASDP untuk terus meningkatkan kualitas layanan transportasi penyeberangan di Indonesia.

Ilustrasi penumpang kapal di pelabuhan. Foto: Dok. ASDP

"Pola pengelolaan operasional yang sukses diterapkan di Merak–Bakauheni akan menjadi acuan dalam pengembangan layanan di lintasan strategis lainnya, agar sistem transportasi ferry nasional semakin efektif dan terintegrasi." ujar Heru, seperti dikutip dari keterangan resminya.

Tidak hanya mendukung perjalanan penumpang, ASDP juga terus memperkuat konektivitas logistik nasional melalui pengembangan layanan long distance ferry (LDF). Sejumlah rute potensial seperti Makassar–Semarang dan Panjang–Jakarta diproyeksikan mampu meningkatkan efisiensi distribusi barang sekaligus membuka akses ekonomi baru antarwilayah.

Transformasi yang dilakukan ASDP saat ini juga menyasar pengalaman pengguna jasa secara menyeluruh. Digitalisasi layanan tiket, pengaturan kendaraan yang lebih rapi, hingga peningkatan fasilitas pelabuhan menjadi bagian dari upaya menghadirkan perjalanan ferry yang lebih praktis dan nyaman bagi masyarakat.

Dengan berbagai pembenahan tersebut, perjalanan lintas pulau menggunakan kapal ferry kini bukan hanya sekadar moda transportasi, tetapi juga bagian dari pengalaman perjalanan yang aman, modern, dan mendukung eksplorasi destinasi wisata Indonesia.